KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Kapan nikah


__ADS_3

Satria memberikan selamat ke Boby yang berhasil meluluhkan hatinya Natalia dan mau diajak nikah cepat oleh Boby, Satria mengenal Boby sosok pria yang baik dan menghargai wanita tidak pernah seenaknya ke wanita, membuat Satria tidak takut untuk minta Boby menikahi Natali dengan waktu secepat mungkin.


" Selamat bro, memang luar biasa hebat loh, bisa menaklukan hatinya Natalia dengan cepat sekali" Puji Rangga tidak sia sia paksa Boby


" Alhamdulillah Satria, yah Natalia juga menerima saya karena saya tampan dan sukses karirnya, membuat Natalia mau dengan saya bro" Uucap Boby yang merasa bersyukur karena disaat ajak nikah Natalia, saat Boby semakin sukses karirnya dan dianggap layak menjadi suaminya Natalia tanpa ada hinaan apapun dari orang tuanya Natalia sama sekali


" Terus Boby, kapan kalian menikah? jangan terlalu lama yah takutnya Natalia nya bosan menunggu, bisa bahaya jika dia kembali menjadi plakor duh, saya tidak tega melihat Marsya berantem dengan Natalia cuman karena suka dengan saya lagi" Lanjut Satria berharap pernikahannya Boby dan Natalia tidak terlalu lama dilaksanakannya


" Bulan depan Satria, kamu kan tahu sendiri orang tua saya sibuk dengan pekerjaannya di luar negeri, padahal sudah tua tapi masih saja mau kerja membuat saya heran,diusia senja apa sih yang dikejarnya? padahal anak anaknya sudah sukses dan punya pekerjaan bagus semua" Lanjut Satria heran karena orang tuanya masih betah kerja di luar negeri dan tidak mau kembali ke tanah air


Dilain sisi, Marsya melihat laporan keuangan perusahaannya Rangga,yang dikirimkan oleh seketarisnya Rangga yang sengaja datang ke kantornya Marsya, karena pagi pagi Marsya kerja dulu di kantornya baru siang ke kantornya Rangga bersama Satria sampai jam pulang kerja.


" Bagaimana pemasukan keuangan perusahaan pak Rangga? apa masih ada kekurangan atau mengalami kerugian?" Tanya Marsya berharap seketarisnya Rangga jujur dan bisa dipercayai apa yang sudah dikerjakannya


" Alhamdulillah bu, perusahaannya pak Rangga tidak mengalami kerugian sama sekali, karena perusahaan dibantu pak Bowo dan pak Boby. jika bu Marsya dan pak Satria tidak ke kantor, mereka yang ke kantor dan bantuin pak Rudi kerja selama dua jam bu, tanpa sepengetahuan bu Natalia jika mereka lagi ada di kantor bu, apa lagi pak Boby datang tidak ingin bu Natalia tahu bu" Penjelasan Seketarisnya Rangga terus terang, sambil memberikan laporan keuangan yang diminta oleh Marsya

__ADS_1


" Astaga, om Bowo dan Boby diam diam bantuin perusahaan ayah, supaya tidak mengalami kekurangan pemasukan lagi yah, mereka bener bener temen yang baik dan mau bantu perusahaan ayah, tanpa sepengetahuan saya dan Satria sama sekali, mereka memang luar biasa" Puji Marsya saat tahu Bowo dan Boby mau direpotkan bantuin Rudi kerja


" Tapi saya rasa mereka tidak tiba tiba muncul sih bu, pasti ada yang minta bantuan mereka bu, setahu saya bu Natalia dan pak Boby pacaran pasti pak Boby mau bantuin bu Natalia diam diam dan pak Bowo kan asistennya pak Nando pasti ayah anda yang minta bantuan secara diam diam, saya salut dengan ayah angkat anda bu, yang ingin membantu perusahaan pak Rangga tidak mengalami kekurangan pemasukan sama sekali bu" Lanjut Seketarisnya Rangga, yang menduga kedatangan Boby dan Bowo bukan lah sebuah kebetulan semata dan pasti ada yang minta bantuan


Marsya yang mendengar dugaan seketarisnya Rangga, merasa bahagia karena Nando begitu peduli dengan perusahaan Rangga dan tidak cuek sama sekali, Marsya bersyukur sekali karena Nando mau membantu saudaranya sendiri


Dilain sisi, Rangga melarang Iis dan Anisa untuk ikut ke panti asuhan dan membiarkan Rangga sendiri yang ke panti, membuat Iis kerjain Anisa yang masih melanjutkan merapihkan rumah.


