
Dean masih menetap jauh ke arah jalan di depan balkon kamarnya. Besok dia akan menikah dan malam ini Ferdi sudah mengatur semuanya. Dia tinggal di hotel tempat mereka akan langsung kan acara pernikahan mereka.
Semakin dekatnya hari pernikahan, Dean bukannya bahagia hatinya justru merasa sesak dan tidak tenang.
Orang tuanya juga sudah datang ke Jakarta karena pernikahan mereka akan dilangsungkan di ibukota. Hanya beberapa saja orang yang diundang, tampaknya keluarga Ferdi malu karena memiliki menantu seorang janda.
Dean tidak bisa menutup mata bahwa keluarga Ferdi memang tidak semuanya suka padanya. Ibunya, walaupun merestui pernikahan mereka, tapi jauh didasar hatinya, semua itu dia lakukan hanya untuk menyenangkan hati Ferdi bukan dengan tulus menerima Dean sebagai mantu.
Belum lagi adik-adik Ferdi yang menolak menerima dirinya menjadi kakak ipar seakan membuat Dean semakin berat untuknya menerima pernikahan ini.
Sudah sejak pagi tadi dia menangis. Dean sudah berdoa memohon Tuhan memberikan petunjuk agar hatinya bisa tenang. Namun, setiap mencoba ikhlas menjalani kehidupan yang sekarang kenapa wajah Sea yang justru muncul di pelupuk permatanya?
Sea tidak pernah membanding-bandingkan atau menuntut kesempurnaan atas dirinya seperti yang sering dilakukan Ferdi. Pria itu selalu memanjakannya dan memperbolehkannya melakukan apapun yang dia suka, sementara Ferdi menuntutnya menjadi seorang istri yang taat aturan suami. Bahkan Ferdi memutuskan agar Dean tidak perlu bekerja setelah selesai kuliah nanti, mengubur mimpinya. Apa ini yang dia inginkan? Apa benar dia bahagia dengan Ferdi?
Saat pikiran kacau dan hati yang tertekan, membuat dia memutuskan untuk pergi dari hotel itu dia berjalan dengan tergesa-gesa. Dean sendiri tidak tahu mau pergi ke mana. Namun, tanpa sadar dia justru mendatangi Sea.
Diliriknya jam di pergelangan tangannya belum jam pulang kerja. Dia yakin Sea masih ada di kantor.
Dugaannya benar. Setelah bertanya pada resepsionis dan menunjukkan ruangan Sea, akhirnya Dean kini bisa berdiri di depan pintu ruangan pria itu.
Perlahan dan dengan tangan gemetar dia membuka daun pintu setelah pemilik ruangan itu memerintahkannya untuk masuk.
"Dean? Kau di sini?" tanya Sea terkejut. Dia bangkit dari duduknya dan segera menyongsong kedatangan Dean yang terlihat begitu berantakan.
Matanya terlihat merah dan sembab yang menandakan gadis itu habis menangis.
"Ada apa?" tanya saya begitu khawatir. Walaupun mereka sudah berpisah dan telah begitu lama tidak pernah bertemu namun, selamanya Sea akan peduli dengan gadis itu. Dia tidak akan membiarkan kesedihan datang dalam hidup Dean.
"Hei, ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Sea lembut, dan kelembutan suara pria itu justru menghancurkan pertahanan Dean.
Gadis itu tidak menjawab justru memilih untuk masuk ke dalam pelukan pria itu, menangis tersedu-sedu di dadanya. Inilah tempat yang dia rindukan, inilah jawaban dari segala kebimbangannya.
Tempatnya di sini bersama pria itu, bukan bersama Ferdi. Kini dia yakin bahwa dia tidak bisa berpisah dengan Sea.
"Ada apa? Jangan menangis, kau membuatku khawatir," bisik Sea mengusap rambut panjang gadis itu.
"Aku... Aku gak mau pisah dengan mu. Aku gak bisa menikah dengan Ferdi, karena... Karena aku baru sadar kalau orang yang aku cinta adalah kau!" ucapnya terbata disela tangisnya.
Mendengar hal itu, Sea tentu saja terkejut, dia ingin melihat wajah Dean sekaligus mempertanyakan perkataan gadis itu, tapi Dean tidak mau melepas pelukannya. Wajahnya masih dia benamkan di dada pria itu.
__ADS_1
Sea mengalah. Dia diam. Membiarkan gadis itu memuaskan tangisnya di dada Sea. Keduanya berpelukan begitu lama. Hingga tangis Dean reda, dan Sea membawanya duduk.
"Apa yang kau inginkan Dean? Besok kau akan menikah dengan Ferdi, dan hari ini kau datang mengatakan kalau kau mencintaiku?" tanya Sea dengan perasaan sesak di dadanya.
Mengapa setelah mereka melangkah sejauh ini untuk berpisah barulah Dean mengatakan perasaannya kepada Sea? Sudah banyak hati yang dikorbankan mereka, banyak orang yang akan terluka dan merasa dipermainkan.
"Aku minta maaf, aku terlambat menyadarinya. Sekarang aku yakin orang yang aku cintai adalah kau. Sekarang jawab aku, apa kau tidak mencintaiku? Kalau memang tak ada cinta di hatimu, maka aku akan pergi, menikahi pria yang tidak aku cintai" ancam Dean.
Selalu gadis itu berhasil mengancamnya hingga Sea tidak bisa berbuat apapun. Bagaimana mungkin dia tidak mencintai wanita yang berhasil membuatnya menjadi zombie?
