Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 57


__ADS_3

"Ekheeeeem!!!" Bayu berdehem sekeras-kerasnya agar Gandhi sadar kalau yang ada di hadapannya itu bujang lapuk bukan vas bunga.


"Iih Mas apa-apaan sih, ada Bayu juga!" protes Yunda sambil spontan mendorong tubuh Gandhi.


"Biar aja lah, Bayu ini. Salah dia sendiri sampe sekarang masih jomblo." balas Gandhi sekalian menyindir Bayu.


Mendengar itu Bayu hanya memutar bola matanya malas.


"Aku serius mau ngomong, Mas." ucap Yunda.


"Tuh, kamu sendiri yang bilang ada Bayu, tapi kamu sendiri yang maksa-maksa aku di depan Bayu, gimana sih kamu! Tahan sebentar Sayang, ini udah mau selesai kok." balas Gandhi.


"Ish, isi otak kamu apaan sih Mas!" protes Yunda.


"Bukannya kamu mau ngajak... plak... plak... plak... (Gandhi menepukkan kedua tangannya)." balas Gandhi.


"Hish... gak tertolong lagi mesum mu, Mas!" balas Yunda sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Bayu menggelembungkan pipinya menahan tawa.


"Gak usah ngeledek kamu, Bay!" protes Gandhi sambil melempar pulpen ke arah Bayu.


"Terus kamu mau ngomongin apa dengan muka kamu yang kayak gitu?" tanya Gandhi.


Spontan Bayu ikut-ikutan melihat kearah Yunda.


"Jaga mata mu Bay! Istri orang ini!" tegur Gandhi karena Bayu melihat Yunda.


Bayu pun langsung memalingkan pandangannya dari Yunda dan kembali fokus ke laptop sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku mau ngomongin soal Harum, Mas." ucap Yunda.

__ADS_1


"Harum temen kamu? Atau Harum yang lain?" tanya Gandhi.


"Harum temen aku lah Mas. Memangnya ada orang di dekat aku yang namanya Harum selain Harum temen aku!" jawab Yunda.


"Ada apa dengan Harum?" tanya Gandhi sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa lalu melipat kedua tangannya di dada dan siap untuk mendengar apa yang ingin Yunda katakan. Sedangkan Bayu, dia masih fokus dengan pekerjaannya tapi telinganya tetap dia pasang untuk mendengar pembicaraan Yunda dan Gandhi.


"Dia tadi nelpon aku, katanya dia minta dicariin pengacara yang handal sama kamu." ucap Yunda.


"Kenapa dia tiba-tiba mau di cariin pengacara?" tanya Gandhi.


"Dia mau gugat cerai suaminya, katanya suaminya selingkuh." jawab Yunda.


"Ada buktinya gak kalau suaminya selingkuh? Jangan cuma asumsi aja." tanya Gandhi.


"Justru karena dia gak punya bukti makanya dia mau cari pengacara yang bisa bantu dia. Makanya dia minta tolong sama aku, Mas." jawab Yunda.


"Tapi dia udah yakin kalau suaminya itu selingkuh?" tanya Gandhi.


"Sama sepupunya sendiri lagi." kata Yunda.


Mata Gandhi membulat lebar.


"Laki-laki gak punya otak!" celetuk Bayu.


"Bener tuh Bay, gak punya otak! Kayak gak ada perempuan lain aja buat di jadiin selingkuhan!" timpal Gandhi.


"Oh... jadi kalau selingkuhnya bukan sama sepupu, sah sah aja gitu?" tanya Yunda dengan tatapan mengintimidasi.


Bayu menggelembungkan pipinya, sepertinya ini kesempatannya untuk membalaskan dendamnya pada Gandhi karena selama ini Gandhi selalu mengolok-oloknya bujang lapuk dan sering memanas-manasinya dengan kemesraannya bersama Yunda.


"Apalagi kalau selingkuhnya sama mantan kan Pak Bos." celetuk Bayu mengompori Yunda.

__ADS_1


Dan itu langsung mendapat tatapan tajam dari Gandhi.


"Oh... gitu maksud kamu Mas?" tanya Yunda dengan tatapan yang semakin tajam. Gara-gara bahas mantan, Yunda jadi teringat lagi dengan tatapan Gandhi untuk Nara.


"Lah... kan yang ngomong Bayu, Sayang, kenapa jadi aku yang kamu pelototin. Aku kan gak ada ngomong begitu. Aku juga gak bermaksud membenarkan perselingkuhan. Tadi tuh maksud aku kenapa suaminya Harum harus selingkuh sama sepupunya Harum, itukan sama aja suaminya Harum merusak tali persaudaraan antara Harum dan sepupunya. Gitu maksud aku Sayang." jawab Gandhi meluruskan kesalahpahaman Yunda.


Sedangkan Bayu terkekeh kecil melihat bosnya yang sedang ketar-ketir memberi penjelasan pada istrinya.


"Udah ah, jangan marah-marah lagi. Kan kita lagi ngebahas soal Harum, lah kok malah kita yang jadi berantem." ucap Gandhi mencoba meredam emosi istrinya.


Yunda pun menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar.


"Jadi kamu mau bantu cari pengacara untuk Harum gak Mas?" tanya Yunda.


Gandhi menjawab dengan anggukkan kepala.


"Serius Mas?" tanya Yunda.


"Iya Sayang. Nanti aku coba konsultasikan dengan Bang Batara, oke." jawab Gandhi.


Yunda pun langsung memeluk Gandhi.


"Makasih yah Mas." ucap Yunda.


"Sama-sama Sayang." balas Gandhi sambil mengelus punggung Yunda tapi matanya memberi tatapan tajam pada Bayu.


Awas kau yah Bay! Berani-beraninya nyebut mantan di depan Yunda, hampir aja aku tidur di ruang kerja kau buat! geram Gandhi dalam hati.


Sedangkan yang di beri tatapan tajam malah memasang wajah meledek.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2