KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Kakek dan nenek


__ADS_3

Natalia yang lagi jalan jalan bersama Boby terpaksa harus pulang, karena Natalia mendapatkan kabar jika Marsya dan Satria mau ajak makan malam keluarga besar.


“ Sayang, apa kamu ikut pulang juga? Katanya Satria dan Marsya ajak makan malam keluarga,  sebentar lagi kan kita menikah dan akan menjadi keluarga kan, ada baiknya sering ikut acara keluarga aku sayang” Ucap Natalia yang ingin ada pasangan juga, disaat acara makan bersama orang tua


“ Boleh sayang, aku juga ingin makan malam bersama calon calon mertua aku sayang” Ucap Boby yang setuju diajak makan malam


“ Asik, terimakasih sayang” Lanjut  Natalia bahagia sekali, karena bisa makan malam keluarga bersama Boby


Dilain sisi, Iis terpaksa ikut makan malam keluarga, acara syukuran karena Marsya lagi mengandung anak pertamanya, Iis tidak rela jika Rangga pergi berdua dengan Anisa sedangkan Iis dirumah saja


“ Alhamdulillah yah, kita akan menjadi kakek dan nenek, punya cucu pertama dan rumah ini akan ramai setelah Marsya melahirkan nanti” Ucap Rangga bahagaia sekali, karena akhirnya Marsya mengandung juga sekian lamanya


“ Iyah sayang, selama Marsya tinggal disini, aku ingin sekali temani Marsya makan sayang, jika Marsya mau makan di dapur sayang, tidak sabar aku ingin melihat perutnya Marsya membesar, dan temani Marsya cek kandungan juga sayang” Ucap Anisa bahagia sekali dan ingin menghabiskan banyak waktu bersama Marsya


“ Jadi ingat dulu saat mengandung anak pertama, ayah selalu turutin ngidam aku selama Sembilan bulan, sering ikut ke kantor soalnya lagi manja manjanya bersama ayah, selalu minta ditemani makan kalo makan sendiri sering ngambek, dan saat menyusui juga ayah selalu sama temani makan dan selalu membelikan banyak makanan, supaya Natalia tidak kekurangan nutrisi sama sekalim apa Marsya akan seperti aku yah yang akan manja berlebihan ke suami Selama mengandung dan menyusui juga” Ucap Iis sengaja cerita masa kehamilan didepan Anisa, karena Iis tahu jika Anisa diusir dari rumah saat usia kandungan lima bulan.


“ Itu saat saat menyenangkan bagi aku sayang, bisa memberikan full perhatian dan temani bunda makan, pengorbanan mencari makanan yang bunda ingin kan, sampai temen temen kantor bilang jika aku suami siaga dan rela tidur malam demi temani bunda makan supaya tidak merasa sendirian” Lanjut Rangga yang jadi ikut nostalgia saat Iis mengandung dan menyusui

__ADS_1


“ Sejujurnya aku ingin memiliki anak lagi sayang, tapi kanker yang bikin aku cuman bisa memberikan satu anak sayang, padahal aku ingin sekali bisa merasakan perhatian berlebihan dari ayah saat lagi mengandung Sembilan bulan dan menyusui selama dua tahun sayang” Lanjut Iis sedih, karena setelah Natalia besar, dokter melihat adanya kanker membuat Iis tidak bisa mengandung lagi, akhirnya diadakan operasi demi kesembuhan Iis dan  mebuat Iis tidak bisa memiliki anak lagi


“ Jangan sedih lagi sayang, aku bahagia kok mendapatkan satu anak dari bunda dan satu anak dari Mamah, membuat aku merasa cukup mempunyai dua anak dari perempuan yang aku cintai” Lanjut Rangga langsung merangkul Iis yang lagi sedih karena tidak bisa memberikan anak lagi untuk Rangga, sejujurnya Rangga juga sedih tidak bisa memiliki anak lagi dari Iis dan Anisa yang diajak rujuk justru tidak ingin memiliki anak lagi, karena Marsya sudah dewasa dan cocoknya punya cucu bukan anak diusia yang sudah tidak muda lagi


Anisa yang tidak terlalu banyak pengalaman saat mengandung bersama Rangga, cuman bisa menjadi pendengar yang baik dan tidak terlalu banyak  komentaar sama sekali, karena akan membuat Anisa sedih dan akan berantem


bersama Iis jika tahu apa yang dialami Anisa selama mengandung Sembilan bulan dan membesarkan Marsya seorang diri


Dilain sisi, Orang tuanya Satria, Nando, dan Lusi. Datang duluan untuk menikmati makan malam keluarga besar, sekaligus syukuran kehamilannya Marsya yang mendadak.


