KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Bunda tidak


__ADS_3

Natalia Melihat Satria dan Marsya sapu ruang keluarga berdua, membuat Natalia jadi tidak sabar ingin secepatnya menikah dengan Boby.


" Romantisnya kalian sapu ruang keluarga berdua seperti itu" Ledek Natalia melihat Marsya dan Satria bareng membersihkan ruang keluarga


" Yah dong, oh yah katanya sudah jadian yah bareng Boby kemarin, selamat yah Natalia" Ucap Satria merasa lega karena rencananya berhasil, karena Boby berhasil meluluhkan hatinya Natalia


" Boby cerita sama kamu?" Tanya Natalia paling malas panggil Satria dan Marsya dengan sebutan ka


" Iyah, soalnyaa tanya tanya tentang pernikahan ke saya, oleh karena itu saya jadi tahu hubungan kalian yang mau taaruf dan segera menikah" Lanjut Satria merasa lega, karena akhirnya Natalia tidak akan menjadi plakor lagi dalam rumah tangganya


" Wah selamat yah Natalia, ka Marsya dan ka Satria, ikut bahagia mendengar kalo kamu dan Boby mau menikah, kalo butuh apapun bisa minta bantuan ke kita yah" Ucap Marsya ikut bahagia mendengar kabar adik tirinya mau menikah


" Kamu bahagia karena tidak ada lagi yang mendekati Satria kan? jangan sok baik deh didepan Satria, jadi orang kok cari perhatian ke suaminya sih malu kali?" Tanya Natalia senyum sinis kearah Marsya, walaupun Natalia menikah dengan Boby tidak bearti sikap Natalia jadi manis ke Marsya


" Astaga Natalia, kenapa berfikir negatif terus sih ke ka Marsya, beneran kaka ikut bahagia mendengar kabar kamu mau menikah dengan Boby" Lanjut Marsya sedih, karena Natalia tidak bisa baik sama sekali ke Marsya

__ADS_1


" Halah, munafik kamu tuh Marsya" Lanjut Natalia, Natalia malas sekali ngobrol lama lama bersama Marsya, karena Natalia mau Sampai kapan pun tidak akan pernah senang dengan kehadiran Marsya


" Sabar yah sayang, jangan diambil hati, tetap lah menjadi Marsya yang ramah, baik, dan sabar. karena Marsya seeperti itu lah yang aku cintai, lanjut yuk sayang, sebelum kita sarapan bersama ayah, mamah, dan bunda. sebelum berangkat kerja" Lanjut Satria berusaha menenangkan Marsya, supaya tidak sedih, kesel, dan sakit hati karena ucapannya Natalia


Dilain sisi, Nando Lusi melihat kamar kosong yang ada dirumahnya, ternyata masih ada dua kamar kosong yang bisa dipakai untuk kamar cucunya nanti


" Alhamdulilah yah rumah kita banyak kamar seperti ini, jika Marsya dan Satria punya banyak anak, tidak pusing untuk memikirkan kamar untuk anak anak mereka, dan tidak sabar melihat kamar ini penuh dengan kehadiran anak anaknya Marsya dan Satria" Ucap Nando yang melihat lihat kamar dirumahnya


" Iyah sayang, penantian panjang untuk bisa melihat kamar ini penuh yah sayang, dengan adanya anak anaknya Marsya dan Satria, aku tidak sabar denger kabar Marsya mengandung sayang" Ucap Lusi yang tidak sabar ingin menjadi seorang nenek


" Iyah sayang" Lanjut Nando yang tidak sabar ingin melihat anak anaknya Marsya hadir dalam kehidupanya Nando dan Lusi, dan memanggil Nando dan Lusi dengan sebutan kakek dan nenek


" Bunda tidak setuju pakai jasa ART lagi untuk dirumah ini" Ucap Iis yang tidak ingin membuat Anisa tidak melakukan apapun dirumahnya


" Kenapa bunda tidak setuju? Marsya ingin membuat mamah dan Bunda, tidak cape sama sekali merapihkan rumah, Marsya ingin sekali membuat kalian bisa menikmati hasil kerja keras Marsya dan Satria dengan jalan jalan setiap hari bertiga, tidak sibuk dengan pekerjaan rumah seharian terus?" Tanya Marsya heran karena Iis tidak setuju pakai ART lagi, padahal niat Marsya baik untuk memanjaakan orang tuanya

