Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 72


__ADS_3

Rumah Orangtua Harum.


Saat ini Candra, kakak kandungnya, kakak iparnya serta om-nya sudah berada di rumah orangtua Harum.


Ibu Candra tidak ikut, karena sudah sangat tua, makanya Candra meminta tolong pada kakaknya dan suami kakaknya serta om-nya (adik ibu Candra) untuk membantunya menjadi penengah.


Saat Candra dan keluarganya sampai di rumah orangtua Harum, Harum belum pulang dari pengadilan agama.


Tok... Tok... Candra mengetuk pintu rumah orangtua Harum.


Bu Darmi yang ada di kamar pun keluar dari dalam kamar, dia pikir Harum dan tim pengacara yang pulang. Tapi setelah melihat dari jendela, ternyata Candra dan keluarganya yang datang.


Sebenarnya Bu Darmi malas membukakan pintu rumah, tapi karena Bu Darmi masih menghargai kakak, kakak ipar dan Om-nya Candra, mau tidak mau Bu Darmi membuka pintu rumahnya untuk Candra.


"Selamat siang Bu." sapa Mbak Widari, kakak kandung Candra.


"Siang." jawab Bu Darmi.


Mbak Widari pun menyalim tangan Bu Darmi lalu diikuti Mas Bagas, suami Mbak Widari.


Bu Darmi membiarkan Mbak Widari dan Mas Bagas menyalim tangannya, tapi saat Candra ingin menyalim tangan Bu Darmi, Bu Darmi langsung menepis tangannya, dia tak sudi tangannya di sentuh oleh Candra.


Melihat Bu Darmi menolak disalim oleh keponakannya, Pak Jaya, Om-nya Candra langsung menyapa Bu Darmi.

__ADS_1


"Siang Bu." sapa Pak Jaya.


"Siang Pak." balas Bu Darmi.


"Kedatangan kami kesini, karena ada hal penting yang ingin kami bicarakan." ucap Pak Jaya.


"Mau bicara apa lagi? Saya rasa udah gak ada yang perlu di bicarakan." jawab Bu Darmi ketus.


Pak Jaya tersenyum malu. Bagaimana tidak malu kalau kedatangannya kesini karena masalah Candra yang berselingkuh.


"Bu, kita ngomongnya di dalam yah, biar enak." bujuk Mbak Widari.


Tutur bahasa Mbak Widari yang lembut membuat hati Bu Darmi sedikit melunak dan akhirnya mengizinkan Candra dan keluarganya untuk masuk ke dalam rumah.


Bu Darmi pun masuk lebih dulu dan duduk lebih dulu di sofa ruang tamu lalu di susul Candra dan keluarganya.


"Maaf yah, saya males sediain minum." ucap Bu Darmi.


"Gak pa-pa Bu, kami bisa beli warung kok nanti." balas Mbak Widari.


Bu Darmi memutar bola matanya malas.


"Cepetan mau ngomong apa?" desak Bu Darmi.

__ADS_1


"Harumnya mana yah Bu, bisa panggilin Harum dulu?" tanya Candra.


"Untuk apa kamu cari Harum?! Waktu selingkuh kamu gak inget Harum, sekarang aja kamu cari-cari Harum!" balas Bu Darmi ketus.


"Harum gak ada! Dia lagi pergi urus perceraian kalian!" kata Bu Darmi lagi.


"Serius Bu? Jangan gini lah Bu, Candra mohon tolong kasih Candra kesempatan satu kali lagi. Candra nyesel Bu, bener-bener nyesel." mohon Candra.


Melihat adiknya memohon, Mbak Widari memegang tangan Candra untuk tenang.


"Bu Darmi, Candra sudah menceritakan pada kami tentang masalah rumah tangganya. Kami juga tau kalau kesalahan yang Candra lakukan ini sangat fatal. Sebenarnya kami juga malu datang kesini untuk menghadap Ibu, tapi melihat penyesalan Candra, kami rasa tidak ada salahnya kalau Candra di beri kesempatan kedua." ucap Pak Jaya.


"Apa? Kesempatan kedua? Enak saja Bapak ngomong!" balas Bu Darmi.


"Sekarang saya tanya sama Bapak. Kalau seandainya suaminya Widari ini selingkuh dengan sepupunya Widari, apa bapak dan keluarga besar bapak masih mau menerima permintaan maaf suaminya Widari?" tanya Bu Darmi.


Pak Jaya terdiam. Karena kalau posisinya seperti itu, jelas dia tidak akan memaafkan suaminya Widari. Yah, walaupun statusnya dia hanya Om-nya Widari.


"Kamu gimana Dari? Mau gak kamu maafin suami kamu kalau suami kamu selingkuh sama sepupu kamu?" kini Bu Darmi bertanya pada Widari.


Widari juga terdiam.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2