
"Mas mu ini kerja di kantor camat, jadi nanti kalau kamu dan temen-temen butuh bantuan apa-apa untuk tugas KKN ngomong aja sama Mas mu ini." ucap Bu Darmi.
"Terus Mbak Harum tinggal dimana? Di dekat sini juga?" tanya Nina.
"Gak. Kami tinggal di perumahan, gak jauh kok Nin dari sini, main-main yah kesana." jawab Nina.
"Pasti Mbak, tapi besok lah kalau Nina udah selesai beres-beresin barang." balas Nina.
"Terserah kamu aja kapan mau datang, ajak temen-temen kamu sekalian." balas Harum.
"Saudaranya Pak Candra rupanya." tiba-tiba Pak Camat datang menghampiri.
"Iya Pak, sepupunya istri saya." jawab Candra.
"Oh." balas Pak Camat.
"Ya sudah yuk kita masuk, istrinya Pak Candra sudah siapin makan siang untuk kita." timpal istri Pak Camat.
"Anak-anak ayo masuk, kita makan siang dulu. Barang-barangnya nanti aja di masukin, taro aja dulu di situ (teras) gak bakalan hilang kok." ucap Pak Camat pada anak-anak KKN.
"Yeay makan... makan..." sorak sorai anak-anak KKN. Namanya makan gratis siapa yang tidak senang.
Pak Camat dan istrinya, Candra, Harum dan Bu Darmi terkekeh kecil mendengar sorak sorai anak-anak KKN. Pak Camat dan istrinya pun masuk lebih dahulu ke dalam rumah lalu di susul Candra dan Harum kemudian Bu Darmi dan Nina setelah itu teman-teman Nina.
Di dalam rumah sudah di gelar tikar yang di siapkan warga yang tinggal di dekat posko. Mereka pun makan siang bersama.
__ADS_1
💋💋💋
Setelah selesai makan, Pak Camat dan istri pulang lebih dulu. Kemudian selang lima belas menit Harum, Candra dan Bu Marni ikut pamir pulang.
"Kamu gak mau ikut ke rumah Mbak mu, Nin?" tanya Bu Darmi.
"Besok-besok aja lah Bulik, sekarang mau beberes barang dulu." jawab Nina.
"Oh. Ya sudah, nanti kalau udah gak repot, main-main yah ke rumah Mbak mu. Rumahnya deket kok dari sini, di perumahan. Cuma ada satu perumahan disini dan di perumahan juga belum banyak penghuninya, jadi gampang lah kamu nyari rumah Mbak mu." balas Bu Darmi.
"Mbak mu juga punya warung makan di area pertokoan di depan perumahan, cari aja Warung Makan Harum Sari, nah punya nya Mbak mu itu, jadi kalau uang mu dan temen-temen mu habis dan kiriman belum datang, temen-temen mu bisa lah minta kasbon sama Mbak mu." kata Bu Darmi lagi.
"Hehehe... iya Bulik." jawab Nina.
"Iya Mbak, makasih yah." balas Nina.
"Ya sudah, Mbak pulang yah. Jaga diri baik-baik." pamit Harum.
Setelah berpamitan, Candra, Harum dan Bu Darmi pun pulang. Candra dan Harum tidak langsung pulang kerumah mereka melainkan mengantar Bu Darmi dulu ke rumah.
💋💋💋
Keesokan harinya.
Pukul 03.00
__ADS_1
Candra terbangun karena junior-nya yang bangun dan menendang-nendang jeruji kain minta di bebaskan.
Maklum saja memang biasanya jam segini para junior laki-laki akan bangun dan meronta minta dibebaskan dari jeruji kain. Apalagi junior Candra sudah seminggu tidak merasakan donat tembem milik Harum.
"Rum..." Candra memeluk Harum dari belakang sambil menciumi tengkuk leher Harum.
"Eugh... apa sih Mas?" tanya Harum tanpa membalikkan badannya dan mata yang masih tertutup.
"Pengen Rum." jawab Candra.
"Aku ngantuk Mas." tolak Harum.
"Sebentar aja Rum, udah seminggu loh kita berhubungan badan. Udah di ubun-ubun banget nih Rum." rengek Candra.
Harum menghela nafasnya kasar lalu membalikkan badannya.
"Sebentar aja yah Mas, aku ngantuk banget soalnya." ucap Harum.
Tanpa banyak omong lagi, Candra langsung mencium bibir Harum dan perlahan menindih tubuh Harum. Dengan mata yang mengantuk berat, Harum sedikit bermalas-malasan melayani suaminya di atas ranjang
Setelah satu minggu puasa, akhirnya junior Candra merasakan donat tembem Harum. Sebenarnya Candra ingin menambah satu ronde lagi tapi Harum menolak karena mengantuk.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1