KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Hebat kalian


__ADS_3

Rangga menerima dua laporan hasil yang dikerjakan oleh Rangga dan Marsya dan Satria, dua laporan itu pun diterima oleh clien membuat Rangga bener bener bangga dengan kehebatan anak dan menantunya


" Ayah tidak salah pilih orang orang hebat dan masih muda seperti kalian, untuk kalian memimpin perusahaan ayah, clien pun menerima proyeknya dengan senang hati. ayah bangga dengan kemampuan kalian berdua" Ucap Rangga melihat Marsya dan Satria


" Amin ayah, kita juga masih belajar kok, alhamdulillah kepegang sih pekerjaannya" Ucap Marsya yang belum mau dibilang hebat karena baru pegang satu proyek saja


" Ayah, jika kita yang pegang perusahaan, apa kita harus ke kantor ayah juga? atau om Rudi saja yang ke kantor Satria setiap ada proyek masuk dan ada clien yang mau rapat?" Tanya Satria yang bingung membagi waktu kerja


" Kalian bicarakan saja ke om Rudi, bagaimana enaknya, setelah kalian lewatin tantangan kerjain proyek dari kantornya ayah, baru kalian akan ayah angkat secara resmi menjadi CEO dan wakil CEO didepan semua karyawan kantor" Lanjut Rangga yang mau melihat sejauh mana kemampuan Marsya dan Satria kerjain proyek proyek yang ada


" Iyah ayah, insya allah kita bisa dan selalu siap, selama jadwal kita diatur oleh seketaris kita, besok  tolong ayah minta seketaris di kantor ayah untuk ke kantornya Marsya, untuk perkenalan dan minta kerjasamanya untuk kasih tahu jadwal apa saja yang ada di kantor ayah, supaya tidak bentrok, mau bagaimana pun kita harus tetep fokus menjalankan perushaan yang sudah berjalan yang kita pegang" Lanjut Marsya tidak ingin ada jadwal yang sama dan di jam yang sama


" Boleh juga deh, seketaris aku disuruh ke kantor kamu yah sayang, supaya rapat bertiga supaya tidak ada salah infomarsi" Lanjut Satria yang setuju besok jadwal rapat perkenelan seketaris


" Baik kalo itu mau kalian, akan ayah suruh seketaris ayah ke kantornya Marsya, untuk kenalan langsung dengan Marsya dan Satria begitu juga kenalan antar seketaris, supaya seketaris diperusahaan ayah bisa kenalan langsung dengan seketaris kalian" Lanjut Rangga tidak merasa keberatan turutin keinginan Marsya dan Satria, karena Rangga berusaha menghargai pekerjaan mereka dan jabatan mereka yang tidak bisa seenaknya


Diam diam, Lusi senyum bahagia melihat Marsya ngebahas soal pekerjaan bersama Satria dan Rangga, walaupun sudah pulang kerja dan tidak ngeluh sama sekali.

__ADS_1


" Marsya pekerja keras sekali, sering melihat mas Nando membahas pekerjaan bareng Bowo walaupun sudah malam dan setelah makan malam bersama, Marsya bilang sendiri ke saya jika Marsya ingin seperti mas Nando yang tetep mau membahas pekerjaan walaupun sudah diluar kantor" Ucap Lusi bahagia karena Nando menjadi inspirasi untuk Marsya yang ingin selalu kerja


" Alhamdulillah yah Lusi, jika Marsya punya inspirasi  untuk rajin kerja, saya ikut seneng dengernya, memang yang saya lihat dulu waktu tinggal dirumah kamu, Marya pernah bilang mau seperti Nando yang pekerja keras, bahkan setelah pulang kerja masih mau jalan jalan sampai malam dan tidak pernah ngeluh sama sekali" Ucap Anisa yang ingat obrolan bersama Marsya


" Marsya bangga tidak dengan kamu? kalo ke ayah sih jelas bangga yah, dari hidup susah dibantu dengan perusahaan kecil dan akhirnya bisa besar seperti sekarang, walaupun Marsya yang gantiin jabatannya Natalia tetep saja perusahaan itu milik anak saya seutuhnya, jadi jangan pernah bangga memimpin dua perusahaan sekaligus, karena keduanya dasarnya bukan milik Marsya tapi sebagai pengganti yang punya perusahaan" Ucap Iis berusaha untuk tidak puji Marsya yang bisa kerja, karena Marsya bukan lah pemilik perusahaan cuman sebagai penggantinya saja


" Kamu kenapa bicara seperti itu ke Anisa? saya yakin kok Marsya bangga dengan ibu nya sendiri, masa tidak bangga sama sekali dengan ibu nya sendiri?" Tanya Lusi kesal, karena Iis membuat Anisa sedih


