
Satria kasih tahu Marsya, Bobby, dan Natalia. Kalo tadi Rangga datang ke kantor dan minta bantuan untuk dibukain toko buku.
" Ada apa Satria, minta kita kesini? Tiba tiba seperti ini? " Tanya Bobby, Bobby tadinya mau tidur setelah ganti baju tapi tidak jadi karena mendapatkan telepon dari Satria.
" Begini, tadi ayah ke kantor minta bantuan saya untuk dibukain toko buku sesuai keinginan ayah, supaya ada kegiatan baru, bagaimana menurut kalian apa sebaik nya kita bantu?" Tanya Satria, yang minta pendapat saudara dan istrinya.
" Bantu saja sayang, Alhamdullah jika ayah mau ada kegiatan baru dari pada bosan di apartemen sendirian dan bosan tidak melakukan apapun juga kan." Ucap Marsya yang merasa bahagia, karena Rangga akhirnya mau mencari kesibukan.
" Kalo saya tidak mau, karena apapun yang saya lakukan tidak dihargai oleh ayah membuat saya sedih dan sakit hati, lebih baik tidak peduli sama sekali ke ayah." Ucap Natalia terus terang, Natalia berusaha tidak peduli dengan Rangga, dari pada sedih dan sakit hati.
" Aku mengerti perasaan bunda, baik lah aku saja yang bantuin mereka untuk siapin toko buku yang ayah inginkan." Ucap Bobby mengerti bagaimana sakit hatinya Natalia, dengan ucapan dan sikapnya Rangga selama ini.
" Mulai siapin semuanya kapan?" Tanya Marsya melihat Satria yang mau bantuin Rangga dan selalu peduli dengan ayah mertuanya.
" Kita patungan hitung apa saja yang dibutuhkan dan dibagi dua, aku dan Bobby setelah itu baru beli ruko, perlengkapan yang dibutuhkan toko buku nya, dan baru kita buka lowongan pekerjaan untuk karyawan di toko bukunya ayah." Lanjut Satria kasih tahu apa saja yang dibutuhkan untuk buka toko buku.
" Oke kita hitung semuanya sekarang " Lanjut Bobby yang setuju patungan untuk buka toko buku yang diinginkan oleh Rangga
__ADS_1
Natalia yang sudah terlanjur sakit hati dengan Rangga, langsung menolak ajakan Satria untuk ikut mempersiapkan toko buku untuk Rangga jualan dan punya kegiatan baru dan Natalia lebih memilih diam saja memperhatikan Bobby, Satria, dan Marsya yang sudah mulai merencanakan biaya biaya yang dibutuhkan untuk buka toko buku.
Dilain sisi, Anisa dan Lusi bagi bagi hasil panen ke para tetangga disekitar rumahnya Lusi, dan ada yang dimasukin kardus untuk kebutuhan masakan untuk anak anak panti.
" Alhamdullah yah, hasil panen selalu banyak dan bisa dibagi bagi ke para tetangga dan ada yang untuk kebutuhan makan anak anak panti juga, jadi kita bisa hemat pengeluaran yah." Ucap Anisa bahagia, karena bisa berbagi untuk lingkungan dari hasil panen cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkoas, dan sebagainya.
" Iyah Anisa, tidak sia sia yah, setiap hari kita siram, rawat, dan kita tambahin lagi pohonnya, jadi bisa bermanfaat untuk banyak orang hasil panen kita." Ucap Lusi bahagia karena selalu bisa berbagi, dari hasil panen tanaman yang sudah dirawat lama bersama Anisa.
" Ibu maaf, ini sudah dimasukin kedalam kantong plastik dan sudah siap untuk dibagikan" Ucap Bik Sumini, yang sudah selesai masukin hasil panennya kedalam kantong plastik.
" Ya sudah bik, hayo kita bagikan ke orang orang sini, Alhamdullah ada lima puluh kantong plastik dan semoga bulan ini kebagian semuanya." Lanjut Lusi bahagia, karena hasil panennya semakin banyak dan berharap semua tetangganya bisa kebagian semua dan tidak ada yang tidak kebagian hasil panen nya.
