Kenapa Harus Pariban?!

Kenapa Harus Pariban?!
Pindah Ke Jakarta


__ADS_3

Tidak mudah bagi dua orang dewasa yang saling mencintai menjalani hubungan jarak jauh. Namun, dihadapkan oleh keadaan, membuat Dean dan Ferdi tidak punya pilihan lain.


Waktu begitu cepat berlalu. Satu tahun mereka menjalani dan selama itu pula mereka bisa berkomitmen serius, memperjuangkan hubungan mereka.


Sementara Sea? Dia hanya tetap berjalan di relnya. Mencintai Dean dalam diam, seolah menjadi sahabat yang mendukung hubungan Dean dan kekasihnya.


Kalau kemarin mereka menikah karena Uli sakit, kali ini keduanya tidak punya pilihan lain selain menunda rencana perceraian mereka karena Pak Hotma yang kini masuk rumah sakit, kesehatannya memburuk dan mendapat serangan jantung.


"Kita tidak mungkin bercerai ketika keadaan tulang (paman) seperti itu. Lebih baik kita tunggu sampai keadaannya membaik," ucap Sea mengambil keputusan.


Walau berat hati, Dean menyetujui saran dari suaminya itu. Pasalnya ini berkaitan dengan ayahnya. Bagaimana mungkin pria tua itu akan bisa menerima kenyataan bahwa sebentar lagi anaknya akan menjadi janda, tepat saat kesehatan memburuk, jadi lebih baik mereka mempertahankan rumah tangga sampai keadaan sudah stabil. Lagi pula saat ini Ferdi belum mengajaknya untuk segera menikah, karena masih fokus pada karirnya.


Setelah menjelaskan kepada Ferdi perihal keadaan ayahnya, pria itu mengerti dan mengatakan lebih baik jangan mengambil resiko.


Rasa rindu yang sudah tidak terbendung lagi membuat Ferdi meminta pada Dean untuk pindah kuliah di Jakarta saja agar mereka bisa lebih dekat dan hubungan mereka bisa terjaga.


Hal itu tentu saja disambut gembira oleh Dean. Dia jelas ingin sekali dekat dengan Ferdi. Namun, menimbang statusnya saat ini, dia kembali memikirkan perasaan Sea. Apakah pria itu keberatan dengan rencana mereka. Jadi, dia memutuskan untuk membicarakan pada suaminya melalui telepon malam itu.

__ADS_1


"Tumben kau hubungiku malam ini. Biasanya kalau bukan aku yang lebih dulu menghubungi mu, kau nggak mungkin mencariku. Pasti ada sesuatu yang ingin kau bicarakan padaku. Katakan, ada apa?" tanya Sea yang penuh semangat menjawab telepon dari Dean.


Hanya Sea dan Tuhan yang tahu betapa pria itu bergembira setiap melihat nama Dean yang ada di layar ponselnya setiap benda pipih itu berdering.


Biasanya dia akan menghubungi jika ada masalah yang berhubungan dengan keluarga mereka. Kedekatan keduanya kini layaknya seperti seorang sahabat.


Baginya, Sea adalah sahabat terbaiknya. Dia sudah mulai dekat dan bisa menerima pria itu dalam hidupnya, walau masih sebatas kadar seorang sahabat.


Tanpa segan, dia akan mulai bercerita mengenai apapun kejadian yang dialaminya. Bisa mengenai keadaan di kampus, keluarga ataupun hubungannya dengan Ferdi. Dengan penuh sabar, Sea akan mendengarkan dan memberikan masukan jika gadis itu membutuhkannya.


"Katakan!" sambar Sea yang penasaran. Apa yang membuat gadis itu menggebu-gebu ingin mengajaknya bicara. Dari suaranya terdengar begitu bersemangat untuk bercerita.


"Aku ingin pindah kuliah ke Jakarta, apakah boleh?" tanya Dean to the point. Dia paling tidak bisa berbasa-basi dengan Sea.


Entah bagaimana gadis itu merasa sangat nyaman jika bercerita dengan Sea, seolah tidak ada batasan atau rasa segan apalagi rasa malu.


Jantung Sea hampir saja berhenti berdetak. Kalimat gadis itu tentu saja menyambar kesadarannya. Itu adalah berita besar baginya, mengetahui bahwa wanita yang dia cintai bermaksud untuk datang padanya adalah hal yang tidak berani dia impikan.

__ADS_1


"Serius? Mengapa tiba-tiba ingin pindah kemari?" tanya Sea antusias. Di balik nada suaranya dia tidak bisa menyimpan rasa gembiranya pada gadis itu.


"Jawab dulu, boleh atau tidak?" sosor Dean ingin mencari aman.


"Tentu saja boleh, dasar gadis bodoh!"


"Ferdi memintaku untuk pindah kuliah ke Jakarta. Jadi kami bisa lebih dekat. Katanya dia lelah pacaran jarak jauh dan ingin bersamaku, jadi memintaku untuk pindah ke sana saja," tukas Dean yang berhasil merobek jantung Sea lalu melemparkannya ke kandang serigala untuk dicabik.


Jadi, ini semua atas permintaan Ferdi? Begitu kuatnya pesona pria itu hingga bisa memerintah Dean sesuka hatinya.


"Sea? Boleh, gak?"


Lamunan Sea pecah atas suara rengekan Dean. Dia harus berkata apa? Tentu saja dia senang kalau Dean ingin kuliah di sini, tapi kenyataan rencana kepindahannya itu karena permintaan Ferdi, membuat harga diri Sea terinjak-injak.


"Boleh. Datang lah!"


Tidak ada yang bisa dia katakan. Dia tidak ingin membuat gadis itu sedih, jadi memutuskan untuk mengabulkan apapun permintaan Dean. Bukankah begitu cerita roman picisan? Sanggup menderita demi orang yang dia suka? Menyembunyikan perasaan alih-alih menjadi teman?

__ADS_1


__ADS_2