
Yang biasanya Harum tidak pernah membuka email, siang ini Harum sangat ingin membuka email di ponselnya.
Di ponselnya bukan hanya ada emailnya tapi ada juga email Candra yang memang sengaja Candra hubungkan ke ponsel Harum.
Setelah membuka email dan memeriksa kotak masuk, Harum pun masuk ke email Candra. Melihat ada beberapa pesan masuk, Harum pun membuka pesan itu.
Harum merasa itu bukan privasi Candra. Kalau memang privasi tidak mungkin Candra menghubungkan emailnya ke ponsel Harum.
Dari banyaknya pesan masuk, ada satu pesan masuk yang membuat Harum penasaran. Pesan masuk dari aplikasi pemesanan hotel.
Karena penasaran, Harum pun membuka pesan masuk dari aplikasi itu.
Untuk apa Mas Candra booking hotel di kota? Apa Mas Candra ada perjalanan dinas ke kota? Kalau iya, kenapa dia yang booking hotel? Bukannya biasanya sudah di sediakan dari kantor? gumam Harum bertanya-tanya dalam hati.
Perasaan Harum kembali tidak enak. Dia mencium sesuatu yang tidak beres.
💋💋💋
Pukul 19.00
Rumah Candra-Harum.
Saat ini Harum dan Candra sedang di meja makan. Harum sama sekali tidak menanyakan perihal bookingan hotel bahkan Harum juga tidak bertanya apa suaminya itu ada perjalanan dinas atau tidak.
"Rum..."
"Iya Mas." jawab Harum.
"Tolong siapin pakaian Mas yah, besok Mas mau ke kota, ada perjalanan dinas." ucap Candra.
__ADS_1
Harum menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan, dia mencoba mengontrol emosinya.
"Berapa hari Mas?" tanya Harum.
Dari email yang Harum baca, Candra membooking hotel di kota selama tiga hari. Dimulai dari hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Kalau Harum hitung, kemungkinan Candra baru akan check out di hari Minggu sore atau malam.
"Tiga hari, dari hari Jumat nanti hari Minggu sore pulang." jawab Candra.
"Kok hari Minggu baru pulang?" tanya Harum. Karena hari Minggu kan hari libur, jadi harusnya hari Sabtu sore atau malam Candra sudah bisa pulang.
"Katanya hari Minggu pagi ada acara gitu lah. Gak tau juga acara apa." jawab Candra.
"Oh." balas Harum pura-pura bodoh.
"Mas mau di packingin baju-baju yang mana aja?" tanya Harum.
"Yang pasti seragam sama batik harus masuk lah. Sisanya kemeja satu sama kaos santai satu dan celana jeans satu. Udah itu aja." jawab Candra.
Setelah makan malam selesai, Harum pun mengerjakan apa yang di minta Candra. Dia memasukkan pakaian-pakaian yang di minta Candra ke dalam koper, tak lupa pakaian dalam, handuk dan peralatan mandi juga tak lupa Harum masukkan.
Walau di hotel biasanya menyediakan handuk dan peralatan mandi, tapi Harum sangat tau kalau suaminya tak mau memakai barang-barang yang sudah di sediakan hotel termasuk sabun. Biasanya Candra selalu membawa pulang sabun dan pasta gigi yang di sediakan hotel dan diberikan pada Harum.
Saat Harum sedang packing-packing barang Candra, Candra berada di dalam kamar mandi, dia sedang buang air besar, sedangkan ponselnya tergeletak begitu saja di atas meja rias.
Jika biasanya Harum tidak tertarik ingin tahu isi ponsel suaminya, entah kenapa malam ini dia sangat ingin tau isi ponsel suaminya, terutama whatsapp.
Mumpung Candra sedang di kamar mandi, Harum pun menggunakan kesempatan ini untuk menyidak ponsel Candra.
Password layar kunci masih sama, Candra tidak merubahnya. Meski begitu itu tidak membuat Harum mengurungkan niatnya menyidak ponsel suaminya.
__ADS_1
Begitu layar kunci terbuka, Harum langsung membuka aplikasi whatsapp. Dari nama-nama yang mengirim pesan, Harum tidak menemukan ada nama perempuan yang mencurigakan.
Tapi ada satu nama yang aneh menurut Harum. Nama Mas Karyo.
Mas Karyo? Mas Karyo siapa? Mas Karyo tukang bersih-bersih di kantor camat? Ngapain juga Mas Candra chat-chatan sama Mas Karyo. gumam Harum dalam hati.
Penasaran dengan isi chat-chatan Candra dengan si Mas Karyo, Harum pun membuka isi chat-chatan itu.
Harum membaca chat paling atas terlebih dulu.
Di chat paling atas, Harum belum menemukan hal yang mencurigakan.
Harum terus menggeser kebawah. Semakin dia membaca chat di bawah, Harun melihat mereka sedang membicarakan tentang staycation di kota. Sampai akhirnya Harum menemukan nama Nina pada chat si Mas Karyo, seolah si Mas Karyo menyebut namanya adalah Nina.
Nina? Nina siapa? Nina sepupu aku? kaget Harum.
Penasaran dengan nomor si Mas Karyo ini, Harum membuka informasi tentang si Mas Karyo untuk melihat nomor si Mas Karyo kemudian mengambil ponselnya untuk mencocokkan nomor telepon Nina.
Sama. Nomor si Mas Karyo dengan nomor Nina sepupunya sama.
Dada Harum terasa sesak begitu mengetahui Candra mengubah nama Nina menjadi Mas Karyo dan mengetahui kalau Nina lah yang akan staycation bersama Candra di kota.
Jangan-jangan selingkuhan Mas Candra adalah Nina? Jangan-jangan waktu itu Mas Candra ke warung ku tengah malam bersama Nina? Jangan-jangan anting yang aku temukan di warung itu anting Nina? gumam Harum dalam hati.
Saat pikirannya sedang berkecamuk, tiba-tiba saja terdengar suara air dari dalam kamar mandi.
Cepat-cepat Harum merefresh ponsel Candra sebelum dia meletakkan kembali ponsel Candra di tempatnya.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...