KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Bukan urusan


__ADS_3

Marsya melihat Natalia di meja kerjanya, tidak melakukan apapun membuat Marsya merasa heran dengan sikapnya Natalia yang semakin seenaknya tidak mau kerja sama sekali.


" Natalia kamu kenapa tidak kerjain pekerjaan kamu sama sekali? kenapa sibuk dengan hanphone kamu?" Tanya Marsya heran melihat Natalia yang tidak mau kerja sama sekali


" Bukan urusan kamu, saya mau pulang saja, jika kamu mau cari perhatian ayah silahkan saja karena saya sudah tidak peduli sama sekali" Ucap Natalia dengan sombongnya, Natalia langsung ambil taasnya dan langsung meninggalkan ruangannya dan membiarkan Marsya kerja sendiri


" Kamu kenapa seperti ini sih Natalia, kakek berharap penerus kakek bisa kerja dan membanggakan kakek yang sudah memberikan perusahaan untuk ayah dan bisa dilanjutkan kamu, tapi kamu justru tidak peduli sama sekali, walaupun bukan kakek kandung tapi, bisa membayangkan bagaimana sedihnya kakek melihat cucunya seperti ini" Lanjut Marsya sambil melihat Natalia meninggalkan ruangannya begitu saja


Marsya berusaha melanjutkan pekerjaannya,Marsya menggantikan Satria karena hari ini Satria beralasan sibuk dengan perusahaannya sendiri


Dilain sisi, Natalia beli makanan untuk dimakan di kantornya Satria, Natalia akan ke kantornya Satria saat jam kerja seperti ini, karena akan lebih leluasa deketin Satria


" Enaknya jadi bos, bisa bebas kemana pun saya mau, makanan enak sudah dibeli waktunya ketemu dengan Satria ku sayang di kantornya" Ucap Natalia yang tidak sabar mau ketemu dengan Satria


Dilain sisi, Rangga bantuin Nando dan Lusi untuk ketemu calon orang tua yang akan asuh anak anaknya, walaupun berat melepaskan anak asuhnya, tapi Rangga, Nando,dan Lusi. tidak punya hak lebih untuk melarang orang lain untuk asuh anak didiknya


" Ya allah, rasanya berat sekali yah membiarkan mereka tinggal dengan orang tua barunya, kita yang merawat beberapa bulan tapi sedih rasanya melepaskan mereka seperti ini" Ucap Nando yang belum siap melepaskan dan kehilangan anak asuh nya

__ADS_1


" Ikhlas bro, memang seperti ini bro, setiap panti asuhan pasti akan berat kehilangan anak asuhnya bro, apa lagi tinggal bareng selama dua puluh empat jam, memberikan makan, mandiin, ajak belajar, dan bermain. pas ada yang punya niat baik pasti merasa kehilangan kok,sama seperti kita alami sekarang" Ucap Rangga yang mengerti dan tahu konsekuensi urus anak orang seperti ini pasti akan ada perpisahan


" Bener bro, tapi alhamdulillah masa depan mereka lebih baik karena mereka dibesarkan dengan orang yang mampu dalam finansial itu artinya kehidupannya tidak akan kekurangan lagi, mendapatkan perhatian dari orang tua yang mereka rindukan" Lanjut Nando yang merasa bersyukur karena orang yang akan membesarkan anak asuhnya orang orang yang punya kelebihan materi


" Yuk kita gabung bersama mereka, dokumen mereka sudah siap dan mereka sudah bisa membawa anak anak pilihan mereka" Ucap Lusi bahagia, karena ada sepasang suami istri yang mau asuh langsung dua anak sekaligus, anak usia dua bulan dan anak usia setahun.


Rangga setuju langsung gabung bersama orang tua angkat anak anak asuhnya, setelah pemeriksaan kesehatan selesai, anak anak asuhnya sudah diperbolehkan dibawa pulang setelah hasil pemeriksaannya sehat tanpa ada penyakit sama sekali


Dilain sisi, Natalia nekat ke kantornya Satria, disaat Natalia ingin bertanya ke resepsionis tentang ruangannya Satria, tidak sengaja ketemu dengan Boby asistennya Satria yang mau keluar sebentar.


