Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 33


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pukul 13.00


Jam sekolah berakhir.


Disaat teman-temannya sedang bersiap pulang, Nina malah asyik dengan ponselnya


[Nina] : Mas, Nina ke rumah yah.


Dia mengirim pesan untuk Candra.


Tak sampai satu menit, Candra pun membalas pesan Nina.


[Candra] : Mau ngapain? Mas gak dirumah.


[Nina] : Ya gak pa-pa, Mas kerja aja, Nina tunggu Mas di rumah.


[Candra] : Nanti Mas pulang langsung ke rumah Bu Lik mu, gak mampir ke rumah.


[Nina] : Mampir lah Mas sebentar, Nina kangen. Yah Mas, please.


[Candra] : Kamu tuh yah. Ya udah nanti Mas mampir sebentar ke rumah.


"Woy, ayo pulang!" ajak Wulan sambil menepuk pundak Nina.


"Aku gak ikut pulang ke posko lah Lan." jawab Nina.


"Mau kemana kamu?" tanya Wulan.


"Ada urusan." jawab Nina.


"Urusan apa lagi sih Nin, kemaren kamu tiba-tiba pergi, terus gak pulang. Sekarang kamu mau kemana lagi? Urusan apa lagi?" tanya Wulan.


Semalam Nina memang tidak pulang ke posko, dia menginap dirumah Candra dan baru pulang ke posko pagi harinya.


"Adalah." jawab Nina membereskan barang-barangnya.


"Udah yah aku duluan." ucap Nina lalu pergi meninggalkan Wulan.

__ADS_1


"Mau kemana dia?" tanya Arsy.


"Gak tau, ada urusan katanya." jawab Wulan.


"Udah lah biarin aja dia." kata Wulan lagi sambil menggandeng tangan Arsy dan mereka pun berpamitan pada guru-guru untuk pulang.


💋💋💋


Sementara dirumah, tanpa memberi tahu Candra, Harum pulang ke rumah. Tujuan dia pulang hanya untuk mencuci pakaian kotor Candra dan membersihkan rumah karena yakin Candra pasti tidak mencuci pakaiannya dan membersihkan rumah. Di bayangan Harum, rumahnya saat ini sudah seperti kapal pecah. Pakaian kotor dimana-mana, gelas dan piring kotor yang menumpuk di cucian piring serta lantai rumah yang sudah hitam karena tidak pernah di pel.


Tapi nyatanya apa yang ada di bayangan Harum tidak terjadi, sesampainya di rumah dia melihat rumah yang bersih, tidak ada gelas dan piring kotor di tempat cucian piring, tidak ada juga pakaian kotor Candra di keranjang pakaian kotor, baju-baju Candra juga sudah di setrika, rumah yang bersih dan kamar juga yang bersih.


"Tumben Mas Candra sebersih ini." gumam Harum.


Meski aneh, tapi Harum tidak punya kecurigaan sama sekali, dia malah berpikir kalau Candra sudah lebih peduli dengan kebersihan rumah.


"Tapi motor aku mana?" monolog Harum. Dia baru sadar kalau motornya tidak ada di ruang tamu.


"Apa di pake Mas Candra? Kalau di pake Mas Candra, terus mobil kemana?" monolog Harum lagi.


"Mungkin mobil di pake orang kantor, dan Mas Candra pake motor." lanjut Harum.


Harum pun berjalan menuju dapur, dia ingin mencuci seprei dan beberapa helai pakaian yang ada di keranjang pakaian kotor.


Ceklek. Harum membuka pintu rumah.


Harum mengernyitkan keningnya begitu melihat Nina yang datang.


Begitu pun dengan Nina yang terkejut melihat sosok Harum yang ada di rumah. Seketika wajahnya pucat melihat sosok Harum.


"Nina..."


"M-m-mbak Harum."


"Kamu ngapain kesini Nin?" tanya Harum. Wajar dong Harum bertanya, orang itu rumahnya bukan rumah Nina.


"Um... itu, Mas Candra suruh Nina ambil cat kayu sama thinner di gudang, Mbak. Kita lagi ngecat pagar jembatan disana." jawab Nina berbohong.


"Bukannya Mas Candra lagi pergi sama Pak Camat pertemuan dengan Pak Walikota?" tanya Harum. Karena semalam Candra bilang seperti itu.

__ADS_1


"Ba-barusan pulang Mbak." jawab Nina gugup.


"Oh." balas Harum percaya.


"Masuk, masuk." ucap Harum.


Nina menghela nafas lega.


Harum pun berjalan lebih dulu memasuki rumah dan diekori Nina dari belakang.


"Mbak Harum kok pulang? Memangnya Mbak Harum sudah sehat?" tanya Nina.


"Kangen rumah ini, Nin." jawab Harum.


"Mbak pikir Mas Candra bakal bikin rumah ini kayak kapal pecah, eh gak taunya dia mau juga dia bersih-bersih." kata Harum lagi.


"Itu gudangnya Nin, cari aja di situ." ucap Harum sambil menunjuk kamar kecil di dekat dapur.


Nina pun berjalan memasuki gudang itu. Sedangkan Harum meneruskan niatnya yang ingin mencuci pakaian kotor yang ada di keranjang pakaian kotor.


Sesampainya di dalam gudang, cepat-cepat Nina mengirim pesan pada Candra.


[Nina] : Mas kok gak bilang sih kalau Mbak Harum ada di rumah?


Tak sampai satu menit Candra membalas pesan Nina.


[Candra] : Serius kamu?


[Nina] : Astaga Mas, ngapain sih Nina bohong! Nih kalau gak percaya.


Nina pun mengirimkan foto Harum yang sedang memeriksa pakaian kotor yang ada di keranjang.


Melihat foto itu, barulah Candra percaya.


[Candra] : Terus kamu bilang apa sama Harum?


[Nina] : Nina bilang kalau Nina di suruh Mas cari cat sama thinner.


Candra tak lagi membalas pesan Nina. Tapi dia langsung menghubungi Harum.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2