
Iis minta Anisa untuk cuci baju karena baju kotor sudah banyak sekali, Iis tidak ingin membiarkan Anisa tidak melakukan apapun dirumah dan Iis tidak rela jika Anisa yang cuci dan setrika bajunya Rangga setiap hari, Iis rela cape cape demi mencegah Anisa yang mengerjakan dan mendapatkan pujian dari Rangga.
" Cuci yang bersih yah baju saya dan Natalia, sedangkan baju ayah biar saya yang cuci dan setrika, jika pada tanya mana baju ayah, kamu bilang saja biarin saya saja yang kerjain, awas jika kamu membuat saya dan ayah berantem cuman karena baju, ingat Anisa kamu disini cuman numpang hidup saja, cuman karena kamu cinta pertama ayah, bukan bearti kamu seenaknya selama disini mengerti" Tegas Iis, yang akan terus sakitin perasaan Anisa
" Iyah saya mengerti" Ucap Anisa pasrah, Anisa tidak ingin protes dari pada membuat salah faham nantinya
" Bagus jika kamu mengerti, sekarang saya cuci dulu baju suami saya dan kamu sana beberes saja dulu, setelah saya selesai baru kamu yang bersihin baju saya dan anak saya" Lanjut Iis dengan sombongnya, Iis bener bener berusaha memperlakukan Anisa seperti ART nya
" Sabar Anisa jangan kepancing emosi, mau bagaimana pun memang rumah ini milik Iis jadi wajar jika dia seperti ini" Batin Anisa berusaha ikhlas menghadapi sikapnya Iis yang semakin keterlaluan memperlakukan Anisa seperti ART nya
" Iyah" Lanjut Anisa, Anisa langsung pergi meninggalkan Iis yang cuci bajunya Rangga, sejujurnya Iis baru pertama kalinya cuci baju seperti ini, kalo bukan tidak rela membiarkan Anisa yang cuci baju suaminya mana mau Iis bersusah payah seperti ini.
Dilain sisi, Pertama kalinya Natalia masak, jika tidak ada Satria dirumah mana mau Natalia cape cape makan harus masak dulu, Satria melihat Marsya masak langsung peluk Marsya dengan sengaja didepan Natalia, berharap adik iparnya sadar diri akan statusnya Satria sekarang
" Sayang, aku tadi selesai mandi tidak ada dikamar, ternyata ada disini, sayang lagi masak apa?" Tanya Satria peluk Marsya dari belakang
__ADS_1
" Sayang, malu ih ada Natalia disini, kita bermesraan seperti ini, lepasin ah sayang tidak enak aku, aku lagi masak ayam rica rica dan sayur Bayam sayang, aku buat semuanya sayang" Ucap Marsya yang berusaha melepaskan tangannya Satria dari pinggangnya, Marsya tidak enak bermesraan padahal lagi masak bersama Natalia.
" Maaf deh sayang, wah ayam rica rica makanan kesukaan aku sayang, aku bantu ayah dulu yah sapu halaman sebelum berangkat kerja" Lanjut Satria tidak enak, jika tidak membantu mertuanya sama sekali.
" Kamu sudah mandi dan bersih, masa sapu halaman juga sih, seharusnya tadi dong bagaimana sih, dari pada ada drama bersama ayah, lebih baik disini saja karena masakan juga mau selesai kok" Protes Natalia heran, karena Satria mau bantuin Rangga tapi Satria sudah rapih tidak mungkin diijinkan bantuin Rangga juga
" Natalia bener sayang, disini saja yah temani aku masak, percuma juga kamu kedepan karena akan ditolak bantuan yang kamu tawarin sayang" Lanjut Marsya yang setuju dengan ucapannya Natalia
" Ini perempuan bener bener tidak ada malunya, padahal ada Marsya tapi berani sekali senyum seperti itu, lebih baik mencari pacar untuk Natalia supaya dia tidak gangguin saya terus menerus, kasihan Marsya jika tahu adik tirinya masih usaha menggoda saya, pasti sakit hati dan sedih mendengarnya
Dilain sisi, Rangga melihat Iis dan Anisa sapu ruang tamu merasa bahagia sekali, karena kedua istrinya bisa kompak merapihkan rumah bersama sama.
