Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 36


__ADS_3

"Kalau kaos aku dapet dari kamar setrika, aku lihat kotor terus aku masukin ke keranjang pakaian kotor. Kalau seprei, itu memang sprei bekas kamu pendarahan." jawab Candra.


"Kok bisa ada kamar setrika? Kan itu ada di lemari Mas. Aku udah lama gak make kaos itu, jadi gak mungkin kaos itu ada kamar strika. Dan seprei juga, aku yakin banget kok kalau seprei waktu aku pendarahan itu warna merah muda bukan ungu muda, orang aku yang ganti." balas Harum.


"Terus maksud kamu, aku bohong gitu?" tanya Candra.


"Bukan gitu Mas, aku cuma heran aja. Aku tuh inget banget Mas." jawab Harum.


"Ingatan kamu kan bisa aja salah. Kayak waktu dulu, waktu aku dinas ke luar kota, kamu bilang masukin batik aku yang warna coklat, eh gak taunya yang kamu masukin batik warna hijau. Bisa aja kan sekarang juga begitu. Pokoknya kaos itu aku dapet di kamar setrika dalam keadaan kotor dan seprei itu memang warna ungu muda bukan merah muda." balas Candra.


Harum diam. Dia sangat yakin kalau ingatannya tidak salah.


"Udah lah gak usah di pikirin, masalah sepele aja di pikirin, ingat, kamu gak boleh stress, jadi hal yang gak penting gak usah dianggap dan hal yang besar di perkecil, oke." ucap Candra sambil mendudukkan Harum di tepi ranjang.


"Sekarang kamu istirahat, biar aku yang nyuci. Kamu gak boleh ngapa-ngapain. Selesai nyuci, baru kita pulang ke rumah Ibu. Bisa kena omel Ibu nanti aku kalau aku gak bawa pulang kamu." ucap Candra.


"Aku gak mau pulang ke rumah Ibu, Mas." tolak Harum.


"Loh kok gitu?"

__ADS_1


"Aku bosen di rumah Ibu, Mas. Gak bisa ngapa-ngapain. Gak boleh ini, gak boleh itu. Kalau disini kan aku bisa ngurus kamu, ngurus rumah, jadi aku gak kebanyakan bengong. Kalau di rumah Ibu aku kebanyakan bengong." jawab Harum.


"Tapi kalau kamu disini, aku gak bisa merhatiin kamu, Rum, aku harus kerja. Kalau kamu depresi kayak dulu lagi gimana? Nanti aku yang di salahin Ibu. Mending kamu di rumah Ibu, toh Ibu juga ngizinin aku tinggal disana, jadi pulang kerja aku akan pulang kesana, tapi kalau aku ada rapat penting kayak hari ini, yah aku gak kesana."


Harum menggelengkan kepalanya.


"Aku lebih tenang tinggal disini sama kamu ketimbang di rumah Ibu." ucap Harum.


"Kalau Ibu marah sama aku gimana? Nanti Ibu pikir aku yang paksa kamu pulang kesini karena aku gak tahan pengen begituan."


"Kamu kan suami aku, kamu lebih berhak atas aku daripada orangtua aku. Kalau Ibu mikirnya ke arah sana yah tinggal kamu yakinkan aja Ibu kalau kamu masih waras gak akan mungkin minta begituan saat aku masih nifas." jawab Harum.


"Ayo lah Mas, kamu yakinin Ibu." bujuk Harum.


"Sekarang kamu istirahat, aku nyuci dulu." ucap Candra lalu keluar dari dalam kamar.


Cepat-cepat dia berjalan ke dapur dan mengambil keranjang cucian kotor dan membawanya ke kamar mandi lalu memasukkan semua pakaian kecuali seprei ke dalam mesin cuci. Karena Candra harus menyikat noda darah perawan Nina terlebih dahulu sebelum di cuci dengan mesin.


"Huft, untung Harum percaya. Kalau gak habis aku!" gumam Candra.

__ADS_1


Selesai mencuci, Candra menghubungi Bu Darmi untuk meminta izin membawa pulang Harum kerumah. Dia tidak bilang kalau Harum yang merengek, tapi alasan Candra ingin Harum kembali ke rumah, karena merasa tidak enak kalau istrinya di rawat oleh mertuanya, sebagai laki-laki dia merasa mertuanya tidak memberikan kepercayaan padanya kalau dia bisa menjaga anak mereka dengan baik.


Mendengar itu, jadi Bu Darmi yang merasa tidak enak dengan Candra. Karena tidak enak dengan Candra yang merasa tidak di beri kepercayaan, mau tidak mau Bu Darmi mengizinkan Candra membawa pulang Harum.


💋💋💋


Pukul 19.00


Karena tidak ada yang masak, Candra pun mengajak Harum makan di luar.


Walau bukan di restoran bintang lima dan hanya makan ayam bakar di warung lesehan, tapi Harum sudah sangat senang.


Seperti kebiasaan para wanita dimana setiap aktifitas harus di abadikan dan di jadikan story, Harum pun mengabadikan momen makan malam di warung lesehan bersama Candra. Dia mengambil beberapa foto bersama Candra sebelum makanan datang dan beberapa foto sesudah makanan datang kemudian dia jadikan story whatsappnya dan di bagikan ke semua kontak telepon termasuk ke Nina.


Nina yang ada di posko pun melihat status Harum itu. Bukannya mengomentari langsung ke yang empunya status, Nina malah menscreenshoot status Harum lalu mengirimnya ke Candra dengan caption yang cukup sarkas.


Enak yah makan ayam bakar sama istri. Aku gak diajak?


Caption yang di kirim Nina di bawah foto hasil screen shoot.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2