
Dalam diamnya, Dean menyantap nasi goreng buatan Sea, lagi dan lagi. Siapa sangka kalau pria itu ternyata bisa membuat nasi goreng senikmat itu.
Sea yang tadi nya lapar dan ingin menikmati nasi goreng buatannya, harus merelakan untuk Dean. Dia mengamati gadis itu menyantap nasi goreng buatannya dengan lahap. Tanpa pria itu sadari sebaris senyum muncul di bibirnya. Melihat cara makan gadis itu yang tidak jaim bahkan sangat berselera membuat Sea senang.
"Tak apa lah kelaparan, yang penting gadis ini kenyang," batinnya. Sea menyadari kalau dirinya bertanggung jawab pada diri gadis itu.
"Apa kau mau cerita apa yang sudah dilakukan Melodi kepadamu?" Sea membuka pembicaraan, menanyakan perihal insiden mempermalukan di depan teman-teman Melodi seperti yang tadi diucapkan oleh Dean.
"Sudahlah, aku tidak mau membahas itu lagi, sakit kepalaku. Gimanapun kubilang, Kau pasti lebih percaya kepada pacarmu itu jadi lebih baik aku diam," ucapnya meletakkan sendok dan garpu lalu menghabiskan air dalam gelas menyudahi acara makan malam dadakan itu.
"Aku perlu tahu. Biasanya Melodi tidak seperti itu. Dia selalu bersikap baik, bagaimana mungkin dia bisa menyakitimu bahkan mempermalukanmu di depan teman-temannya," jawab Sea. Dia bukan membela Melodi serta merta hanya karena gadis itu adalah kekasihnya tapi karena memang selama berhubungan dengan Melodi, Sea melihat dia adalah gadis yang baik, tidak mungkin memperlakukan orang lain dengan buruk, apalagi menghina di depan banyak orang.
"Terserah karena kalau kamu percaya aku atau tidak, kalau kamu mau memujinya juga terserah! Terima kasih untuk makan malamnya, aku pamit dulu ke kamar, ngantuk," jawabnya berdiri dari duduknya meninggalkan Sea yang hanya bisa menatap kepergiannya.
Paginya tanpa merasa bersalah, Melodi datang ke apartemen, hari ini karena hari Minggu tentu saja Sea dan Melodi ada di rumah.
__ADS_1
"Hai, Sayang kenapa kau tidak menghubungiku tadi malam? Aku menunggu teleponmu," ucap Melodi bergelayut manja di lengan pria itu.
"Bukankah nomormu yang tidak aktif? Berulang kali aku menghubungimu, tapi tidak bisa," jawab Sea melangkah masuk ke rumah setelah membukakan pintu bagi Melodi. Sampai sekarang memang gadis itu tidak tahu password masuk ke apartemennya, bukan tidak ingin memberitahu, hanya saja Melodi tidak pernah mempertanyakannya.
Mencium aroma masakan yang begitu nikmat, Melodi mencari dari sumbernya hingga tiba di pintu dapur dan melihat ada Dean di sana yang sedang memakai celemek, sibuk di depan penggorengan menciptakan menu-menu yang nikmat untuk makanan mereka pagi ini.
Tadinya Sea membantu mencuci piring bekas masak gadis itu, tapi yang ada setiap makanan yang baru disajikan pasti dicomot oleh pria itu yang membuat Dean memintanya untuk keluar saja.
"Wah, wangi sekali, Dean. Jadi laper nih. Aku boleh ikut sarapan di sini ya," ucap Melodi dengan ramah, beranjak mendekati Dean dan berdiri tepat di sampingnya gadis itu, bersikap seolah tidak ada hal buruk yang terjadi di antara mereka, seperti bukan Melodi yang baru saja mempermalukan Dean yang di depan teman-temannya kemarin.
"Eh Dean, mau ke mana kau pergi? Tunggu aku," ujar Melodi mengejar gadis itu hingga tiba di ruang tamu di mana Sea sedang duduk sembari menonton televisi, melihat keduanya dengan penuh tanda tanya.
Lihat'lah bagaimana mungkin Sea bisa percaya bahwa Melodi yang mengintimidasi Dean, terbukti saat ini justru Dean yang cuek dan tidak memedulikan panggilan Melodi.
"Dean, kamu nggak boleh gitu dong itu, Melodi manggil kamu, harusnya kamu menghargainya. Ini malah melengos pergi." Sea tidak terima kekasihnya diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Tapi Dean tidak menggubris, daripada dia melihat wajah Melodi, lebih bagus dia masuk ke dalam kamarnya dan menutup dengan membandingkan pintu kamar.
"Dia kasar banget sih, apa semua cewek Batak kayak gitu ya?" cibir
melodi menempelkan tubuhnya ke dada bidang Sea.
"Mel Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian berdua? Mengapa Dean begitu marah kepadamu? Katanya kau sudah mempermalukannya di depan teman-temanmu. Apa benar itu?"
"Jadi sekarang kau lebih percaya dengannya daripada aku, pacar kamu sendiri?" ucap Melodi dengan membentuk wajah cemberut kalau soal akting, jangan tanya dia jagonya. Apalagi Sea yang hatinya begitu polos pasti akan langsung percaya terhadapnya.
"Bukan begitu, sekarang aku tanya kemarin seharian kamu bawa ke mana dia? Kenapa pulang-pulang dia begitu marah dan mengatakan bahwa kau sudah mempermalukannya di depan teman-temanmu?"
"Aku tidak mempermalukannya, aku cuman bilang kalau cara berpakaian dia itu seperti udik, tidak sekelas kami para model, hanya itu. Oh iya satu lagi, aku memang bilang mungkin kamu malu punya pariban seperti dia makanya tidak mau dijodohkan dengan Dean, itu aja kok. Apa itu keterlaluan? Kan apa yang aku katakan benar semua," ucapnya ngeles.
Sea hanya bisa geleng-geleng kepala, tentu saja hal itu sangat menyakitkan bagi Dean, terlebih pada diri wanita, ketika wanita lain menghinanya maka perasaannya akan semakin sakit dan harga dirinya terluka. Pantas saja gadis itu marah dan melampiaskannya pada dirinya.
__ADS_1