KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Tidak belanja


__ADS_3

Natalia ikut Marsya, Rangga, Satria, dan Bobby belanja kebutuhan nya Rangga dan barang barangnya Rangga, Natalia nahan amarahnya melihat Rangga terlalu memperhatikan Marsya.


" Marsya, masa cuman ayah saja yang belanja, kamu dan calon cucu ayah tidak belanja?" Tanya Rangga yang melihat Marsya tidak belanja apapun


" Nanti saja ayah, sekarang kita temani ayah belanja soalnya kan kita mau anterin ayah ke apartemen" Ucap Marsya yang mau anterin Rangga ke apartemen dan bantuin merapihkan apatermennya


" Yah tidak asik dong, Satria belanjain istri kamu juga dong masa cuman temani ayah saja." Lanjut Rangga yang tidak ingin melihat Marsya tidak belanja apapun.


" Sepertinya kita salah ikut anterin ayah belanja" Protes Natalia kesel, karena dari awal sampai Mall, selama belanja, dan selesai belanja. Selalu saja yang diperhatikan dan dipedulikan anak kesayangannya terus.


" Sabar sayang, kita hargai saja keinginannya Marsya dan Satria, jangan dibawa kesel yah sayang" Bujuk Bobby berusaha membuat Marsya tidak marah dengan Rangga


" Kita seperti bodyguard nya ayah, disuruh bawain belanjaan tanpa diajak bicara sama sekali. Aku merasa direndahkan oleh ayah" Protes Natalia bahkan jalan dibelakang tanpa boleh disampingnya Marsya dan Satria


" Memang keterlaluan memang, orang yang tidak tahu diri sama sekali sebagai ayah kok tega sekali, tidak anggap anaknya sama sekali." Batin Bobby kesel melihat tingkahnya Rangga


" Sayang, mau beli cemilan tidak sayang? Ayah sedih melihat mami tidak belanja sama sekali?" Tanya Satria langsung melihat Marsya yang tidak ada niatan belanja sama sekali


" Yah baik lah, kita belanja makanan" Lanjut Marsya pasrah, padahal tidak mau belanja karena masih ada cemilan didalam kulkas


" Satria dan Marsya, kita pulang saja yah, sepertinya kita tidak dianggap sama sekali oleh kalian, bahkan kita seperti bodyguard yang bawain barang belanjaan kalian, memangnya kalian siapa memperlakukan kita seperti ini dan merendahkan kita sekali!" Bentak Natalia yang tidak bisa menahan amarahnya, Natalia melempar paparbage ke lantai Mall.


" Suruh siapa ikut belanja, saya cuman mau ditemani oleh mereka bukan kalian, kalo mau ikut yah harus mau bawa barang belanjaan saya dong." Ucap Rangga dengan sombongnya, sambil melihat Natalia yang tidak terima disuruh bawa barang belanjaannya.

__ADS_1


Bugh, satu tonjokan mendarat dibawahnya Rangga, Bobby sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, melihat Natalia disakitin oleh ayah nya sendiri ditempat umum lagi.


" Kita pulang sekarang sayang, biarin saja mereka yang urus laki laki tua tidak tahu diri itu berdua!" Bentak Bobby yang sudah emosi, karena semakin tidak dihargai oleh Rangga


" Maafin saya Bobby, jujur bukan seperti ini yang saya inginkan." Ucap Satria merasa bersalah, karena niat ajak belanja bareng justru jadi seperti ini


" Natalia maaf" Ucap Marsya yang tidak menyangka, jika Natalia merasa kesal dengan sikap dan ucapannya Rangga selama belanja, terlalu diabaikan oleh Rangga.


" Satria, sepertinya saya melarang keras Natalia bantuin kalian, untuk memenuhi biaya hidup laki laki tua yang tidak tahu diri itu, saya menghargai dia sebagai mertua saya, tapi jika sikap dan ucapannya semakin keterlaluan saya bisa marah dengan laki laki tua itu." Tegas Bobby, Bobby melihat Rangga dengan tatapan sinis dan mengepalkan tangannya saking keselnya dengan Rangga.


" Maafin saya Bobby" Lanjut Satria yang merasa bersalah dengan Bobby


" Pergi sana anak tidak tahu malu, saya tidak butuh anak seperti kamu." Ledek Rangga, Rangga semakin tidak menghargai Natalia dan Bobby sama sekali.


Marsya sedih sekali karena niat jalan jalan, justru berakhir dengan berantem karena Rangga semakin keterlaluan, Satria membawakan paparbage nya Rangga supaya tidak ada yang dibawakan oleh Marsya.


