
Rangga melihat Iis lebih banyak diam dan lebih banyak main laptopnya, membuat Rangga bingung melihat perubahannya Iis hari ini tidak seperti biasanya yang banyak ajak ngobrol, tidak memberikan jatah sama sekali, dan tidak membantu Rangga siapin baju yang akan Rangga pakai hari ini.
" Bunda, mau sampai kapan diamkan ayah seperti ini sayang? ayah kan sudah minta maaf sayang, masa tidak mau maafin aku sih sayang, aku sedih melihat bunda diam terus hari ini dan aku rindu dengan bunda yang banyak ngobrol bersama aku sayang?" Tanya Rangga melihat Iis yang diam sambil melihat Rangga yang berdiri didepan nya
" Aku diam sampai anak aku menikah, setelah pernikahan anak aku selesai diselenggarakan, aku akan ajukan perceraian untuk kita, aku rasa pernikahan ini percuma bertahan lebih lama lagi" Ucap Iis yang cape harus melihat Rangga selalu pilih kasih dan terlalu membanggakan Marsya dan Satria
" Apa bercerai? sampai kapan pun aku tidak akan setuju kita bercerai sayang, maafin aku jika selama ini aku egois dan tidak terlalu mempedulikan perasaan bunda dan Natalia, berikan aku kesempatan kedua sayang, untuk bisa memperbaikin sikap aku" Lanjut Rangga yang tidak ingin bercerai, walaupun selalu kesel dengan ucapannya Iis tapi tidak ada keinginan untuk pisah
" Memperbaikin kesalahan setelah aku kecewa? kamu fikir aku apa hah,dengan mudah sakitin aku dengan ucapan dan sikap kamu yang seenaknya, kita pisah kamar sampai hari perceraian tiba, aku akan kembali ke kamar ini setelah kita resmi bercerai, saya akan tidur dengan Natalia sampai anak saya selesai acara pernikahannya, selama ini kamu tidak pernah anggap Natalia anak kamu kan dan tidak pernah bangga dengan Natalia dan kurangnya kasih sayang kamu ke Natalia beda sikap dan ucapan kamu ke Marsya yang begitu sayang dan peduli, orang tua mana yang tidak sedih melihat suaminya tidak peduli dengan anak sendiri dan terlalu pilih kasih?" Tanya Iis, yang selama ini berusaha diam dan tidak terlalu mempermasalhkan sikap dan ucapannya Rangga, tapi semakin lama semakin keterlaluan sikapnya Rangga ke Natalia.
__ADS_1
" Tidak ada yang pergi dari kamar ini, maafkan aku sayang aku janji akan menjadi suami yang lebih adil ke istri dan anak anak aku, aku mohon jangan minta cerai sayang, aku bener bener mencintai bunda sayang" Bujuk Rangga, Rangga peluk Iis supaya Iis mau luluh dan membatalkan perceraian,karena Anisa minta Rangga untuk membatalkan perceraian yang Iis inginkan
" Kamu jahat, selama ini seenaknya dan disaat saya sudah kecewa baru bujuk saya untuk tidak bercerai dan janji akan bersikap adil, kamu bener bener tidak punya hati sama sekali mas, kamu jahat" Lanjut Iis nangis dalam pelukannya Rangga
Rangga berusaha menahan bahannya Iis untuk tidak melepaskan pelukannya, dan membiarkan Iis pukul badannya sepuasnya, Rangga bener bener menyesal sudah keterlaluan menyakitin perasaannya Iis yang sudah berjasa dalam hidupnya Rangga
Dilain sisi, Natalia pelan pelan ikutin gambar yang sudah dibuat oleh Boby, untuk proyek yang client minta, client yang diberikan oleh Iis tadi pagi, Boby melihat Natalia mau fokus merasa senang dan akhirnya Natalia mau bisa kerjain proyek yang ada.
" Iyah sayang, ini aku mulai mengerjakannya dengan hati hati sayang,supaya tidak ada yang salah sama sekali" Ucap Natalia yang melihat kertas yang dipegangnya
__ADS_1
Natalia pelan pelan salin gambar yang sudah Boby buat sebelumnya,jika desain Natalia bagus dan rapih, maka desainnya Natalia lah yang akan diberikan ke clien, Boby dengan sabar memperhatikan Natalia gambar sampai selsai
Dilain sisi, Satria masuk keruangannya Marsya dan kaget melihat Marsya nangis didalam ruangannya
" Mami sayang, mami kenaapa nangis sayang,sudah jangan banyak fikiran sayang, ingat kata dokter sayang" Ucap Satria langsung peluk Marsya yang lagi nangis
" Kemarin pas acara makan malam keluarga, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Bunda dan mamah didepan cafe, selama ini bunda memperlakukan mamah seperti ART sayang, bunda bener bener benci dengan mamah dan tidak pernah suka mamah ada ditengah tengah rumah tangganya bersama ayah, Bunda bilang jika mamah adalah penyebab perubahan sikapnya ayah berubah ke bunda, dulu ayah begtu peduli dengan bunda dan Natalia, tapi setelah kehadiran mamah dan aku sikapnya ayah berubah ke bunda lebih sering marah marah dan ayah terlalu pilih kasih sikap dan ucapannya ke aku dari pada Natalia" Ucap Marsya lirih, karena inget fakta yang membuat Marsya sakit hati karena Anisa diperlakukan seperti ART oleh Iis, tapi Marsya mengerti kenapa Iis bisa setega itu ke ibu kandungnya
" Tadi aku ketemu dengan Natalia dan Natalia juga bilang jika aku dan mamah adalah alasan perubahan sikapnya ayah ke mereka tidak seperti dulu sebelum ada aku dan mamah dikehidupan mereka sayang, apa yang harus aku lakukan sayang, supaya Natalia tidak benci aku dan bunda juga tidak sakitin mamah selama ada dirumah sayang?" Tanya Marsya sambil melihat Satria yang masih setia peluk Marsya yang masih nangis
__ADS_1
" Tenang yah sayang, aku akan ketemu dengan ayah membahas masalah ini, dan aku akan bantuin supaya keluarga mami akur dan tidak ada yang merasa tersakitin lagi sayang" Lanjut Satria yang akan bantuin masalah keluarganya Marsya supaya damai dan tidak ada yang tersakiti lagi
Marsya yang mendengar ucapannya Satria merasa lega, karena Satria mau bantuin masalah orang tuanya, supaya bisa bener bener akur dan Iis tidak sakitin Anisa lagi secara diam diam terus