" Aku bahagia sekali melihat kalian seperti ini, tidak ada adu argumentasi kalian terlihat cantik dan manis rajin dan kompak seperti ini." Ucap Rangga bahagia sekali, karena Iis dan Anisa bisa kompak sekali
" Iyah dong ayah, walaupun dari kecil aku sudah terbiasa pakai jasa ART, masa harus selamanya sih aku manja sayang, lagian aku tidak ada kegiatan sama sekali, membuat aku bisa rajin seperti ini sayang, baju ayah juga sudah aku cuci dan jemur loh sayang" Ucap Iis sengaja kasih tahu, jika Iis yang cuci bajunya Rangga seorang, supaya bisa mendapatkan Pujin dari Rangga.
__ADS_1
" Alhamdulillah sayang, bunda Pelan pelan mau membersihkan baju aku juga terimakasih yah sayang, terus baju yang lain siapa yang cuci?' Tanya Rangga penasaran
" Aku ayah, tadi aku melihat bunda sudah cape beberes halaman belakang rumah dan cuci baju yah sudah aku bilang ke bunda jika baju yang lain biarin aku saja yang kerjain, karena bunda sudah banyak yang dirapihkan aku tidak tega sayang" Ucap Anisa terpaksa bohong, supayaa Iis senang mendapatkan pujian dari Rangga, dari pada jujur yang akhirnya akan ribut membuat Rangga sedih melihat kedua istrinya tidak akur terus
" Alhamdulillah aku senang sekali sayang, hari pertama merapihkan rumah kalian bisa kompak seperti ini, yuk mandi dan setelah itu sarapan bersama anak anak, apa lagi mereka akan kerja kan hari ini" Lanjut Rangga bahagia karena melihat Iis dan Anisa bisa akur merapihkan rumah dan sama sama mau cape dan tidak ngeluh sama sekali
" Iyah sayang, aku sudah gerah juga dan mau makan sudah lapar sekali aku sayang" Lanjut Iis dengan manja, Iis gandeng tangannya Rangga dengan mesra
Rangga sebelum jalan ke kamar bersama kedua istrinya, langsung gandengan tangannya Iis dan Anisa bersamaan, supaya tidak ada yang merasa iri cuman karena gandengan tangan saja.
Dilain sisi, Nando dan Lusi siap siap ke panti asuhan, karena Nando hari ini akan sibuk menerima banyak tamu, yang akan adopsi anak anak asuhnya, membuat Nando dan Lusi berangkat lebih pagi.
" Alhamdulillah yah sayang, anak anak asuh kita, ada yang pergi dan ada yang datang setiap harinya, seperti hari ini akan ada sepuluh anak yang akan diangkat anak, oleh orang orang baik yah" Ucap Nando bahagia dan lega, karena semakin banyak orang tua yang mau angkat anak, yang membutuh kan kasih sayang orang tua
" Betul sayang, dulu kita ada keinginan angkat anak tapi tidak jadi terus yah ayah, sampai akhirnya kita angkat anak yang sedih mencari ibu nya sampai dewasa, dan sekarang justru kita membesarkan banyak anak anak yang membutuhkan kasih sayang sosok orang tuanya, yang tidak beruntung karena tidak mudah mendapatkan keturunan sayang" Ucap Lusi merasa bersyukur karena Allah, memberikan kepercayaan untuk merawat anak orang terus menerus
__ADS_1
" Betul sayang, aku juga bersyukur sekali, walaupun kita tidak punya anak kandung, tapi kita punya anak angkat yang cukup banyak dan punya hak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kita sebagai pengganti orang tua mereka, sampai akhirnya ada yang ingin membesarkan mereka juga, secara resmi sampai mereka dewasa sayang" Lanjut Nando tidak menyangka, kekurangan Lusi bertahun tahun tapi tidak bisa memberikan anak sama sekali, eh sekarang Nando dan Lusi justru dikasih kepercayaan untuk merawat, menjaga, dan memberikan kasih sayang penuh untuk anak anak yang kurang beruntung tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, tapi bisa Nando dan Lusi berikan secara suka rela selama ada di panti asuhan milik Marsya