Dilain sisi, Rangga memperhatikan foto foto kenang kenangan Rangga bersama Anisa, selama setahun setelah sekian lama tidak ketemu dan akhirnya ketemu lagi.
" Sayang, apa kisah cinta kita harus berakhir sayang? Sampai sekarang kamu tidak bisa dibujuk dengan berbagai cara, aku sejujurnya tidak ingin pisah dengan kamu sayang, kamu adalah alasan aku untuk semangat menjalankan hidup aku sayang" Ucap Rangga sedih, sambil melihat foto Anisa bersama Marsya yang ada didalam handphone yang diberikan oleh Satria, Rangga merasa senang karena Satria simpan beberapa foto kenangan Rangga, Anisa, dan Marsya yang sering di foto oleh Satria.
Dilain sisi, Bobby melihat Natalia lebih banyak diam setelah ketemu dengan Satria dan Marsya, merasa tidak tega melihat istrinya sedih dan kesel dengan rencana Bobby berusaha peduli dengan keinginan nya Satria yang mau mewujudkan keinginannya Rangga.
__ADS_1
" Bunda, kenapa diam saja sayang? apa yang bunda fikirkan sayang?" Tanya Bobby sambil melihat Natalia yang terlihat sedih dalam diamnya.
" Aku kesel saja sayang, giliran kita masih satu keluarga sikap ayah yang semakin seenaknya ke aku dan tidak memikirkan perasaan aku sama sekali, membuat aku sakit hati seperti ini ke ayah dan disaat ayah sudah bercerai dari bunda ada saja alasan kita untuk peduli dengan ayah bikin aku kesel saja sayang, kenapa kondisi ayah yang sekarang justru bikin kita harus peduli dengan ayah." Protes Natalia bener bener tidak suka, jika diminta untuk peduli dengan Rangga dan harus prihatin dengan kondisi Rangga yang tinggal sendiri dan tidak miliki apapun dalam hidupnya.
" Aku mengerti bagaimana perasaan bunda sayang, tapi sejahat apapun orang tua ke kita, tapi kita tidak boleh mengabaikan orang tua kita apa lagi ayah kan tinggal sendirian tidak ada siapapun di apatermen kan, jadi tidak ada salahnya sayang jika kita memberikan perhatian untuk ayah, dan memberikan bantuan untuk ayah supaya tidak bosan sendirian selama tinggal di apartemen dan tidak ada kegiatan apapun pasti bosan sayang" Lanjut Bobby, berusaha memberikan pengertian untuk Natalia, yang sama sekali tidak mau memberikan perhatian ke ayah nya.
" Ayah saja yang peduli dengan laki laki tua yang tidak punya hati sama sekali, aku sampai kapan pun tidak akan pernah peduli dengan dia, karena laki laki tua itu saja tidak peduli dengan aku dan bunda aku sayang." Tegas Natalia, rasa sakit hati yang begitu luar biasa dirasakannya membuat Natalia semakin tidak peduli dengan Rangga.
" Baik lah sayang, tapi jangan sedih sedih yah sayang, karena aku peduli dengan ayah mertua aku sayang." Lanjut Bobby tidak ingin melihat Natalia sedih, karena Bobby memberikan perhatian untuk bantuin Rangga.
" Baik sayang aku janji" Lanjut Natalia yang pasrah saja, turuti keinginannya Bobby untuk tidak sedih melihat Bobby memberikan perhatian untuk Rangga ayah mertuanya.
Bobby berharap suatu saat Natalia bisa berdamai dengan ayah nya, dan bisa memberikan perhatian ke orang tua sendiri tidak mengabaikan orang tua terus.
Dilain sisi, Marsya dan Satria bantuin Nando untuk membagikan makanan untuk anak anak panti, yang mendapatkan santunan makanan darj dermawan.
" Alhamdullah yah sayang, banyak yang memberikan bantuan untuk anak anak disini" Ucap Marsya bahagia karena banyak yang peduli dengan anak anak panti
__ADS_1
" Iyah sayang, Alhamdullah aku juga ikut seneng, melihat anak anak panti mendapatkan santunan untuk mereka." Ucap Satria yang seneng, karena setiap hari ada saja dermawan yang memberikan santunan berupa makanan, mainan, dan baju. Untuk anak anak asuhnya.