
Selagi Nina mencuci, Candra menunggu di ruang tengah sambil menonton televisi.
Sementara di kamar mandi ada Nina yang sedang memindahkan pakaian yang ada di keranjang satu persatu ke dalam mesin cuci.
Saat menemukan pakaian dinas Candra, Nina mencium aroma pakaian dinas itu. Aroma maskulin tubuh Candra masih menempel di pakaian dinas itu.
"Aku harus cari tau parfume apa yang di pake Mas Candra, jadi nanti saat aku punya pacar aku suruh pacar aku pake parfume yang sama dengan Mas Candra. Jadi kalau aku jalan sama pacar aku nanti, aku serasa lagi jalan sama Mas Candra. Apalagi kalau naik motor, serasa kayak meluk Mas Candra nanti." gumam Nina.
Semua pakaian kotor termasuk pakaian da.lam yang ada di keranjang pakaian kotor sudah masuk ke dalam mesin cuci. Sambil menunggu mesin selesai berputar, Nina lanjut bersih-bersih area dapur dan ruang makan.
Saat sedang membersihkan ruang makan, Nina melihat Candra yang sedang memukul-mukul punggungnya dengan alat pijat tradisional yang terbuat dari kayu.
Melihat itu, Nina tak tinggal diam. Dia ingat kalau tadi dia juga membeli koyo untuk Candra.
Nina pun berjalan menghampiri Candra.
"Pake ini aja Mas." ucap Nina sambil menyodorkan koyo yang tadi dia beli.
"Makasih." balas Candra sambil mengambil koyo dari tangan Nina.
Candra pun mengambil salah satu koyo lalu membuka sedikit perekatnya kemudian mencoba menempelkan koyo itu di bagian yang pegal. Tapi menyadari Nina masih ada di dekatnya, Candra mengurungkan niatnya memakai koyo karena tak ingin Nina melihat tubuhnya, sekalipun itu hanya bagian atas.
"Kenapa masih di situ?" tanya Candra.
Bukannya pergi, Nina malah mengambil koyo yang di pegang Candra.
"Sini aku pakein." ucap Nina sambil duduk disebelah Candra.
"Gak usah, gak usah. Nanti Mas pake sendiri." tolak Candra.
"Jangan bandel! Sampe lebaran kuda nil juga Mas Candra gak akan bisa makein koyo di punggung Mas sendiri, jadi biar Nina bantu." balas Nina.
__ADS_1
"Gak usah Nin. Mas beneran bisa kok." Candra masih berusaha menolak.
"Gak pa-pa Mas, udah sini." Nina langsung membalikkan badan Candra lalu membuka kaos Candra sebatas pundak. Candra hanya bisa pasrah.
"Yang mana Mas?" tanya Nina.
"Yang ini." jawab Candra sambil menunjuk titik yang terasa sangat pegal.
Nina pun menempelkan koyo itu ke titik yang Candra tunjuk.
"Terus yang mana lagi?" tanya Nina.
Kembali Candra menunjuk titik yang terasa pegal.
Dan sebanyak empat koyo menempel di punggung Candra.
Selesai menempelkan empat koyo itu, bukannya kembali ke dapur, Nina malah memberi servis lebih untuk Candra. Dia memijat-mijat badan Candra.
"Eh gak usah Nin, pake koyo aja udah cukup kok." tolak Candra.
Tapi Nina tidak peduli dan tetap memijat badan Candra mulai dari pundak, turun ke punggung lalu turun lagi ke pinggang kemudian naik lagi sampai ke kepala Candra.
Tak bisa Candra pungkiri pijatan Nina sangat enak, sangking enaknya Candra sampai berkali-kali bersendawa. Kata orang kalau saat di pijat yang di pijat bersendawa, tandanya anginnya keluar. Candra yang awalnya menolak malah menikmati pijatan Nina.
Eugh...
Candra bersendawa.
"Tuh enak kan Mas. Keluar tuh anginnya semua." ucap Nina.
"Kamu pinter pijat yah ternyata Nin." puji Candra.
__ADS_1
"Kan Nina sering pijat Bapak, Mas." jawab Nina.
"Oh pantes." balas Candra.
"Memangnya pijatan Mbak Harum gak enak yah Mas?" tanya Nina.
"Enak. Tapi pijatan Mbak mu cuma buat pijat enak, bukan buat ngeluarin angin kayak gini." jawab Candra.
"Hah? Maksudnya pijat enak itu gimana?" tanya Nina tidak paham.
"Maksudnya tenaganya Mbak mu mijat gak bisa sampe ngeluarin angin. Yah, cuma pijat-pijat buat pegel-pegel biasa aja." jawab Candra.
"Oh." balas Nina.
Setelah kurang lebih lima belas menit memihat badan Candra, Nina pun berhenti.
"Gimana Mas, udah enakkan?" tanya Nina.
Candra menganggukkan kepalanya.
"Makasih yah, badan Mas udah lebih ringan sekarang." ucap Candra.
Nina tersenyum tipis mendengar Candra puas dengan pijatannya.
"Ya udah Mas istirahat aja, Nina lihat cucian dulu." ucap Nina lalu beranjak dari duduknya dan kembali ke kamar mandi.
Setelah Nina pergi, Candra mematikan televisi lalu masuk ke dalam kamar.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1