KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Have fun


__ADS_3

Natalia dan Bobby pamit, untuk berangkat bulan madu ke Jepang, karena Natalia ingin menikmati tempat tempat wisata yang ada di negara yang terkenal dengan bunga sakura nya.


" Have fun sayang, selama kalian berdua bulan madu." Ucap Iis bahagia melihat Natalia dan Bobby yang mau menikmati bulan madu setelah pernikahannya kemarin selesai dilaksanakan.


" Iyah bunda, kita pamit untuk jalan jalan yah" Ucap Natalia bahagia sekali, karena bisa merasakan jalan jalan berdua dengan Bobby dan selama seminggu.


" Saya titip adik saya yah Bobby, awas jangan sampai lecet loh." Ucap Marsya bahagia, melihat Natalia semakin deket dan romantis bersama Bobby.


" Tenang saja kaka ipar, akan saya jagain dengan baik selama ada di Jepang tenang saja jangan cemas yah kaka ipar." Ucap Bobby yang tidak akan membiarkan Natalia lecet maupun jatuh, selama jalan jalan berdua.


" Semoga kalian selama disana selalu sehat, karena disana udaranya sangat dingin dan jangan lupa bawa jaket, sarung tangan, dan kaos kaki yah." Ucap Anisa berusaha peduli dan perhatian dengan Natalia, walaupun cuman sebentar Natalia menjadi anak tirinya, tapi Anisa sudah sayangi Natalia seperti anaknya sendiri


" Oke tante, Natalia titip bunda ya dan jangan bikin bunda sedih selama Natalia dan Bobby bulan madu selama seminggu" Tegas Natalia, Natalia berharap selama Natalia pergi tidak mendengar kabar kalo Iis banyak nangis


" Tidak sopan sekali bicara seperti itu ke orang tua, memangnya tante Anisa, sejahat itu yang bikin bunda kamu nangis" Ucap Rangga tidak terima dengan ucapannya Natalia, yang seolah olah Anisa menjadi penyebab Iis nangis.


" Cie segitunya dibelain, iyah tante tidak jahat, yang jahat itu ayah yang selalu tega bikin bunda nangis terus, awas saja jika Natalia tahu ayah sakitin bunda lagi selama kita pergi!" Ancam Natalia menatap sinis kearah Rangga, Natalia sejujurnya was was meninggalkan Iis sendirian dirumah, takut selalu disakitin oleh Rangga.

__ADS_1


" Anak tidak sopan, berani sekali bicara seperti itu, membuat saya malu saja dan membuat Anisa semakin kesel dengan saya cuman karena ucapannya Natalia." Batin Rangga yang semakin kesel dengan Natalia, karena Natalia tidak bisa menahan emosinya sama sekali.


" Yah sudah semuanya kita berangkat dulu, karena mobil jemputan kita sudah tiba." Lanjut Bobby.


Bobby mencium tangannya Nando, Lusi, Anisa, Iis, dan Rangga. begitu dengan Natalia gantian ikut mencium tangannya Nando, Lusi, Anisa, Iis, dan melewatkan Rangga karena Natalia bener bener kecewa dengan Rangga yang tidak bisa menghargai anak sendiri. Bobby langsung ajak Natalia masuk kedalam mobil dan menuju ke bandara.


" Kalian pulang bersama siapa?" Tanya Lusi melihat Anisa dan Iis


" Bersama saya saja bagaimana? supaya kita bisa jalan jalan bertiga sebelum sampai rumah?" Tanya Rangga, Rangga sejujurnya ingin sekali anterin Anisa pulang tapi tidak berani modus sekarang.


" Yah sudah, bunda dan mamah pulangnya bersama kita saja, sekalian kita ke rumah sakit soalnya Marsya mau cek kandungan hari ini." Ucap Marsya, Marsya tidak keberatan jika Iis ikut ke rumah sakit, Marsya setuju dengan ucapannya Iis kalo Rangga memang mau modus ke Anisa dari pada ribut dijalan dan kasihan Iis nya juga


" Ide yang bagus, tidak masalah saya ikut ke rumah sakit, dari pada harus lihatin orang pacaran selama perjalanan pulang." Tegas Iis, Iis tidak mau lagi di manfaatin oleh Rangga.


