
"Mungkin." jawab Nina.
"Bapak Nina kan supir bus antar kota, jarang ada di rumah, pulangnya dua minggu sekali. Dulu waktu SD, setiap ngeliat temen-temen Nina di anter jemput Bapaknya, Nina cemburu, Nina juga pengen di antar jemput Bapak. Sekalinya Bapak pulang, Bapak gak mau nganter-jemput." jawab Nina.
"Waktu kecil Nina juga cemburu sama Mbak Harum, Nina ngeliat hidup Mbak Harum kok enak, Bapaknya selalu ada buat Mbak Harum. Dulu, waktu Mbak Harum di bully karena badannya yang kurus, item, Pak Lik langsung pasang badan untuk Mbak Harum. Sedangkan Nina, gak ada yang bela Nina saat ada yang ngejek Nina anak supir, padahal Nina sudah pernah kasih tau Bapak kalau Nina sering di ejek di sekolah. Belum lagi Mbak Harum punya kakak laki-laki yang sayang juga sama Mbak Harum, sedangkan Nina, kakak Nina perempuan semua." kata Nina lagi.
"Nina cuma butuh sosok laki-laki yang bisa melindungi dan menyayangi Nina, Mas. Dan Nina bisa menemukan itu dari dalam diri Mas Candra." lanjut Nina.
"Banyak Nin yang kayak Mas. Kalau kamu mau, Mas bisa kenalin kamu sama temen Mas. Ada temen Mas yang penyayang juga, tapi dia duda satu anak. Istrinya meninggal setelah dua minggu melahirkan. Sekarang anaknya sudah tiga tahun." ucap Candra.
Nina menggeleng.
"Nina maunya Mas Candra aja." jawab Nina sambil memeluk erat Candra.
"Tapi hubungan kita gak akan mungkin selamanya Nin, kamu juga harus nikah." balas Candra.
"Nina belum kepikiran nikah sama orang lain Mas, jujur yang ada di pikiran Nina sekarang, cuma mau nikah sama Mas Candra." jawab Nina.
"Tapi Nin-"
"Iya Mas, Nina tau itu gak mungkin. Makanya Nina cuma butuh di perlakukan sama seperti Mas memperlakukan Mbak Harum. Soal nikah, pasti ada saatnya Nina akan memikirkan itu, tapi kalau sekarang Nina maunya cuma Mas Candra." jawab Nina.
Candra hanya bisa menghela nafasnya kasar.
💋💋💋
__ADS_1
Malam harinya.
Selesai makan malam, Candra pergi keluar dengan menggunakan motor Harum, bukan untuk pergi ke rumah Bu Darmi atau pergi kerumah Pak Camat seperti alasannya pada Harum, melainkan pergi ke apotik untuk membeli pil kb. Setelah itu kembali pulang kerumah.
"Apa itu Mas?" tanya Nina saat melihat kantong kresek yang Candra bawa. Isi kantong kresek hitam itu bukan hanya pil kb, tapi ada juga rokok dan cemilan untuk Nina.
Candra pun mengeluarkan sekotak pil kb dari dalam kantong kresek yang juga di masukkan ke dalam kresek putih.
"Ini." Candra memberikan kantong kresek putih itu pada Nina.
Nina pikir itu coklat atau ice cream. Dengan wajah berseri-seri, Nina mengambil kantong kresek itu dari tangan Candra lalu cepat-cepat membuka kontong kresek putih itu.
Wajah Nina berubah seketika begitu mengetahui kalau yang ada di dalam kantong kresek putih itu adalah pil kb.
"Iya." jawab Candra.
"Maksudnya apa ini Mas?" tanya Nina.
"Masa kamu gak paham sih Nin. Kamu tau kan pil kb itu fungsinya untuk apa."
"Iya tau, tapi kenapa harus Nina yang minum ini, kenapa gak Mas Candra aja yang pake pengaman?"
"Gak enak pake pengaman. Mas udah pernah coba sekali sama Mbak mu. Jadi mending kamu yang minum itu." jawab Nina.
"Kalau nanti temen-temen Nina liat minum ini gimana?" tanya Nina.
__ADS_1
"Nanti di pindahin ke tempat vitaminnya Mbak mu." jawab Candra.
"Dan satu lagi, itu minumnya harus tiap hari." kata Candra lagi.
"Kalau Nina lupa gimana?" tanya Nina.
"Pasang alarm biar kamu gak lupa." jawab Candra.
Nina memanyunkan bibirnya. Saat sakit saja dia malas minum obat, tapi sekarang dia malah di suruh minum pil kb setiap hari.
"Mau gak? Kalau gak mau ya udah, tapi kamu jangan tuntut Mas memperlakukan kamu seperti Mas memperlakukan Mbak mu."
"Iya mau, Mas." jawab Nina terpaksa.
"Nah gitu dong. Oh iya, ini cemilan buat kamu." balas Candra lalu memberikan cemilan yang tadi dia belikan untuk Nina.
Nina pun mengambil kresek hitam yang Candra sodorkan.
"Ya udah sana minum pilnya. Mas cari wadah vitaminnya Mbak mu dulu." perintah Candra lalu pergi ke kamarnya untuk mencari botol vitamin Harum yang sudah kosong.
Dan Nina berjalan ke dapur untuk meminum pil kb yang baru di beri Candra.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1