“ Alhamdulillah kita sebentar lagi jadi kakek dan nenek, waktu tidak terasa terlalu cepat berlalu yah, padahal baru merasa kemarin menikahi mereka dan sekarang mendapatkan kabar jika Marsya lagi mengandung anak pertama” Ucap Bunda nya Satria bahagia, karena akhirnya Marsya mengandung juga, sejujurnya orang tuanya Satria was was jika anak anaknya terlalu lama menunda punya anak, membuat Marsya akan kesulitan punya anak nantinya


wajib Marsya makan dan selalu kasih vitamin yang wajib Marsya minum setiap harinya dan Alhamdulillah hasilnya” Ucap Lusi bahagia karena bisa, melihat sendiri bagaimana Satria memperlakukan Marsya selama program punya anak dan bisa masak untuk Marsya setiap hari, Lusi tidak keberatan banyak masak demi Marsya tidak merasa kekurangan sama sekali


“ Begitu lah Satria, berusaha menjadi suami siaga, karena setiap hari selalu tanya saya bagaimana caranya menjadi suami selalu ada untuk istri apa lagi program hamil kemarin kan, walaupun kesel setiap hari dikirim chat oleh Satria dan sekarang justru bahagia sekali karena tidak sia sia setiap hari diganggu oleh Satria” Ucap Ayah nya Satria yang ingat bagaimana Satria kirim chat, menanyakan untuk memberikan perhatian lebih untuk istrinya


Dilain sisi, Natalia sejujurnya malas sekali melihat Anisa ada ditengah tengah orang tuanya, tapi Natalia tidak bisa terlalu melarang Anisa bisa bisa Rangga marah karena Natalia masih saja tidak menerima kehadirannya Anisa.

__ADS_1


" Marsya dan Satria mana? kenapa tidak bareng kita?" Tanya Natalia basa basi, Natalia sama sekali tidak melihat Anisa.


" Mereka dari rumah sakit langsung ke cafe katanya, yah sudah kita sekarang berangkat dan ketemu dengan bumil" Ucap Iis tidak sabar ingin membuat Anisa sedih, dengan kehamilannya Marsya.


" Pantesan mereka tidak ada disini" Ucap Boby yang langsung ajak Natalia dan orang tuanya untuk masuk kedalam mobilnya, karena Boby tidak ingin beda mobil dengan orang tuanya Natalia untuk ke cafe


Dilain sisi, Marsya mendengar setiap masukan dan pendapat yang diberikan Lusi dan mertuanya, selama seputar kehamilan.


" Tidak sabar mau melihat cucu pertama bunda sayang, dan bisa jalan jalan bersama cucu ke mall dan main bersama cucu" Ucap Bunda nya Satria yang ingin merasakan jalan jalan bersama cucu


" Sama jeng, saya juga sudah tidak sabar mau melihat cucu pertama dan jalan jalan bersama cucu pertama" Ucap Lusi yang ingin merasakan juga punya cucu dan diajak jalan bareng


" sabar yah nenek enek, masih lama delapan bulan lagi, doain yah supaya bumil dan calon cucu kalian selalu sehat sampai hari kelahiran tiba." Ucap Satria bahagia melihat antusias orang tuanya dengan kehamilannya Marsya dan bisa kompak dengan Lusi


" Iyahh, kamu juga wajib jagain istri kamu dengan baik, dan jangan terlalu sering panjat pinang, karena bahaya diawal mengandung untuk anak kalian, kalo diawal awal kan wajib setiap saat, tapi sudah mengandung seperti ini harus lebih sedikit dan tidak seenaknya." Ucap Ayah nya Satria berharap anaknya tidak hilaf


" Ikutin anjuran dari dokter kandungan, demi kebaikan anak kalian dan jangan seenaknya yah dan jangan paksa istri kamu loh Satria" Ucap Nando yang sejujurnya merasa lega karena Satria bukan tipe suami yang wajib panjat pinang setiap saat, jadi sebenernya aman disaat Marsya mengandung seperti sekarang.

__ADS_1


" Siap komandan, saya akan menjaga Marsya dan calon anak saya dengan baik, tidak terlalu paksakan soal panjat pinang, demi kesehatan ibu dan calon anak pastinya" Lanjut Satria pasrah karena dilarang untuk tidak terlalu aktif ajak panjat pinang selama Marsya lagi mengandung


__ADS_2