" Kalo mamah apa mau aku temani sayang?" Tanya Rangga, Rangga berusaha panggilan sayang ke Anisa.


" Maaf tidak mau, lagian kita sudah bercerai, jadi stop panggil saya dengan sebutan itu lagi dan tolong hargai keputusan saya." Tegas Anisa yang mulai tidak suka dengan ucapan Rangga, yang masih paksakan keadaan untuk bisa kembali.

__ADS_1


" Saran saya Rangga, ikhlas dan terima kenyataan hidup kamu, berdamai lah dengan keadaan sekarang, ikhlas jika kamu memang sudah kehilangan Iis dan Anisa sulit untuk bersatu kembali, jangan karena sikap kamu membuat Anisa, Iis, Dan anak anak kamu membenci kamu yang masih terlihat pilih kasihnya, selama ini saya tidak ingin ikut campur urusan kamu dan mantan istri kamu, tapi saya lihat kamu masih saja berusaha untuk paksakan keinginan kamu tanpa hargai keputusan orang lain,ingat Rangga saya tidak ingin cuman karena kamu lagi membuat Marsya jadi sedih dan banyak pikiran cuman karena kelakuan ayah nya yang seperti ini terus dan membuat anak kita banyak pikiran dan membuat calon cucu kita bermasalah nantinya." Tegas Nando, yang mulai emosi dengan kelakukan nya Rangga yang masih belum bisa move on, untuk menerima kenyataan hidupnya yang sudah kehilangan Iis dan Anisa untuk selamanya.


" Yuk masuk mobil, karena kita harus jalan ke rumah sakit, sebentar lagi dokternya mulai prakter" Ucap Satria, Satria sengaja ajak Marsya untuk masuk kedalam mobil, dari pada ribut terus dengan Rangga, yang tidak ada akhirnya.


Marsya mencium tangannya Nando, Lusi, dan Rangga. untuk masuk kedalam mobil, Marsya tidak mau ikut protes sama sekali, takut ganggu kondisi badannya dan tidak mau sakit, karena memikirkan keingannya Rangga untuk rujuk dengan Anisa.


Iis dan Anisa ikut masuk kedalam mobilnya Marsya dan Satria, untuk ikut ke rumah sakit sebelum kembali ke rumah.


" Ayah, sekarang kita ke panti asuhan, untuk melihat anak anak panti, bunda sudah rindu sekali dengan anak anak di panti sayang " Ucap Lusi,Lusi sudah rindu dengan anak anak di panti karena kemarin seharian tidak datang ke panti sama sekali.


" Tunggu, kalian tidak ingin apa, melihat orang tua kandungnya Marsya kembali bersatu lagi? Apa kalian tega melihat orang tuanya Marsya pisah seperti Ini?" Tanya Rangga heran, karena Nando dan Lusi tidak ada niatan untuk bantuin Rangga sama sekali.


" Selama kamu selalu sakitin Anisa otomatis bikin Marsya sedih, kamu tahu sendiri kan kalo saya selalu berusaha membuat Marsya bahagia didekat kita berdua bahkan sampai sekarang, oleh karena itu Rangga setiap kamu ajak rujuk Anisa tapi ada modus yang keliatan oleh kita,tentu kita tolak dari pada yang akhirnya membuat anak kita ikut sedih melihat orang tuanya yang tidak bisa akur sama sekali." Tegas Nando terus terang, Nando tidak mau melihat Marsya sedih cuman karena bantuin Rangga, tapi Rangga tidak bisa merubah sikap dan ucapannya sama sekali.


" Hayo sayang ke panti sekarang" Sambung Nando sambil pegang tangannya Lusi, untuk jalan dari pada ngobrol bersama Rangga yang tidak ada akhirnya sama sekali.


" Sial mereka, tidak mau membantu saya sama sekali." Batin Rangga kesel, melihat Nando dan Lusi pergi tanpa ada niatan untuk bantuin Rangga sama sekali

__ADS_1


__ADS_2