
Dean mengempaskan tubuhnya ke atas ranjang, tangisnya bercucuran membasahi sarang bantal berwarna putih gading itu. Ferdi tidak menyetujui usulnya untuk kawin lari, pria itu meminta Dean untuk tenang dan lebih baik mereka membicarakannya berdua dengan kedua orang tua Dean, yang artinya hal itu hanya akan sia-sia.
"Kau gak akan mengerti, Bapak sama Mamaku nggak akan setuju. Sekarang pilihan ada padamu, kalau kau nggak mau membawaku kawin lari, artinya kau merelakan aku menikah dengan pria itu!" ancam Dean serius. Waktunya tidak banyak lagi. Beberapa hari lagi, dia akan menikah dengan Sea, pria yang sama sekali tidak dia cintai.
Didesak seperti itu, Ferdi benar-benar pusing, dia tidak mungkin membawa kabur Dean, seperti permintaan gadis itu. Dia juga harus memikirkan bagaimana perasaan kedua orang tuanya yang akan dicerca dan juga diserang oleh keluarga Dean.
Terbayang oleh Ferdi bagaimana pak Hotman akan mendatangi rumahnya, memarahi kedua orang tuanya bahkan mungkin membuat.
keributan di rumah itu karena sudah membawa Dean kabur.
__ADS_1
"Aku nggak bisa, De. Aku nggak mungkin membawamu kabur, ada keluargaku yang harus aku pikirkan juga. Kenapa kita tidak mencoba bicara saja atau aku akan membawa keluargaku untuk melamarmu. Tidak mungkin orang tuamu mengusir kami, bukan?" tanya Ferdi.
"Aku sudah bilang padamu, itu tidak akan ada gunanya. Sudahlah, kalau kau tidak mau, aku tidak akan memaksamu. Pulanglah, Fer, anggaplah ini pertemuan kita yang terakhir!" ucap Dean menatap nanar wajah Ferdi.
"De, jangan begini, dong. Aku yakin kita masih punya jalan keluarnya," ucap Ferdi memohon. Dia juga pusing memikirkan masalah mereka. Dia bukan tidak sayang pada Dean. Sangat cinta malah.
Tapi Dean yang sudah pasrah, menggelengkan kepalanya. "Pulanglah, Fer. Sebaiknya aku masuk, hubungan kita sampai sini aja," ucapnya meninggalkan pria itu.
Berhari-hari dia tidak mau keluar dari kamarnya, sampai ibunya datang membawa kabar bahwa Namboru Ulinya akan tiba minggu depan di Indonesia dan saat itu juga pernikahan mereka akan digelar.
__ADS_1
Tentu saja saat itu dunia Dean hancur, harapannya untuk bersama Ferdi sudah pupus. Lagi pula pria itu juga tidak mau berjuang dengannya lantas untuk apa dia menangisi hubungan mereka?
"Mama minta maaf ya nak tapi ini sudah keputusan keluarga itulah kalau kita ini baru mata sudah diharuskan patuh sama apa yang dikatakan oleh keluarga tidak bisa menolak," ucap Mak Tiur membelai rambut Dian yang saat itu berbaring dengan kepalanya diletakkan di pangkuan Mak Tiur.
"Kenapa anak perempuan harus selalu menurut dengan perintah bapaknya, walaupun itu mungkin menyakiti perasaannya sendiri? Bukankah aku juga berhak untuk mendapatkan kehidupanku, menemukan kebahagiaan yang aku inginkan?," ujar Dean yang tidak berhenti menangisi keadaannya.
Wanita berumur 45 tahun itu terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan Dean. Begitu'lah adat mereka, anak perempuan tidak berhak menolak kala sudah bapaknya yang angkat bicara. Mak Tiur tahu bahwa saat ini putri sulungnya itu begitu menderita, tapi dia juga tidak berdaya. Dia berharap semoga Sea benar-benar bisa membahagiakan putrinya itu.
Malamnya Dean masih sempat berpikir, mungkin dia masih punya kesempatan untuk lepas dari pernikahan itu. Segera dia menghubungi Sea, meminta bantuan untuk pria itu membatalkan pernikahan ini seperti janjinya dulu.
__ADS_1
"Kau bilang kau akan berusaha mencari jalan keluar untuk permasalahan kita, agar kita bisa membatalkan perjodohan ini, nyatanya apa? Namboru malah meminta untuk mempercepat pernikahan ini! Aku nggak mau Sea, kau harus bertanggung jawab! Kau harus mencari jalan keluarnya. Kau'kan bisa ngomong sama Namboru, bilang saja kalau kau gak mencintaiku dan bilang kalau kau sudah punya seseorang yang kau sayang. Bila perlu, kau katakan saja, kalau saat ini Melodi sedang hamil saat ini!" ucapkan masih penuh kekesalan.
"Apa kau sudah gila? Saat ini mamaku lagi sakit, kalau aku mengatakan hal itu sama aja aku membunuhnya. Aku juga nggak mau nikah samamu, tapi aku minta kau memikirkan kesehatan mamaku. Ini hanya sementara, kita ikutin saja keinginan mereka, nanti kita bisa bercerai diam-diam dan menikah dengan pasangan kita masing-masing tanpa sepengetahuan mereka, yang penting kesehatan mamaku sudah membaik dulu," jawab Sea yang membungkam mulut Dean.