Kenapa Harus Pariban?!

Kenapa Harus Pariban?!
Perjalanan ke Amerika


__ADS_3

Saat tiba di rumah, Dean sama sekali tidak mendapati Sea. Dia pikir bapaknya pasti berbohong mengatakan kalau Sea datang agar dirinya cepat pulang ke rumah.


"Akhirnya kau pulang juga, Kak! Dari tadi Bapak ngomel. Kenapa lama? Bukannya dari jam 06.00 tadi udah disuruh pulang, ini udah jam 08.00 baru sampai di rumah," celoteh Sian.


Dean mendongak melihat adiknya yang berbicara padanya dengan nada tegas. Dean bertanya-tanya, sebenarnya ada masalah apa?


"Memangnya mau apa suruh aku pulang cepat? Mana mereka?" lanjutnya mengalihkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Biasanya kalau memang bapaknya menunggunya pulang begitu sampai di rumah, orang tua itu akan segera mencarinya dan mengajaknya bicara, tapi nyatanya suasana rumah begitu hening.


"Bapak sama mama lagi beli tiket, cepat kau siapkan pakaianmu besok kau berangkat," jawab Sian meninggalkan Dean dalam kebingungan.


Berangkat ke mana? Dean sungguh tidak mengerti apa maksud adiknya itu. Memangnya mereka harus pergi ke mana ?Apa ada masalah dengan keluarga Bapak atau Mamanya di kampung? Tapi, kalaupun memang seperti itu biasanya kedua orang tuanya tidak mengajak dirinya pergi.


Dean memutuskan untuk menunggu kedua orang tuanya pulang di kamar saja. Setelah mencari kemanapun di rumah itu, orang tuanya memang sedang tidak ada.


Namun, baru akan memasuki kamarnya, langkanya terhenti ketika mendapati Sea ada di atas ranjangnya. Tentu saja Dean kaget. Hal itu membuktikan bahwa bapaknya tidak berbohong mengenai kedatangan Sea.


Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyelimuti hatinya, tanpa dia sadari senyumnya mengembang seperti seseorang yang senang bertemu dengan orang lain yang sudah lama tidak dia temui.

__ADS_1


Dean mundur, berniat keluar dari kamar itu dan bertanya kepada adiknya, tujuan Sian mengatakan tentang keberangkatannya tapi diurungkan karena Sea terbangun oleh gerakan Dean yang ada di ruangan itu.


"Kau sudah pulang? Lama sekali aku menunggumu, dari mana saja kau? Seharusnya begitu Bapak mengatakan bahwa aku datang, kau harusnya segera pulang ucap," pria itu mendudukkan dirinya. Berulang kali menguap dan mencoba menajamkan pandangannya ke arah Dean.


"Aku... Ada kerjaan yang harus aku lakukan. Kenapa tidak memberitahu ku terlebih dahulu kalau akan datang?" jawab Dean merasa gugup. Sekian lama mengenal Sea, baru kali ini dia benar-benar gugup berhadapan dengan pria itu.


Bahkan dia memaki jantungnya karena terus berdetak dengan kencang. Rasanya detaknya itu sampai terdengar oleh Sea.


"Kemarilah, ada yang ingin aku sampaikan padamu," ujar Sea menepuk tempat di sampingnya. Dean menurut dan masih dengan gugup duduk di samping pria itu.


Satu hal yang kemudian disadari pria itu, beberapa lama tidak bertemu dengan istrinya, Dean terlihat lebih menarik dan sangat cantik, terlebih jika berbicara begitu dekat dengan gadis itu, Sea bisa leluasa memandang wajah cantiknya. Sea sendiri tidak mengerti mengapa baru sekarang dia menyadari bahwa istrinya itu sangat cantik.


"Namboru masuk rumah sakit? Apa keadaannya baik-baik saja?" tanya Dean yang benar-benar cemas. Bagaimanapun Namboru nya itu begitu baik padanya, terlepas dari pemaksaan untuk menikahi putranya. Bagi Dean Namboru Uli adalah sosok wanita dan sekaligus ibu yang baik dan penyayang.


Pertanyaan Dean membawa Sea kembali ke alam nyata. Cukup sudah terpesona dengan gadis itu saat ini, ada masalah yang lebih serius yang harus mereka hadapi mengenai permintaan mamanya yang ingin keduanya tinggal di sana dalam waktu yang lama.


Sea tentu saja tidak mengatakan hal itu kepada Dean. Gadis itu pasti akan menolak berangkat bersamanya, kalau harus tinggal di sana lebih lama dan tentu saja jika gadis itu menolak, maka ibunya akan sedih dan keadaannya pasti semakin parah.

__ADS_1


Jadi, dia akan mengatakan kalau kedatangan mereka hanya untuk menjenguk ibunya sebentar saja, setelahnya mereka akan pulang begitu keadaan ibunya membaik.


"Kau akan menemaniku menjenguk mama ke sana?" tanya Sea dengan lembut, yang membuat jantung Dean yang tadi sudah sempat normal kini kembali berdetak lebih kencang.


Suatu hari dia harus periksa jantungnya ke dokter spesialis. Kalau terus mendapat serangan jantung seperti ini, bisa 'lewat' dia!


"Aku mau."


*


*


*


Aku datang, mau rekomen novel keren lagi, mampir ya


__ADS_1


__ADS_2