Satria langsung ajak Marsya dan Rangga melanjutkan jalannya menuju parkiran mobil, tidak lagi melanjutkan belanja lagi.


Dilain sisi, Nando sendiri lah yah menghias kamar pribadi untuk cucunya, membuat Anisa mempersilahkan Nando membersihkan kamar untuk cucunya nanti.


" Andaikan ayah tidak bertingkah, sekarang pasti ayah juga sibuk siapkan kamar untuk cucunya dirumahnya Iis." Batin Anisa sedih, karena tidak bisa hias kamar untuk cucunya bersama Rangga dan harapannya sirna begitu saja.


" Kamarnya kita cat warna biru dan wallpaper nya kita kasih kartun yang netral untuk anak laki dan perempuan,  jika sudah gedean sedikit baru kita rubah sesuai nanti Marsya lahirannya anak laki atau perempuan" Ucap Nando yang sudah siapkan cat untuk kamar cucunya.

__ADS_1


" Ide yang bagus, akhirnya kamar ini dipakai juga yah, untuk kamar cucu pertama kita. Dikamar ini ada kulkas dan kompor kecil untuk masak air panas kalo malam panasin ASI" Ucap Lusi yang tidak sabar ingin temani Marsya belanja keperluan kamar anaknya


" Boleh saja sih, kita tidak usah pakai babysister segala yah, supaya cucu pertama kita tidur sama saya saja, supaya saya tidak sendirian lagi" Ucap Anisa yang ingin tidur bersama cucunya nanti


" Boleh saja Anisa, kita juga kurang setuju ada babysister segala, apa lagi kita kan sering di rumah juga." Lanjut Lusi yang setuju tidak ada babysister yang bantuin urus cucunya nanti


Anisa bahagia sekali karena Nando dan Lusi bener bener peduli dengan cucunya, Anisa lega Marsya dibesarkan dengan orang yang tepat dan baiknya luar biasa seperti Lusi dan Nando.


Dilain sisi, Natalia semakin malas bersikap manis dan baik ke Rangga, karena tidak pernah di hargai justru semakin disakiti oleh Rangga.


" Sayang, jika Satria dan Marsya ajak kamu untuk jenguk laki laki tua itu, atau ajak jalan bareng kamu tolak sayang, percuma diturutin karena tidak dihargai sama sekali, heran segitunya amat sayang dan peduli dengan anak pertamanya. Tidak cinta ke bunda terus sikap ke anak terlihat jelas sekali pilih kasihnya, tidak memikirkan perasaan anak sedih atau tidaknya, aku semakin benci dengan laki laki tua tidak tahu diri itu" Protes Natalia kesel, karena sikap dan ucapannya Rangga tidak berubah sama sekali ke anak sendiri


" Iyah sayang, aku tidak akan terima lagi ajakan mereka, enak sekali kita dicuekin padahal semua kebutuhan ayah dibelikan dari kita. Aku jadi tidak ikhlas baik ke mertua macam itu sayang" Protes Bobby yang mulai benci dengan calon mertuanya, yang seenaknya dan tidak berfikir perasaan orang lain sama sekali.


Dilain sisi, Iis sekian lama tidak ke kantor akhirnya ke kantor lagi, Iis melihat barang barangnya Rangga masih ada di ruangannya minta Rudi untuk bakar.


" Rudi, tolong bakar semua barang barang punya Rangga, jangan berani berani kamu kasih milik dia yang ada di ruangan ini, karena saya tidak Sudi jika Rangga memilikinya lagi." Tegas Iis yang tidak membiarkan Rangga punya barang barang lamanya lagi, karena Rangga tidak punya hak lagi dengan barang barang lamanya.


" Baik Bu, akan saya bakar semua barang milik pak Rangga dan tidak ada yang saya sisakan satu pun, apa lagi dikasih ke pak Rangga Bu." Ucap Rudi mengerti kenapa Iis melarang Rangga punya barang barangnya, yang ada di ruangannya


" Bagus Rudi, kamu kerja disini sudah lama, saya harapkan kamu tetep menjadi orang kepercayaan saya dan tidak pernah hianati saya sedikit pun yah" Tegas Iis berharap, jika Rudi tidak pernah mengkhianati Iis dalam segala hal apa lagi untuk kepentingannya Rangga.


" Iyah bu, saya mengerti." Lanjut Rudi, Rudi langsung masukin barang barang pribadinya Rangga ke dalam kardus untuk dibakar, walaupun mubazir tapi Rudi mengerti kenapa Iis melarang dirinya untuk memberikan barang barang pribadinya Rangga yang masih ada didalam ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2