Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 35


__ADS_3

"Mas, cat sama thinnernya gak ada di gudang." ucap Nina.


"Masa sih?" tanya Candra.


"Iya Mas. Capek Nina cari." jawab Nina.


"Sebentar yah aku cari cat sama thinner dulu." ucap Candra pada Harum sambil melepaskan tangan Harum yang masih melingkar di pinggangnya.


Candra pun jalan lebih dulu menuju gudang lalu disusul Nina kemudian Harum.


"Mau aku bikinin kopi gak Mas?" tanya Harum.


"Boleh Sayang." jawab Candra.


Harum pun segera memasak air panas.


Kini Nina dan Candra sudah berada di dalam gudang yang ada di area dapur itu juga. Candra pun berpura-pura mencari cat dan thinner yang sebenarnya tak ada sama sekali di dalam gudang.


Sesampainya di gudang, Nina langsung memonyongkan bibirnya sama seperti yang Harum lakukan tadi dan Candra pun mengerti maksud Nina memonyongkan bibirnya.


"Gak usah ngaco kamu, ada Harum disini!" tolak Candra.


Karena Candra menolak, yah akhirnya Nina yang nyosor.


"Gila kamu yah!" geram Candra.


"Habis Mas Candra gak mau, ya udah Nina sosor aja." jawab Nina.


Candra geleng-geleng kepala mendengar jawaban Nina, dia pun segera keluar dari gudang sebelum Nina berbuat yang lebih aneh lagi dan akhirnya kepergok Harum.


"Ada Mas?" tanya Harum begitu Candra keluar dari gudang.


"Gak ada." jawab Candra.

__ADS_1


"Kok bisa gak ada? Kamu lupa kali taro dimana."


"Bisa jadi." jawab Candra.


Nina pun keluar dari gudang.


"Kamu balik aja lah Nin, bilang sama temen-teman kamu beli aja cat sama thinnernya. Ini pake uang Mas." perintah Candra sambil mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu kemudian memberikannya pada Nina.


Nina pun mengambil uang itu dari tangan Candra.


"Ya udah Nina pulang dulu yah Mas, Mbak." pamit Nina.


Nina pun pergi meninggalkan Candra dan Harum. Dia kembali ke posko dengan menggunakan motor Harum.


"Kok Nina bisa pake motor aku sih Mas?" tanya Harum.


"Aku yang suruh pake Sayang. Daripada di parkir di rumah." jawab Candra.


"Tapi aku gak suka Mas! Kalau Nina pake bonceng tiga sama temen-temennya gimana?" protes Harum.


"Ya tetap aja aku gak suka, kamu ngasih pinjam motor aku tanpa seijin aku!" protes Harum lagi.


"Udah lah Rum gak usah di perpanjang, Nina kan sepupu kamu bukan orang lain juga. Biarlah dia pake motor mu sementara, toh itu motor juga nganggur." balas Candra.


"Kan bisa kamu yang pake! Pokoknya aku gak mau tau, motor itu harus balik malam ini!"


"Iya Sayang iya, nanti aku minta motor itu sama Nina." jawab Candra.


"Tuh air kamu udah mendidih." kata Candra lagi sambil menunjuk air yang Harum masak lalu meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar untuk mengganti bajunya. Padahal sekarang belum jam pulang kerja, tapi Candra minta pulang lebih dulu demi Harum.


Harum pun mematikan kompor lalu menyiram kopi yang sudah dia masukkan ke dalam cangkir dengan air panas.


Harum membawa kopi yang sudah dia seduh ke ruang tengah. Setelah meletakkan kopi di meja, barulah Harum menyusul Candra ke kamar.

__ADS_1


"Kamu gak balik ke kantor?" tanya Harum.


"Gak. Aku udah izin pulang duluan." jawab Candra.


"Kenapa, kok gitu?"


"Ya demi kamu lah Sayang." jawab Candra.


"Kamu sebenarnya pulang mau ngapain sih? Padahal pulang kerja nanti aku mau ke rumah Ibu loh, eh kamu udah pulang duluan." tanya Candra.


"Tadinya aku pulang mau beres-beres rumah Mas. Di bayangan aku rumah udah kayak kapal pecah, pakaian kotor mu menumpuk, piring kotor juga numpuk, eh gak taunya semuanya bersih." jawab Harum.


Harum tidak tau saja kalau ada Nina yang selama beberapa hari ini menggantikan tugasnya mengurus rumahnya dan suaminya.


"Kamu belum pulih betul udah mau kerja-kerja, gimana sih Rum."


"Habis aku bosan Mas. Di rumah Ibu, aku gak boleh ini-itu, kerjaannya cuma makan-tidur-makan-tidur. Aku bosen." jawab Harum.


"Terus kamu pikir aku bakal ngizinin kamu ngerjain itu semua? Ya gak lah!" balas Candra.


"Makasih yah Mas, udah ngerjain semuanya." ucap Harum.


"Hemh." balas Candra.


"Eh Mas, tapi ngomong-ngomong, sejak kapan seprei yang warna pink itu keluar? Kan waktu aku pendarahan itu sepreinya warna ungu muda. Udah gitu tadi aku lihat ada noda darahnya lagi." tanya Harum mengingat seprei yang tadi dia lihat di keranjang pakaian kotor.


"Sama kaos coklat muda, itu kaos udah lama gak aku pake pakai, kok bisa ada di keranjang pakaian kotor sih?" tanya Harum lagi.


Candra menelan salivanya. Dia tidak menyangka kalau ingatan Harum sedetail itu.


Kamu tidak tau saja Candra, setiap wanita terutama Ibu-ibu punya ingatan yang sangat detail. Tupperwarenya saja tertukar dengan tupperware orang lain saja mereka bisa tau apalagi ini seprei dan kaos yang tidak pernah mereka keluarkan dari dalam lemari.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2