" Yah sudah, sekarang coba sebetuin apa kebanggan Marsya ke Anisa selain menjadi ibu kandungnya? Menitipkan Marsya setelah lahir di panti asuhan selama empat tahun? saat usia lima tahun Marsya dibuang di pasar tradisional yang akhirnya kamu pungut dan besarkan selama lima belas tahun? Anisa ditemukan  oleh Lusi dan Nando, walaupun saya tidak tahu pekerjaan Anisa dimasa lalu apa, sampai Anisa tega membuang anak?" Tanya Iis menantap Anisa dengan sinis dan dimata Iis, Anisa perempuan rendahan yang aji mumpung dengan keadaan anak dan suaminya


" Ajak sana perempuan itu sejauh apapun, karena memang faktanya tidak ada yang bisa dibanggakan seorang Anisa, selain jadi plakor." Lanjut Iis dengan sombongnya,  sampai kapan pun Iis tidak akan pernah ikhlas menerima kehadiran Anisa dan Marsya selamanya


Anisa ikut Lusi untuk meninggalkan Iis, walaupun apa yang diucapkan Iis benar kalo tidak ada yang bisa di banggakan oleh Anisa selama ini


Dilain sisi, Marsya dan Satria melihat bayi yang baru ditemukan oleh karyawannya tadi pagi, Marsya menatap sedih bayi yang lagi terlelap dalam tidurnya


" Sayang, kenapa nangis apa yang kamu fikirkan?" Tanya Satria melihat Marsya yang wajahnya basah karena air mata

__ADS_1


" Aku cuman sedih saja melihat bayi sekecil ini, sudah dibuang oleh orang tuanya dan saat dewasa nanti tidak akan tahu siapa orang tuanya, dan orang tuanya tidak  memikirkan masa depan anak sama sekali, dengan tega membuang seperti ini" Ucap Marsya sedih memikirkan masa depan anak asuhnya


" Yah begitu lah kehidupan dalam rumah tangga sayang, cuman memikirkan nafsong untuk bersatu dengan pasangan, asal menikah, tanpa punya pekerjaan dan uang yang cukup untuk menjalankan pernikahan, yah akhirnya akan setega itu, selain itu sayang panjat pinang secara bebas pun juga sama, mau enaknya tapi tidak mau urus anak karena malu punya anak sebelum menikah dengan pasangannya sama sekali, yang jadi korban akhirnya anak anak juga, yang tidak tahu apapun yang dilakukan orang tua" Lanjut Satria, yang mengerti alasan alasan anak anak dititipkan di panti asuhan maupun ditinggalin begitu saja ditempat umum


Marsya tidak bisa berkata apa apa, karena apa yang diucapkan Satria benar dan Marsya adalah korban keegoisan Rangga dan Anisa dimasa lalu.


Dilain sisi, Natalia baru pulang dari salon dan belanja karena sudah lama sekali tidak ke Mall, karena disuruh ke kantor oleh Rangga beberapa bulan ini


" Nona muda, sudah lama sekali bibik tidak melihat nona muda belanja sebanyak ini" Ucap ART nya Natalia, yang dulu sering melihat Natalia setiap hari belanja dan jalan jalan bersama Iis


" Iyah bik, tapi mulai hari ini saya akan kembali ke hobi saya bik, buang buang uang bik, karena perusahaan ayah akan dipegang sepenuhnya oleh Marsya itu artinya saya tidak cape kerja dan menahan ngantuk bik, tapi menerima uang banyak tanpa harus melakukan apapun lagi" Ucap Natalia dengan sombongnya


" Enaknya yah nona, punya perusahaan pemberian kakek tapi yang kerjain saudara sendiri, yang akhirnya nona muda tidak perlu cape cape kerja untuk mendapatkan uang" Lanjut ART nya Natalia salut dengan Natalia yang beruntung


" Ya dong bik, selama kita yang punya kenapa harus pusing dan cape kan bik, sekarang saya sudah tidak peduli sama sekali, Marsya yang kerja bik, yang penting saya bisa berfoya foya sepuasnya bik, nih bik bedak dan lipstik yang dulu sering saya belikan" Lanjut Natalia yang masih ingat bedak yang biasa dipakai ART nya


" Asik terimakasih yah nona muda" Lanjut ART nya Natalia yang tidak pernah komentar apapun, dengan gaya hidupnya Natalia karena tahu Natalia dan Iis sering belanja karena perusahaan pemberian kakeknya berkembang berkat kemampuannya Rangga

__ADS_1


__ADS_2