Kenapa Harus Pariban?!

Kenapa Harus Pariban?!
Grogi


__ADS_3

Dean tidak menyadari kalau kamarnya sudah disulap menjadi kamar pengantin, sejak kapan dan siapa pelakunya juga dia tidak tahu, yang jelas malam itu setelah hanya beberapa tamu yang masih tetap tinggal, Dean dan juga Sea diperkenankan untuk meninggalkan acara dan menuju kamar pengantin mereka.


Keduanya tanpa kikuk di dalam satu ruangan yang sama. Dean memilih duduk di tepi tempat tidur, dan Sea hanya duduk di meja belajar Dean, terlihat salah tingkah.


"Apa kita harus benar-benar tidur satu kamar malam ini? Apa sebaiknya kau tidak meminta pada bapakku untuk tidur di kamar Rade saja?" ucap Dean memecah kesunyian. Sejujurnya dia juga gugup sekali, padahal jelas malam ini mereka tidak akan melakukan hal apapun yang biasa dikerjakan oleh pengantin baru.


"Dan membiarkan mereka beranggapan bahwa kita menjalankan pernikahan ini hanya pura-pura?" sambar Sea yang merasa keberatan dengan ide Dean.


Apa gadis itu pikir, hanya dia yang merasa tidak nyaman tinggal di kamar itu bersama? Sea juga merasa gelisah dan sangat tidak nyaman?


"Jadi kita akan tetap tidur di kamar yang sama?" tanya Dean memperjelas.


Sea tidak lagi menjawab, dia memilih untuk bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar mandi. Dia ingin menyegarkan tubuhnya yang terasa berat.


Berulang kali terdengar Dean menghela napas panjang dan berat. Pikirannya tersita memikirkan Ferdi. Tubuh dan pikirannya lelah hingga tidak sadar kalau Ferdi sudah berjalan ke luar kamar mandi dan berdiri di depannya hanya dengan mengenakan handuk yang bergantung di pinggulnya.


Bola mata Dean membelalak, terkejut dengan aksi Sea. "Kau menyukai apa yang kau lihat?" tanyanya mengulum senyum. Spontan Dean membuang muka, pipinya merona merah dan jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


"A-apa yang kau lakukan? Ngapain kau kayak gitu? Enyah kau dari hadapanku!"


Tawa Sea pecah, dia baru kali ini melihat wajah seorang gadis yang malu hanya karena melihat dada seorang pria. "Gak mungkin dia belum pernah melihat pria tela*njang kan?" batin Sea, bukan berlalu dari sana justru duduk di samping Dean.


"Kok malah duduk di sini? jauhan dikit lah!" seru Dean kalang kabut. Rasanya dari kepalanya keluar asp karena begitu malu.


"Aku mau pake apa? Koperku ada di kamar Rade. Kau kirim lah pesan pada Sian, minta tolong ambilkan koper dari kamar Rade," jawab Sea yang masih mengulum senyumnya. Entah sejak kapan dia sangat suka melihat gadis itu mengerucutkan bibirnya, begitu menggemaskan.


Guna menyingkirkan rasa gugupnya, Dean bangkit, meraih ponselnya yang ada di atas nakas lalu mengirim pesan pada Sian, tapi sial ponselnya tidak aktif.


"Jadi gimana dong? Masa aku harus pakai handuk sepanjang malam ini?" tanya Sea memangku dagu. Dia yang bodoh, tidak memindahkan kopernya ke kamar Dean sebelum acara itu di mulai.


"Tunggu di sini, aku cari apa ada pakaian yang bisa kau pakai," ucapnya berjalan ke lemari. Dean memang gadis yang suka berpakaian longgar, sedikit tomboi. Dia banyak mengoleksi kaos oblong kebesaran dan juga Hoodie. Mungkin dia bisa meminjamkan pria itu, tapi bagaimana dengan celananya? Masa dia juga gratis meminjamkan celana pendeknya?


"Hanya ada ini," lanjut Dean menyerahkan kaos berwarna putih dan celana pendek yang dulu dia beli dua. Satu dia berikan pada Ferdi dan satu lagi untuk dirinya.


Segera Sea memakai pakaiannya, dan kembali pria itu duduk di sampingnya.

__ADS_1


Kembali suasana hening. "Kau gak mandi? Sini aku bantu buka kancing bajumu," ucap Sea menawarkan bantuannya.


Dean ingin membentak pria itu, beranggapan kalau punya niat jahat, tapi dia sadar kalau dirinya juga memang sudah tidak tahan memakai pakaian ini, bayangkan saja kamisol dia pakai sejak pagi. Dia ingin menolak tapi dia juga tidak bisa buka sendiri pakaiannya.


Perlahan Dean mengangguk, dan coba banyangkan, seluruh bulu kuduknya meremang, begitu gugup dan gemetar setiap jemari Sean menyentuh kulitnya, seperti terbakar dengan api tidak kasar mata.


"Sudah, pergi'lah mandi, nanti kau masuk angin karena terlalu malam," bisiknya parau.


*


*


*


Hai, mampir dong ke karya temanku, pasti gak nyesal deh


__ADS_1


__ADS_2