Dia sangat mencintai Dean, bahkan tidak sanggup menghitung detik demi detik hingga datangnya esok hari dan melihat gadis yang dicintainya menikah dengan pria lain.
"Katakan Sea, kau mencintaiku atau gak?"
"Menurutmu?"
"Kau mencintaiku!"
"Terus, kenapa masih nanya?" tukas Sea menghela napas.
"Namanya perempuan, kan harus jelas," jawab Dean mengukir senyum di bibirnya, lalu kembali masuk ke dalam pelukan pria itu lagi.
"Terus gimana ini? Besok kau akan nikah dengan Ferdi?" tanya Sea masih tidak melepas pelukannya.
"Kau kan laki-laki. Ngomong sama mamak bapakku, kalau kau gak bisa hidup tanpa aku, jadi merengek sama ku untuk rujuk lagi. Terus karena aku kasihan, aku terima lah permohonan mu," jawab Dean sembari tertawa.
Hufffh....Sea hanya bisa pasrah. Tentu saja dia akan melakukan semua perintah nyonya besar.
***
Sudah bisa dipastikan kalau keduanya dimarahi oleh pak Hotman dan bu Tiur. Dean sudah mempermalukan kedua orang tua dan keluarga karena mengatakan tidak ingin menikah di h-1 pernikahan nya.
Keluarga Ferdi marah besar, dianggap dipermainkan oleh keluarga Batubara. Ferdi bahkan sampai memaki Dean, kala wanita itu mengatakan niatnya.
Mungkin kalau Sea tidak mendampingi gadis itu saat menyampaikan niatnya membatalkan pernikahan mereka, Ferdi pasti sudah memukul Dean saking marahnya.
"Jadi, mau kalian apa?" hardik Pak Hotman setelah sekian lama memarahi mereka.
"Kami mau nikah lagi," jawab Dean tanpa malu dan beban. Hidupnya kini terasa ringan selama Sea ada di sampingnya.
__ADS_1
"Kalian ini! Suka hati kalian aja lah! Bapak capek. Sebentar cerai, sebentar mau rujuk lagi! Yang kalian pikirnya dunia ini milik kalian aja?"
"Bapak..." rengek Dean segera bangkit dari duduknya memeluk pria yang jadi cinta pertamanya itu.
"Aku minta maaf, Pak," ucap Dean memeluk pundak Pak Hotma. Dean tahu bagaimana malunya ayahnya dihina keluarga Ferdi, tapi dengan tegar, dia tetap pertahankan keinginan Dean di depan keluarga Ferdi.
"Kami minta maaf, kami tahu ini kesalahan anak kami. Kami benar-benar minta maaf, tapi sebagai orang tua, kami hanya bisa mengikuti keinginan anak kami yang dianggapnya bisa membahagiakan dirinya," ucap Hotman terus meminta maaf kala itu pada keluarga Ferdi.
Bagaimanapun yang paling penting bagi Hotman adalah kebahagiaan Dean, jika putrinya itu memang memilih untuk kembali kepada mantan suaminya, maka Hotman hanya bisa mendukungnya dan mendoakan yang terbaik bagi mereka.
"Jadi, kapan kalian akan menikah lagi?" Kali ini Tiur yang angkat bicara.
"Besok!" jawab Dean mantap yang membuat semua orang terbelalak, tidak terkecuali Sea.
***
Setelah menikah kembali secara dadakan dan hanya dihadiri keluarga inti, pasutri itu segera bertolak ke Amerika untuk berbulan madu.
Namun alasan sebenarnya mengapa dia memilih untuk datang ke Amerika adalah ingin ziarah ke makam namboru nya. Dia ingin menyampaikan kepada Uli bahwa kini dia menerima pernikahannya dengan Sea dengan senang hati dan berjanji akan membahagiakan putra namboru nya itu. Dean juga sempat menyampaikan kalau dia akan memberikan anak pada Sea, agar kain gendong yang dulu dititipkan Uli sebelum meninggal bisa dia pakai untuk menggendong si Ucok nantinya.
***
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Sea memiringkan tubuhnya menghadap Dean. Keduanya masih meringkuk saling berpelukan di bawah selimut, dalam keadaan polos setelah permainan panjang penuh kenikmatan.
"Aku bahagia. Terima kasih sudah mencintai ku sebanyak ini," jawab Dean membelai pipi Sea. Pria itu membalas dengan senyuman, lalu mencium bibir gadis itu dengan begitu lembut dan juga lama, menunjukkan betapa Sea sangat mencintai Dean.
"Aku belum memberikan hadiah pernikahan untukmu selain cincin pernikahan kita. Apa yang kau inginkan?" tanya Sea menangkup kedua pipi kemudian dan kembali mendaratkan ciuman di bibir gadis itu.
Perlahan Dean mengambil tangan Sea lalu membimbingnya dan meletakkan di atas rata-rata wanita itu.
"Aku ingin kau memberiku bibit Ucok di dalam perutku ini, agar nanti aku jaga selama sembilan bulan sebelum aku lahirkan ke dunia, menjadi tanda cinta kita selamanya," bisik Dean yang memajukan wajahnya dan mencium bibir Sea.
"As you wish, my Lady," jawab Sea menutup tubuh hingga kepala mereka ke dalam selimut lalu mulai membentuk adonan, agar si Ucok pun lahir.
*
*
-Tamat-
__ADS_1
Gais, akhirnya novel ini kelar. Maaf ya lama bgt buat menyelesaikannya. Terima kasih masih setia menunggu. Mampir ke novel otor yang lainnya. Terima kasih.