
Selagi Candra mandi, Nina kembali ke dapur untuk melanjutkan mencuci piring sekalian memeriksa apa makanan yang dia masak sudah matang.
Lima belas menit kemudian.
Candra keluar dari kamar mandi, setelah memakai pakaiannya, dia pun mencarikan pakaian Harum untuk di pakai Nina.
Berhubung badan Nina sedikit lebih berisi dari badan Harum apalagi di bagian dada nya, jadi Candra mencari pakaian Harum yang besar jika di pakai Harum.
"Ini aja kali yah." ucap Candra saat menemukan kaos berwarna coklat muda.
Dengan kaos berwarna coklat muda di tangannya, Candra pun keluar dari dalam kamar.
"Nin..." Candra memanggil Nina sambil berjalan menuju ruang makan.
"Iya Mas." jawab Nina sambil berjalan menghampiri Candra.
"Coba ini cocok gak. Baju nya Mbak mu ngepas di badannya semua, jadi kalau kamu pake pasti kekecilan, kan badan mu lebih berisi dari badan Mbak mu." ucap Candra sambil memberikan kaos yang dia bawa dari kamar.
Nina mengambil kaos itu dari tangan Candra, lalu membentangkan kaos itu.
"Cocok lah ini Mas, ini kan bahannya karet." jawab Nina.
"Oh ya udah, sana ganti baju kamu." perintah Candra.
"Um... Nina boleh numpang mandi sekalian gak Mas?" tanya Nina.
"Ya boleh lah masa gak. Sebentar Mas ambilin handuk. Kalau sabun, odol dan sikat gigi nya ada di lemari dapur yang ada di sudut kanan, kamu ambil aja disana." jawab Candra.
Candra pun kembali ke kamar untuk mengambilkan handuk yang memang khusus untuk tamu, setelah itu Candra pun kembali mencari Nina untuk memberikan handuk itu.
"Ini handuknya." Candra memberikan handuk pada Nina.
"Makasih Mas." balas Nina sambil mengambil handuk itu dari tangan Candra.
__ADS_1
"Oh iya, kalau Mas Candra udah laper, makan aja duluan, semuanya udah Nina siapain di meja makan." kata Nina lagi.
Candra melirik ke meja makan sesaat lalu menganggukkan kepalanya.
Candra pun berjalan ke meja makan dan Nina masuk ke kamar mandi.
Baru saja Candra menarik kursi makan, tiba-tiba saja terdengar suara panggilan masuk di ponselnya. Berhubung ponselnya ada di kamar, mau tidak mau Candra meninggalkan ruang makan untuk menjawab telepon lebih dulu.
Ternyata yang menelpon adalah Harum dan itu adalah panggilan video.
"Lagi apa Mas?" tanya Harum begitu Candra menjawab panggilan videonya.
"Baru selesai mandi, Rum. Kamu lagi apa?" jawab Candra lalu bertanya balik.
"Lagi nonton sambil nungguin Ibu selesai masak Mas." jawab Harum.
"Kenapa gak bantu Ibu?" tanya Candra.
"Oh." balas Candra.
"Mas Candra udah makan?" tanya Harum balik.
Deg. Jantungnya langsung berdegup kencang. Dia bingung harus jawab apa.
Kalau dia jawab sekarang Nina ada di rumahnya takutnya nanti Harum berpikir yang macam-macam, tapi kalau dia berbohong, dia takut kebohongannya ini akan di ketahui Harum di kemudian hari.
"Kok diem Mas?" tanya Harum karena Candra lama menjawab.
"Hah... kamu bilang apa Rum? Jaringannya jelek, suara kamu gak jelas." balas Candra berpura-pura padahal jaringannya sangat bagus dan Candra mendengar jelas apa yang Harum tanyakan.
"Mas Candra udah makan?" jawab Harum.
"Oh makan. Ini baru mau keluar sama staff ku, Pak Amdin ulang tahun hari ini, jadi dia mau traktir." jawab Candra berbohong.
__ADS_1
"Oh. Ya udah, sampein salam aku yah Mas buat Pak Amdin." ucap Harum.
"Iya Sayang nanti aku sampein." jawab Candra.
"Ya udah, aku tutup yah teleponnya, udah di tungguin soalnya." izin Candra.
"Iya. Hati-hati yah Mas." balas Harum.
Panggilan pun berakhir.
Setelah panggilan berakhir, Candra menghela nafasnya lega sambil mengelus dadanya.
"Bohong dikit gak pa-pa lah, toh cuma sekali ini aja Nina kesini." cicit Candra dalam hati.
Kemudian Candra pun keluar dari kamar dan kembali ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan ternyata Nina sudah selesai mandi dan sudah memakai kaos Harum.
Walaupun kaos itu berbahan karet, tapi karena badan Nina lebih berisi di banding badan Harum, jadi kaos itu sangat ngepres di badan Nina, sampai-sampai dada Nina yang cukup besar terbentuk jelas.
Melihat itu body Nina yang sem.ok, Candra sampai menelan salivanya susah payah. Sisi lain dari dirinya pun mendominasi pikirannya hingga membayangkan hal-hal yang kotor.
"Mas... Mas Candra." panggil Nina.
Sontak Candra tersadar dari lamunannya.
"Hah." balas Candra.
"Kok bengong? Ayo makan." ajak Nina.
Candra pun berjalan menuju meja makan lalu duduk di kursi makan yang berhadapan dengan Nina. Setelah Candra duduk, layaknya seorang istri, Nina mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Candra.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1