Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 25


__ADS_3

Sementara di rumah orangtuanya, entah kenapa saat sedang makan malam bersama kedua orangtuanya tiba-tiba saja perasaan Harum tidak enak.


Kok perasaan aku tiba-tiba gak enak gini yah. gumam Harum dalam hati.


"Di depan makanan gak boleh ngelamun, Rum." tegur Bu Darmi. Bu Darmi pikir Harum melamun karena memikirkan kegugurannya kemaren, makanya Bu Darmi cepat-cepat menegur Harum agar Harum tidak semakin dalam mengingat masalah itu.


"Siapa yang ngelamun Bu." balas Harum.


"Nih makan yang banyak biar kondisi kamu cepet pulih." ucap Bu Darmi sambil menyendokkan sup ayam ke mangkok Harum.


"Udah Bu, jangan banyak-banyak, Harum udah kenyang." ucap Harum.


Bu Darmi pun berhenti menyendokkkan sup ayam dan Harum cepat-cepat menghabiskan sup ayam yang ada di mangkoknya. Karena perasaannya tidak enak, jadi dia ingin cepat-cepat menghubungi Candra.


Dia takut terjadi apa-apa dengan Candra di jalan, karena tadi suaminya itu bilang kalau dia akan keluar bersama dengan teman-teman kantornya.


Setelah sup ayamnya habis, Harum pun berdiri dari duduknya.


"Harum duluan yah Pak, Bu." pamit Harum lalu pergi dari ruang makan menuju dapur sambil membawa piring dan mangkok yang dia pakai makan.


Baru sampai di dapur, saat Harum hendak meletakkan piring dan mangkok di tempat cucian piring, tiba-tiba...


PRAAAANG...

__ADS_1


Piring dan mangkok yang ada ditangannya tiba-tiba terjatuh begitu saja, padahal Harum membawa piring dan mangkok dengan dua tangan.


Mendengar itu Pak Danu dan Bu Darmi langsung berlari ke dapur.


"Astaga Harum! Kamu kenapa Nak?" pekik Bu Darmi sambil berjalan mendekati Harum. Sedangkan Pak Danu, begitu melihat pecahan piring dan mangkok di lantai dekat Harum berdiri, dia langsung berlari mengambil sapu dan serokan.


Sedangkan Harum hanya berdiri mematung menatap pecahan piring dan mangkok di lantai. Otaknya makin mengaitkan antara perasaannya yang tidak enak dengan piring dan mangkok yang tiba-tiba saja lepas dari tangannya. Di pikirannya sekarang, dia makin yakin kalau pasti terjadi apa-apa dengan Candra.


Bu Darmi pun membawa Harum ke ruang televisi. Setelah mendudukkan Harum di ruang televisi, Bu Darmi kembali ke ruang makan untuk mengambil minum untuk Harum. Sedangkan Pak Danu sibuk membersihkan pecahan piring dan mangkok.


"Ini Rum, minum dulu." ucap Bu Darmi sambil menyodorkan gelas kepada Harum.


Harum mengambil gelas itu daro tangan Bu Darmi lalu menenggak air yang ada di dalam gelas itu sampai habis, setelah itu meletakkan gelas itu di atas meja.


Harum menggelengkan kepalanya.


"Lah terus kenapa? Apa yang kamu pikirkan? Ibu perhatikan dari tadi kamu kebanyakan melamun, ayo cerita sama Ibu."


"Perasaan Harum gak enak Bu. Harum takut terjadi apa-apa dengan Mas Candra." jawab Harum.


"Kok kamu bisa punya perasaan begitu?" tanya Bu Darmi.


"Tadi Mas Candra bilang dia mau pergi sama temen-temen kantornya karena ada salah satu temen kantornya yang ulang tahun, tapi tiba-tiba aja perasaan Harum gak enak, seperti ada sesuatu yang buruk yang menimpa Mas Candra, perasaan itu makin buruk saat piring dan mangkok tadi lepas begitu aja dari tangan Harum." jawab Harum.

__ADS_1


"Itu kan cuma perasaan mu saja. Coba kamu hubungi Candra sekarang." balas Bu Darmi.


Harum menggeleng.


"Harum takut Bu, Harum takut kalau perasaan buruk Harum ini benar, Harum belum siap mendengar kabar buruk." ucap Harum.


"Hush!!! Ngomong apa sih kamu! Jangan ngomong gitu ah! Selalu lah berpikir positif Rum, biar yang datang sama kita juga hal-hal yang positif." balas Bu Darmi.


"Hape kamu mana, sini biar Ibu telponkan." kata Bu Darmi lagi.


"Di kamar Bu." jawab Harum.


Bu Darmi pun berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamar Harum untuk mengambil ponsel Harum, setelah itu kembali ke ruang televisi.


Sesampainya di ruang televisi, Bu Darmi langsung memberikan ponsel itu pada Harum untuk di buka kan kunci layarnya.


Setelah kunci layar terbuka, barulah Bu Darmi menghubungi Candra, tak lupa Bu Darmi mengaktifkan pengeras suara agar Harum bisa mendengar, tapi sayangnya Harum memilih menutup telinganya sangking takut kalau perasaan buruknya itu benar.


Tuuut... Tuuut... Tuuut...


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2