Kenapa Harus Pariban?!

Kenapa Harus Pariban?!
Izin Pulang


__ADS_3

Bagaimana keadaan kalian, apa semua baik-baik saja? Sea sudah sehat'kan? Apa dia menyusahkanmu? Namboru harap kamu bersabar ya, untuk menjaganya sampai dia benar-benar sudah kembali sehat," ucap Namboru Uli ketika mau menghubungi Dean malam itu.


Sebenarnya wanita itu menghubungi ke nomor Sea, berbicara terlebih dahulu kepada anaknya, baru Sea memberikannya ponselnya kepada Dean. Entah apa yang mereka bicarakan, Dean tidak tahu karena Sea berbicara di ruang kerjanya.


"Nggak kok Namboru semua baik-baik saja. Sea juga sudah sehat, sudah mulai bekerja. Oh ya Namboru, karena ketepatan yang Namboru nelpon, sekalian'lah aku izin untuk pulang, ya. Lagian aku udah nggak dibutuhkan lagi di sini," ucap Dean penuh harap. Lagi pula untuk apa dia berlama-lama tinggal dengan Sea, awalnya'kan perjanjian dia mau datang ke Jakarta karena untuk mengurus pria itu dan sekarang pria itu sudah sehat kembali beraktifitas jadi, Dean pun sebaiknya pulang kembali ke Medan.


"Bukannya perjanjiannya dua minggu? Janganlah langsung pulang, Dean, di situlah dulu jaga si Sea, ya. Lagian kalau kalian lebih lama bersama'kan lebih cepat akrab, karena sebentar lagi juga kalian nikah," jawab Namboru yang langsung mematikan ucapan Dean, hingga keberanian Dean untuk memaksa hilang sudah.


Setelahnya mereka hanya membahas mengenai bagaimana keadaan dan kehidupan di luar negeri, terlebih di Amerika. Namboru Uli menjanjikan bahwa suatu hari dia dan Sea harus datang ke sana.


"Sebenarnya aku pengen kali ke luar negeri tapi ya, Namboru, tahu'lah bahwa ongkos ke sana'kan nggak sedikit," jawab Dean.

__ADS_1


"Kau jangan khawatir kalau masalah ongkos nanti Namboru belikan tiket pulang pergi Bagaimanapun kau akan menjadi parumaen (menantu) ku. Nanti kau datang sama dengan Sea kemari ya, nunggu aku tunggu," ujar Namboru Uli sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.


"Nih hape-mu," ucap Dean menyodorkan ponsel pria itu. Sea masih sibuk berkutat dengan layar laptopnya di ruang kerja, sepertinya pria itu harus lembur malam ini melihat bagaimana seriusnya Sea mengetik di sana.


"Letakkan saja di situ," jawabnya tanpa menoleh sedikitpun kepada Dean. Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 pagi, tapi pria itu masih saja sibuk mengerjakan pekerjaannya. Sebenarnya Dean tadi sudah tertidur Saat menonton drama Korea di laptopnya, pria itu mengetuk beberapa kali, tapi tidak mendengar, karena pintu kamar gadis itu tidak dikunci, Sea akhirnya masuk untuk membangunkan Dean.


Sudah pasti bisa ditebak akan ada keributan di antara keduanya. Dean menuduh Sea sengaja masuk ke kamarnya untuk melakukan perbuatan asusila, sementara Sea sukses menghina Dean dengan mengatakan bahwa sedikitpun dia tidak punya birahi kepada gadis seperti Dean.


"Ya, terus apa tujuanmu masuk ke kamarku? Kenapa kau tidak memanggilku saja? Sanggah Dean yang merasa terhina, tapi dia tidak mau menunjukkannya. Seandainya Sea tahu bahwa ingin menangis mendengar hinaan pria itu dan ketegaran yang ditunjukkan dari situ hanya kamuflase belaka.


Selama hidupnya, Dean tidak pernah mengenal sosok pria yang begitu tega menghina wanita. Sea benar-benar sangat keterlaluan. Dia bagaikan tetesan Dajjal yang tidak punya nurani. Kadang Dean bertanya dalam hatinya, apakah benar bahwa pria itu adalah anak kandung namborunya? Pasalnya Namboru Uli dan suaminya yang dia kenal adalah sosok pribadi yang sangat menyenangkan dan menghargai orang lain, sangat berbeda dengan monster brengsek itu.

__ADS_1


"Kau boleh melihat CCTV, bahwa aku berulang kali menggedor pintu kamarmu, memanggil namamu tapi kau tidak mau keluar. Lalu ketika pintu udah ku dapati tidak terkunci aku masuk dan membangunkan mu!"


"Alah, alasan! Memangnya untuk apa kau mencariku? Bukannya aku udah masak? Kau juga udah makan,.sekarang kau mau apa lagi?" Serang Dean yang ingin sekali menjambak rambut Sea.


"Nih, Namborumu nyariin! Dia mau ngomong sama kau dan tolong buang pikiran burukmu padaku! Sampai kapanpun, aku tidak akan tertarik untuk menyentuhmu," ucap Sea melempar ponselnya ke atas ranjang lalu meninggalkan kamar itu dengan membanting pintu sangat keras.


"Kau belum tidur? Jangan sampai kau sakit lagi. Kau baru saja sembuh dan kini sudah begadang. Bukankah pekerjaan itu bisa dilanjutkan lagi besok di kantor?" ucap Dean yang merasa khawatir kalau Sea nanti sampai drop lagi, kala sudah begitu yang susah adalah Dean, karena harus lebih lama mengurus pria itu seperti itu di sini.


Dia sudah sangat rindu dengan Ferdi, sebisa mungkin dia ingin cepat meninggalkan kota Jakarta dan bertemu dengan kekasih hatinya itu.


"File ini sudah ditunggu besok pagi-pagi sekali, tidak bisa ditunda lagi. Mungkin aku akan tidur dua jam lagi," jawab Sea. Untuk sesaat tad, dia merasa bahwa Dean mengkhawatirkan keadaannya dan hal itu seolah menggelitik hatinya.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan buatkan air jahe untukmu agar kau tidak masuk angin saat begadang malam ini," ucap Dean tanpa menunggu jawaban dari pria itu.


__ADS_2