" Selamat pagi, kamu Natalia kan adik iparnya pak Satria?" Tanya Boby senyum ramah saat melihat Natalia


" Pagi juga, dimana ruangan pak Satria saya mau ketemu dengan pak Satria?" Tanya Natalia lembut, Natalia terpesona melihat wajah tampannya Boby dan senyum manisnya Boby membuat Natalia senang melihatnya


" Pak Satria lagi rapat kalo kamu mau tunggu pak Satria diruangan saya juga boleh bagaimana? dari pada bosan sendirian kan?" Tanya Boby sengaja bawa Natalia ke ruangannya supaya bisa ngobrol dengan Natalia lebih leluasa


" Baik lah, saya mau ke ruangan kamu deh, dari pada sendirian nunggu disini" Lanjut Natalia percaya dengan ucapan Boby

__ADS_1


" Yes, dia percaya sekarang waktunya telefon Satria kasih tahu ada Natalia diruangan saya" Batin Boby yang merasa senang karena tidak usah susah payah cari Natalia karena datang sendiri ke kantor


" Kalo begitu mari ikut saya" Lanjut Boby langsung ajak Natalia, Boby sambil jalan sambil kirim chat ke Satria jika sekarang ada Natalia bawa makanan untuk Satria


Dilain sisi, Anisa yang sibuk sapu rumah, melihat Iis yang rapih dan mau pergi membuat Anisa penasaran Iis mau kemana dan tidak ajak Anisa sama sekali.


" Kamu mau kemana?" Tanya Anisa melihat Iis yang rapih sekali


" Ke panti asuhan mau makan bersama ayah, kamu disini saja yah jika ayah tanya cari lah alasan yang tidak membuat ribut apa kamu tega membuat saya dan ayah ribut terus cuman karena kamu saja?" Tanya Iiis dengan sengaja tidak ajak Anisa


" Kenapa saya tidak diajak untuk makan siang bersama ayah dan kamu tega sekali tidak bantuin saya merapihkan rumah ini setelah ayah berangkat kerja?" Tanya Anisa heran melihat tingkahnya Iis yang keterlaluan


" Tuh ada kaca, pantas tidak jika kamu bersama saya untuk ketemu dengan ayah dan kamu memangnya siapa sih cuman cinta pertama, yang diajak nikah cuman karena keinginan anak dan rasa bersalah saja, jadi jangan berharap saya ajak kamu pergi pergi mengerti" Tegas Iis sama sekali tidak ingin memberikan kesempatan Anisa deket dengan Rangga


"  Mau sampai kapan kamu seperti ini dengan saya? saya selama disini tidak pernah sakitin perasaan kamu dan Natalia kan? kenapa kamu selalu jahat dengan saya?" Tanya Anisa sedih, karena sikapnya Iis dan Natalia semakin seenaknya ke Anisa


" Entahlah, yang jelas saya tidak suka kehadiran kamu dikehidupan saya dan ayah, kamu cuman plakor saja mengerti, jadi kamu tidak punya hak ada ditengah tengah saya dan ayah, kamu disini cuman karena Marsya kan, jadi kamu jika ingin bersama ayah yah harus ada Marsya, jika tidak ada Marsya yah jangan berharap saya biarkan kamu ada ditengah tengah saya dan suami saya mengerti.karena selamanya kamu cuman plakor yang tidak akan pernah saya biarkan deket deket dengan suami saya mengerti, sudah dirumah saja dan rapihkan rumah saya, karena kamu pantas merapihkan rumah mewah ini sendirian karena kamu cuman numpang hidup saja" Lanjut Iis senyum sinis melihat Anisa, yang mulai sedih karena ucapannya

__ADS_1


" Astaga jahatnya kamu bicara seperti itu dan maafkan saya jika saya dianggap plakor" Lanjut Anisa sedih dengan ucapan Iis yang semakin seenaknya ke Anisa


Iis cuman senyum sinis melihat Anisa dan Iis langsung pergi begitu saja dan Iis ingin sekali makan siang cuman berdua dengan Rangga tanpa ada yang ganggu sama sekali siang ini


__ADS_2