
Kini Pak Danu dan Harum sedang dalam perjalanan menuju kampung mereka.
Lima belas menir dalam perjalanan, Harum hanya melihat ke arah jalanan dengan tatapan kosong.
"Udah bisa cerita sama Bapak, Rum?" tanya Pak Danu.
Harum pun tersadar dari lamunannya. Ia menoleh sesaat ke arah Bapaknya yang sedang menyetir lalu kembali melihat ke arah jalanan.
Harum bingung apa dia harus mengatakan pada Bapaknya kalau suaminya telah berselingkuh dengan sepupunya sendiri.
"Coba cerita sama Bapak, apa yang sebenarnya terjadi. Apa ini ada kaitannya sama suami mu?" tanya Pak Danu.
Harum menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya kasar. Dia memantapkan hatinya untuk memberitahu Bapaknya tentang perselingkuhan Candra tapi tidak ingin memberitahu siapa selingkuhan Candra demi kedamaian hubungan keluarga. Cukup dirinya yang membenci Nina, keluarganya tidak perlu tahu kalau selingkuhan Candra adalah Nina.
"Mas Candra selingkuh, Pak." jawab Harum.
Cyiiiiiiiit....
Pak Danu yang kaget langsung mengerem mendadak. Untung saja tidak ada kendaraan lain di belakang mobil pick-up Pak Danu.
"Yang bener loh kamu Rum kalau ngomong!"
"Iya Pak, beneran. Harum dateng ke kota ini untuk mergokin Candra dan selingkuhannya." jawab Harum.
__ADS_1
"Dan Harum berhasil mergokin Mas Candra dan selingkuhannya di kamar hotel. Hiks hiks hiks." kata Harum lagi. Tangisnya kembali pecah karena mengingat betapa berantakannya Candra dan Nina saat Harum pergoki.
Mendengar itu rahang Pak Danu mengeras, setir mobil pun dia cengkram erat-erat sangking emosinya.
"Di hotel mana dia menginap sekarang? Biar Bapak kasih pelajaran suami mu dan selingkuhannya itu!" geram Pak Danu.
"Gak usah Pak, gak usah. Bapak gak usah ngotorin tangan Bapak buat ngasih pelajaran sama mereka. Mereka terlalu kotor untuk tangan kita." balas Harum masih sambil menangis.
"Tapi Bapak gak terima kamu diselingkuhi kayak gini Rum!" protes Pak Danu, nada bicaranya sudah mulai meninggi.
"Harum tau Pak, tapi nanti kalau Bapak datangi mereka dan tau siapa selingkuhan Mas Candra, Harum takut Bapak kena serangan jantung. Jadi lebih baik kita pulang sekarang." balas Harum.
"Memangnya siapa selingkuhan Candra?" tanya Pak Danu. Pak Danu jadi penasaran dengan selingkuhan Candra.
"Jangan di tutup-tutupi Harum! Siapa selingkuhan Candra! Apa orang di kampung kita juga?" paksa Pak Danu.
Harum tetap menutup mulutnya sambil geleng-geleng kepala.
"Harum!!! Cepat kasih tau Bapak siapa selingkuhan Candra!" bentak Pak Danu.
"Maaf Pak, yang itu Harum gak bisa kasih tau." jawab Harum.
"Oh jadi kamu gak mau kasih tau Bapak, oke, biar Bapak cari tau sendiri siapa selingkuhan si Candra! Bapak akan buat malu si Candra dan selingkuhannya di kampung!" balas Pak Danu.
__ADS_1
"Jangan Pak, jangan! Kita juga nanti yang malu." mohon Harum.
"Makanya kasih tau Bapak siapa selingkuhan si breng.sek itu!"
"Se-se-selingkuhan Mas Candra, Ni-Ni-Nina Pak." jawab Harum terbata-bata.
"Hah? Apa? Nina?" Pak Danu langsung lemas mendengar itu.
"Yang benar kamu Rum?" tanya Pak Danu tak percaya kalau keponakannya itu menjadi perusak rumah tangga anaknya.
Harum menjawab dengan anggukkan kepala.
"Sudah berapa lama mereka berselingkuh?"
"Harum gak tau Pak sudah berapa lama Mas Candra dan Nina mencurangi Harum, tapi Harum baru tau kemarin." jawab Harum.
"Seminggu yang lalu waktu Harum dan karyawan warung bersih-bersih warung, karyawan warung nemuin anting di lantai dan tissue bekas di meja. Padahal waktu terakhir buka, karyawan Harum udah bersihin warung. Terus tetangga warung Harum, bilang kalau malam sebelumnya dia lihat motor Harum terparkir di belakang, terus gak lama keluar dua orang pake hoodie couple, dia pikir itu Harum dan Mas Candra. Padahal malam dimana tetangga warung lihat itu, Harum di rumah dan Mas Candra keluar sendiri katanya laper mau cari makanan. Harum curiga kalau yang dateng ke warung itu Mas Candra dan selingkuhannya, tapi Harum gak langsung tanya sama Mas Candra, Harum coba selidiki diam-diam. Tapi seminggu Harum coba selidiki diam-diam, Harum gak nemuin apa-apa. Dan semalam, pas Harum ngecek hapenya Mas Candra, Harum lihat ada chat dari yang namanya Mas Karyo, ternyata Mas Karyo itu Nina. Mas Candra sampai ganti nama Nina jadi Mas Karyo biar Harum gak curiga. Harum baca semua chat mereka, makanya Harum tau kalau mereka janjian ke kota dan Mas Candra sampai booking hotel yang berbeda dari hotel yang disediakan kantor supaya mereka bisa berbuat zinah." kata Harum lagi cerita panjang lebar.
Pak Danu yang tadinya menggebu-gebu ingin memberi pelajaran pada Candra dan selingkuhannya jadi diam seribu bahasa. Dia jadi bingung. Bukan bingung apakah dia harus memaafkan Candra dan Nina karena itu sudah jelas Pak Danu tidak akan memaafkan Candra dan Nina.
Tapi yang membuat Pak Danu bingung, bagaimana cara menyampaikannya pada istrinya, Bu Darmi karena Nina adalah keponakan dari keluarga Bu Darmi.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...