" Kamu pasti bahagia sekali yah jika ayah sudah mencari ART disini dan kamu bisa seperti nyonya besar dirumah ini kan?" Tanya Iis senyum sinis melihat Anisa


" Enak saja tidak tenang,jika tidak isengin kamu? saya cuman kasih tahu kamu supaya kamu sadar diri, siapa kamu dan pantaskah kamu numpang hidup dirumah mewah saya ini hah? ingat Anisa kamu dipungut ayah kembali cuman karena Marsya dan rasa bersalahnya saja bukan sepenuhnya karena cinta, jadi jangan seenaknya lah selama tinggal disini" Lanjut Iis yang selalu bisa membuat Anisa sedih dan langsung malu, karena apa yang dibilang Iis bener, jika bukan karena Marsya sampai sekarang Anisa masih hidup susah sebagai perempuan liar


Iis puas sekali membuat Anisa terlihat sedih dengan ucapannya dan Iis langsung pergi untuk  makan cemilan yang ada didalam kulkas, meninggalkan Anisa yang sedih karena ucapannya yang selalu benar, membuat Anisa merasa malu dan bersalah.


Dilain sisi, Natalia melihat tumpukan dokumen yang dibawa oleh Rudi, langsung pusing membayangkan capenya kerjain dokumen sebanyak itu

__ADS_1


" Ini semua saya yang kerjakan?" Tanya Natalia melihat dokumen yang disimpan Rudi dimejanya


" Kerjakan semampu kamu, karena nanti siang Marsya dan Satria akan kesini, untuk kerjain dokumen itu sisanya, jika kamu punya hati dan memang mau kerja, seharusnya mau dan berusaha untuk bisa kerja dengan baik" Ucap Rudi yang selalu bisa membuat Natalia kesel dengan ucapannya, Rudi langsung keluar dari ruangannya dan kembali keruangannya


" Dasar sombong sekali dia, saya kesini cuman untuk gaya gayaan saja, soal pekerjaan yah tugasnya Marsya yang numpang hidup ibu nya dirumah, yang wajib kerja dikantor ini, sedangkan saya yah santai saja menerima hasil kerja kerasnya Marsya setiap bulannya" Lanjut Natalia dengan sombongnya, Natalia melanjutkan pakai kutek supaya tangannya terlihat bagus


Dilain sisi,Nando yang mendengar keinginannya Rangga untuk ajak anak anak panti, untuk jalan jalan langsung setuju, karena anak anak panti jarang sekali menikmati liburan bersama pengurus panti


" Nando sayang ingin ajak anak anak panti untuk liburan ke pantai, apa kamu setuju?" Tanya Rangga yang ingin merasakan jalan jalan bersama anak anak panti


" Jalan jalan ke pantai?  jangan lah Rangga sangat berbahaya sekali, tapi kalo ke kolam renang umum, tidak masalah sih karena kan disatu tempat juga dan anak anak mudah  diawasi dari pada di pantai kan" Ucap Nando yang tidak setuju ajak jalan jalan anak anak panti ke pantai


" Saya setuju dengan saran mas Nando karena ke pantai, selain hilang takutnya tenggelam dan kebawa ombak kan bahaya sekali, tugas kita kan melindungi jangan sampai ada kesalahan dalam pengawasan anak anak selama bermain" Ucap Lusi yang tidak ingin mengambil resiko, cuman karena ajak anak anak main di pantai yang bebas dan ramai pengunjung pantai


" Baik lah, jika kalian lebih setuju ke tempat kolam renang umum, nanti sore kita bahas bersama Satria dan Marsya enaknya kapan ajak anak anak panti ke kolam renang umum" Lanjut Rangga pasrah dengan penolakan yang Nando dan Lusi bilang tadi, jika Nando takut ada musibah jika ajak anak anak main di pantai dan Rangga setuju ajak anak anak panti main di kolam renang umum saja

__ADS_1


__ADS_2