Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 55


__ADS_3

"Kalau ada terus kamu mau apa?" tanya Pak Danu.


"Sa-saya mau bicara sama Harum, Pak." jawab Candra.


"Gak ada yang perlu kalian bicarakan! Saya tidak mengizinkan kamu bertemu dengan anak saya." balas Pak Danu.


Tiba-tiba saja Candra berlutut di hadapan Pak Danu dan memohon di pertemukan dengan Harum.


"Pak, Candra mohon Pak, pertemukan Candra dengan Harum, ada yang harus Candra omongin sama Harum." mohon Candra.


"Sudah di bilang gak ada yang perlu kamu omongin lagi! Waktu kamu selingkuh harusnya kamu tau konsekuensinya apa kalau sampai Harum tau perselingkuhan kamu! Sekarang baru kamu mohon-mohon!" bentak Pak Candra.


"Maafin Candra, Pak. Candra khilaf, tolong berikan Candra kesempatan kedua, Pak, Candra mohon pertemukan Candra dengan Harum, Candra mau minta maaf sama Harum, Candra mohon." mohon Candra lagi.


"Gak ada! Sana pulang kamu dan tunggu surat cerai dari Harum!" balas Pak Danu.


"Gak Pak, Candra gak mau cerai dengan Harum, Candra mohon Pak, tolong kasih kesempatan Candra sekali lagi, Candra ingin memperbaiki semuanya, tolong Pak." mohon Candra lagi.

__ADS_1


"Dasar laki-laki breng.sek!!!!" teriak Bu Darmi. Suara Candra yang begitu ribut memohon, terdengar sampai ke telinga Bu Darmi dikamar. Awalnya Bu Darmi enggan keluar kamar karena kalau dia keluar kamar dan melihat wajah Candra, bisa-bisa emosinya meledak lagi dan tekanan darahnya naik lagi. Tapi saat mendengar Candra terus-terus memohon dan tidak mau cerai dengan Harum, Bu Darmi pun tidak tahan untuk keluar dari kamarnya dan memaki menantunya itu.


Sontak Pak Danu dan Candra menoleh ke arah Bu Darmi yang sedang berjalan mendekati mereka.


Sesampainya di dekat Pak Danu dan Candra, Bu Darmi langsung menampar Candra.


PLAK.


"Masih berani kamu kesini hah! Masih berani kamu memohon maaf atas kesalahan kamu! Kesalahan kamu itu bukan kesalahan biasa, kesalahan kami itu kesalahan fatal! Kamu bukan hanya selingkuhin Harum, tapi karena naf.su biadab kamu, kamu juga merusak hubungan keluarga Ibu dan keluarga Nina! Kamu bener-bener laki-laki breng.sek!" maki Bu Darmi.


"Candra minta maaf Bu, Candra khilaf." balas Candra sambil menangis.


"Kamu jahat Candra, kamu jahat! Bapak dan Ibu sangat percaya sama kamu, tapi kenapa kamu melakukan ini pada kami, pada Harum!!" ucap Bu Darmi.


"Maaf Bu, maaf." hanya itu yang bisa Candra katakan pada kedua mertuanya.


"Sudah Bu, sudah. Ingat kesehatan Ibu." ucap Pak Danu sambil menjauhkan istrinya dari Candra.

__ADS_1


"Sekarang kamu pulang dan jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini!" usir Pak Danu.


"Tapi saya mau ketemu sama Harum, Pak. Tolong kasih kesempatan saya bicara dengan Harum sebentar saja." mohon Candra.


"Gak ada! Keluar kamu!" tolak Pak Danu lalu mendorong Candra keluar dari ruang tamu kemudian cepat-cepat mengunci pintu rumah.


Dor... Dor... Dor... Candra menggedor-gedor pintu rumah.


"Pak, Bu, buka pintunya, tolong kasih kesempatan saya menjelaskan pada Harum. Paaaak.... Buuuuuuuk." teriak Candra sambil menggedor-gedor pintu.


Bu Darmi langsung memeluk suaminya dan menangis dalam pelukan suaminya.


"Sudah Bu, sudah. Ingat kesehatan mu. Ayo kita ke kamar." ucap Pak Danu lalu menggiring istrinya ke kamar dan mengabaikan Candra yang masih menggedor-gedor pintu sambil teriak-teriak.


Sementara di dalam kamarnya, Harum menutup telinganya dengan bantal agar tak mendengar suara Candra. Dia takut kalau dia mendengar suara Candra yang memohon seperti itu hatinya luluh dan akhirnya memaafkan Candra, karena dia tahu hatinya masih sangat mencintai suaminya itu.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2