Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 40


__ADS_3

Kini Candra sudah sampai di rumah.


Hoodie yang tadi di pakai Nina sudah Candra masukkan kedalam jok motor.


Harum yang sejak tadi menunggu kedatangan Candra di ruang tamu langsung berdiri dari duduknya dan membukakan pintu rumah agar Candra langsung memasukkan motor.


"Kok lama banget sih Mas?" tanya Harum.


"Susah nyari warung yang buka Sayang." jawab Candra.


Motor sudah terparkir di ruang tamu.


"Ini mie-nya, tolong masakin yah Sayang, laper banget." ucap Candra sambil memberikan kresek hitam yang berisi mie instan dan beberapa kerupuk.


Harum mengambil kresek hitam itu lalu berjalan ke dapur untuk memasak mie instan untuk Candra dan juga untuknya.


Begitu Harum di dapur, cepat-cepat Candra membuka jok motor lalu mengeluarkan hoodie Harum kemudian buru-buru masuk ke kamar dan menyimpan hoodie itu ke lemari dan tak lupa kunci warung juga Candra letakkan kembali di tempatnya setelah itu menyusul Harum di dapur.


Sesampainya di dapur, Candra langsung memeluk Harum dari belakang dan meletakkan dagu nya di bahu Harum.


"Kenapa bangun?" tanya Candra.


"Aku mau pipis tadi, eh pas bangun gak ngeliat kamu disamping aku. Pas keluar kamar motor juga gak ada." jawab Harum.


"Terus kamu mikirnya apa?" tanya Candra.


"Aku mikirnya kamu temui selingkuhan mu!" jawab Harum.


Jleb. Candra menelan salivanya kasar.

__ADS_1


"Kok mikirnya begitu sih? Jahat banget kamu mikir begitu."


"Ya habisnya tengah malam keluar saat istri lagi tidur. Kan biasanya yang kayak begitu suami-suami yang mau temui selingkuhan di luar sana." jawab Harum.


"Gak dong Sayang, mana mungkin lah aku selingkuhin kamu. Kamu kan tau sesayang apa aku sama kamu." balas Candra.


"Iya Mas, aku percaya sama kamu." balas Harum.


"Udah sana ah, tunggu di meja makan, jangan dempet-dempet begini kayak kembar dempet aja!" kata Harum lagi.


Cup. Candra mengecup pipi Harum terlebih dulu sebelum dia meninggalkan Harum.


Sesampainya di meja makan, Candra mengirim pesan ke Nina untuk mengingatkan Nina meminum pil kb-nya.


💋💋💋


Keesokan harinya.


Candra dan Harum sedang sarapan bersama.


"Mas..."


"Hemh..."


"Aku boleh gak buka warung lagi?" tanya Harum.


"Gak usah aneh-aneh kamu, kamu belum pulih betul udah mau buka warung lagi. Gak boleh! Aku gak izinin!" jawab Candra.


"Tapi aku bosen Mas di rumah terus." rengek Harum.

__ADS_1


"Tuh kan, apa aku bilang. Kalau kamu tinggal disini pasti banyak permintaan mu. Kalau tinggal di rumah Ibu, mana berani kamu ngomong gini sama Ibu." jawab Candra.


"Gak pokoknya gak boleh. Belum empat puluh hari, jadi kamu harus banyak-banyak istirahat. Nanti kalau udah empat puluh hari baru boleh." kata Candra lagi.


"Kasihan sama Edah dan karyawan yang lain. Mereka udah nanyain terus kapan warung buka. Mereka kan juga butuh uang." rayu Harum.


"Ayo lah Mas. Aku gak akan terima keteringan banyak-banyak deh Mas, janji, boleh yah Mas, please." rayu Harum dengan wajah memelas.


Melihat wajah melas Harum, Candra pun luluh.


"Bener yah gak terima ketringan banyak-banyak. Kalau aku tau kamu terima ketringan banyak-banyak, warung aku tutup permanen! Kamu gak boleh buka warung lagi." ucap Candra.


"Jadi boleh nih Mas?" tanya Harum.


"Hemh." balas Candra.


Harum langsung memeluk Candra dan mengecup pipi Candra bertubi-tubi.


"Makasih suami ku tercinta." ucap Harum.


"Oh iya satu lagi, kamu jangan ikut kerja, kamu liat-liat aja. Jangan kecapean, paham kamu." ucap Candra.


"Siap bos!" balas Harum.


Mereka pun kembali melanjutkan sarapan mereka.


Selesai sarapan, Candra pun berangkat bekerja. Setelah Candra pergi, Harum pun menghubungi karyawannya dan meminta para karyawannya pergi ke warung.


Sebelum warung kembali di buka, Harum ingin membersihkan warung yang sudah lama di tutup, Harum yakin pasti warungnya sudah sangat kotor dan berdebu.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2