Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 59


__ADS_3

Keesokan paginya.


Pagi ini Bayu, pengacara Batara dan satu orang tim pengacara Batara sudah berada di Solo. Dengan berbekal alamat yang di berikan Yunda pada Gandhi dan Gandhi memberikan pada Bayu, tiga orang itu langsung pergi ke rumah orangtua Harum dengan mencarter satu mobil travel.


Walau sebelumnya Bayu pernah pergi ke kampung halaman Yunda dan tau seberapa jauh perjalanan dari kota ke kampung halaman Yunda, tapi baru ini Bayu ngedumel sepanjang perjalanan dari kota ke rumah orangtua Harum. Padahal rumah orang tua Harum tidak sejauh rumah orangtua Yunda dulu. Mungkin karena dulu, saat Bayu pergi ke kampung halaman Yunda, saat di hari kerja, kalau sekarang dia pergi saat di hari liburnya. Sedangkan besok sudah hari Senin lagi.


"Udah jauh, jalanannya gujlak-gujluk lagi! Alamat besok kerja dengan badan yang pegel-pegel!" dumel Bayu pelan tapi masih bisa di dengar pengacara Batara yang duduk disampingnya, sedangkan anak buah pengacara Batara duduk di kursi penumpang di depan.


"Sabar Pak Bayu. Pasti nanti Pak Gandhi kasih bonus tiga kali lipat untuk Pak Bayu." balas pengacara Batara.


"Saya gak butuh bonus tiga kali lipat Bang, gaji satu bulan saya aja bisa untuk tiga bulan, jadi buat apa bonus banyak-banyak, cuma menuh-menuhin rekening aja." jawab Bayu.


Pengacara Batara terkekeh kecil.


"Makanya nikah Pak, biar ada yang habisin gaji satu bulannya." entah pengacara Batara sedang menyindir atau sedang menasehati Bayu. Tapi di telinga Bayu, pengacara Batara seperti sedang menyindir Bayu.

__ADS_1


"Mau nya sih juga begitu Bang, tapi belum ada yang srek di hati." balas Bayu.


"Memangnya Pak Bayu udah pernah nyoba cari?" tanya pengacara Batara.


"Belum sih. Hehehehe." jawab Bayu sambil menggarukan tengkuknya yang tidak gatal.


"Oalah... saya pikir udah pernah coba nyari. Yah itu sih namanya bukan belum ada yang srek di hati, Pak, itu namanya belum dicari yang srek di hati." balas pengacara Batara.


"Sama aja lah itu, Bang. Intinya sama-sama belum ada." jawab Bayu.


"Amit-amit deh Bang, jangan lah di jemput ajal dulu." balas Bayu.


"Ya makanya, Pak Bayu harus mulai cari lah pasangan hidup, jangan asik kerja mulu. Ingat Pak, yang nemenin kita di hari tua itu istri, bukan bos kita. Tuh Pak Gandhi aja udah dua kali nikah, karena dia sadar kalau dia butuh pendamping hidup untuk menemani hari tuanya. Masa Pak Bayu belum satu kali pun." balas pengacara Batara.


"Gimana mau dicari Bang, untuk istirahat aja susah, apalagi waktu untuk cari pasangan. Kan Bang Batara tau sendiri si Pak bos itu gimana, inovasinya banyak dan harus di kerjakan sat set sat set. Yah gak ada waktu lah untuk cari pasangan." jawab Bayu.

__ADS_1


"Bukannya Pak Gandhi pernah tawarin Pak Bayu cuti satu bulan biar Pak Bayu bisa cari pacar tapi malah Pak Bayu tolak?" tanya pengacara Batara.


"Waktu Pak Gandhi nawarin itu, saya memang belum ada niat untuk cari pasangan dulu, karena waktu itu saya lagi bangun rumah. Saya maunya rumah saya jadi dulu, baru saya cari pasangan hidup, makanya saya tolak tawarannya Pak Gandhi." jawab Bayu.


"Ya kalau gitu minta aja lagi sama Pak Gandhi tawaran yang waktu itu." balas pengacara Batara.


"Jangan sekarang lah Bang, masih banyak proyek yang harus di kerjakan. Nanti kalau perusahaan baru Pak Gandhi ini sudah mulai stabil baru nanti saya minta tawaran itu sama Pak Gandhi." jawab Bayu.


"Saya salut dengan dedikasi Pak Bayu untuk Pak Gandhi." puji pengacara Batara.


"Saya bisa seperti ini juga kan karena Pak Gandhi, Bang, jadi saya harus membalas semua kebaikan Pak Gandhi dengan dedikasi saya." balas Bayu.


Pengacara Batara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, setuju dengan kata-kata Bayu dan salut dengan prinsip Bayu.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2