__ADS_1


" Bunda tahu niat baik Marsya ke kita, tapi bunda rasa beberes bersama sama berdua dari pagi sampai sore sangat menyenangkan kok, lagian kodrat seorang ibu rumah tangga yah memang seperti ini Marsya, dirumah pakai daster sambil merapihkan rumah, siapain makan dan perlengkapan kerja suami, setelah suami berangkat yah Lanjut beberes rumah, setelah selesai beberes kan bisa jalan jalan sampai Suami pulang kerja, jadi tidak usah lah pakai jasa orang lain terus" Lanjut Iis tidak ingin membuat Anisa tidak melakukan apapun dirumah, karena adanya orang lain yang merapihkan rumah.


" Mamah mau kan pakai jasa ART dan ayah bagaimana?" Tanya Satria melihat Anisa dan Rangga berharap mereka mau pakai jasa ART


" Selama kita masih kuat untuk merapihkan rumah ini, kenapa tidak kita jalani juga, lagian pengalaman pertama untuk ayah supaya bisa merasakan merapihkan rumah bersama kedua istri tercinta yang rajin rajin ini" Ucap Rangga yang tidak merasakan keberatan merapihkan rumah bersama Anisa dan Iis


" Mamah setuju saja" Ucap Anisa pasrah karena sudah tahu, jika Iis pasti akan kerjain Anisa lagi dan Anisa yang pasti akan lebih cape merapihkan rumahnya Iis


" Ya sudah lah jika kalian memang mau merapihkan rumah ini bertiga, Marsya tidak bisa melarang kalian, tapi jika kalian merasa tidak enak badan jangan paksakan diri untuk beberes yah ayah, mamah, dan bunda. karena Marsya akan sedih ketika mendengar kalian sakit karena kelelahan merapihkan rumah seluas ini yah" Lanjut Marsya sedih, karena ketiga orang tuanya mau mandiri merapihkan rumah, tanpa ada bantuan orang lain sama sekali


" Pasti sayang, kita tidak akan memaksakan diri kok, terimakasih yah kalian sudah memperhatian kondisi kita bertiga, insya allah kita selalu sehat untuk mandiri merapihkan rumah kita sendiri jadi tenang saja yah" Lanjut Rangga berusaha meyakini Marsya jika semuanya baik baik saja tanpa ada yang harus dikwatirkan cuman karena merapihkan rumah sendiri dan bertiga juga


Dilain sisi, Boby dan Rudi ngebahas perkembangan perusahaannya Rangga setelah dipegang oleh Marsya dan Satria selama beberapa bulan ini.


" Bagaimana kondisi perusahaan pak Rangga setelah dipegang oleh Marsya dan Satria beberapa bulan ini?" Tanya Boby penasaran, walaupun Boby pernah denger dari Satria, tapi mau denger lagi dari Rudi asistennya Rangga

__ADS_1


" Alhamdulillah sekali Boby, client yang sempet kecewa karena Natalia, tapi alhamdulillah sudah ada beberapa yang mau kasih kepercayaan,pembangunan proyek proyeknya ke perusahaan kita lagi, dan perusahaan tidak mengalami kerugian karena kekurangan pemasukan lagi, Marsya dan Satria memang pekerja profesional bisa kerja dengan baik, dan mau berjuang mendapatkan proyek yang tidak sedikit, ditengah tengah kesibukan mereka diperusahaan mereka sendiri, mereka memang layak menjadi pengganti pak Rangga diperusahaannya" Ucap Rudi yang tidak menyangka jika Marsya dan Satria mau berjuang menyelamatkan perusahaan Rangga dari ancaman bangkrut karena kekurangan pemasukan perusahaan yang pernah dialami sebelumnya.


" Kemampuan mereka berdua tidak bisa diragukan lagi, karena mereka mampu mendapatkan proyek waktu mereka masih kuliah, karena Marsya bener bener mau bantuin Nando supaya Nando tidak usah merasakan susahnya kerja lagi, selama Marsya yang pegang perusahan, jadi saya sih tidak heran jika Marsya mampu bantuin perusahaannya pak Rangga seperti sekarang" Lanjut Boby yang sering melihat bagaimana perjuangannya Satria dan Marsya mempelajari pekerjaan orang tua masing masing, sampai akhirnya mereka mampu untuk mandiri mengerjakan proyek yang ada


__ADS_2