Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 47


__ADS_3

Jam sekolah berakhir.


Setelah mengganti pakaiannya, cepat-cepat Nina pergi ke loket travel.


Sesampainya di loket travel, Nina langsung menunjukkan tiket yang sudah di belikan Candra untuknya ke loket setelah itu baru Nina masuk ke mobil. Nina duduk di kursi penumpang di bagian depan. Tanpa Nina sadari kalau sejak di posko sampai di loket, Harum mengikuti Nina. Sengaja Harum mengikuti Nina karena ingin tau kendaraan apa yang Nina pakai pergi ke kota, naik bus atau mobil travel.


Setelah Nina masuk ke mobil, Harum pun membeli tiket lalu duduk di kursi penumpang bagian paling belakang.


Nina benar-benar tidak ngeh kalau itu Harum karena Harum menggunakan topi, rambutnya yang panjang dia masukkan ke dalam topi, Harum juga memakai kacamata dan masker serta pakaiannya juga serba oversize.


Setelah mobil penuh, barulah mobil berangkat membawa para penumpang ke satu tujuan, yaitu ke kota.


💋💋💋


Kota.


Pukul 16.30


Setelah kurang lebih tiga jam dalam perjalanan, mobil travel yang di naiki Harum dan Nina pun sampai di hotel yang sudah Candra pesan dengan uang pribadinya.


Nina turun di hotel itu, tapi tidak dengan Harum. Dia sengaja minta di turunkan beberapa meter dari hotel.

__ADS_1


Begitu turun, cepat-cepat Harum mengejar Nina yang sudah memasuki lobi hotel.


Sesampainya di lobi hotel, Harum tidak langsung menghampiri Nina yang saat ini ada di meja resepsionis, nampaknya Nina sedang menunggu kuncinya diantarkan. Harum tetap membuntuti Nina dari belakang untuk tahu dimana kamar Candra-Nina.


Tak lama Nina pun pergi dari meja resepsionis dengan diantar salah satu karyawan hotel menuju kamarnya. Harum pun mengekori Nina.


"Cih... sudah hotelnya hotel murah, kamarnya juga kamar standart lagi!" decih Harum begitu tahu dimana kamar yang dibooking Candra.


Begitu Nina masuk ke kamar itu, Harum pun menghubungi Candra untuk menanyakan keberadaan Candra.


Candra bilang masih rapat. Tapi Harum tidak percya. Karena Harum tidak percaya, Candra pun memberikan ponselnya pada temannya agar temannya itu bicara dengan Harum. Setelah bicara dengan teman Candra barulah Harum percaya kalau suaminya itu masih rapat.


Merasa tak ada gunanya menggedor kamar Nina berada, Harum pun memilih untuk menunggu kedatangan Candra di lobi. Harum sangat yakin kalau selesai rapat nanti Candra pasti langsung datang ke hotel tempat Nina berada bukan ke hotel yang sudah di pesankan kantor.


Yang ditunggu-tunggu pun muncul juga.


Ya, Candra datang juga ke hotel itu. Istri mana yang hatinya tidak hancur melihat suaminya benar-benar mendatangi hotel itu.


Padahal saat menunggu kedatangan Candra, Harum terus berdoa kalau apa yang dia pikirkan dan takutkan tidak terjadi, tapi nyatanya kini Candra ada di hotel itu dan berjalan dengan gagahnya menuju kamar yang di tempati Nina.


Candra sudah tidak lagi memakai seragam coklatnya, dia memakai kaos dan celana jeans yang Harum siapkan untuk Candra.

__ADS_1


Harum membuntuti Candra sampai Candra masuk ke dalam kamar. Melihat Candra masuk kedalam kamar yang di tempati Nina, tubuh Harum lemas seketika, kakinya tak sanggup lagi melangkah, keberaniannya yang sejak dari rumah sudah dia bangun, kini runtuh begitu saja. Harum benar-benar takut dengan kenyataan suaminya berselingkuh dengan sepupunya sendiri.


Aku harus gimana sekarang tuhan? Aku takut, aku gak siap menerima kenyataan ini. Apa lebih baik aku pulang dan pura-pura tidak tahu tentang perselingkuhan mereka?


Doa Harum dalam hati sambil menangis.


Tapi kalau memang ini cara Mu untuk memisahkan aku dan Mas Candra, tolong kuatkan hamba-Mu ini, berikan hamba kekuatan untuk membongkar semua kecurangan suami hamba.


Doa Harum lagi dalam hati.


Tak berapa lama, tiba-tiba saja dia merasa tubuhnya kuat kembali, keberanian dalam dirinya juga muncul kembali. Harum pun menyeka air matanya dan kembali berdiri tegak. Dia sudah mantap tidak akan pulang sebelum memergoki perselingkuhan Candra dan Nina.


Sudah cukup sampai disini kalian berdua membodohi ku! geram Harum dalam hati.


Dengan langkah mantap, Harum pun berjalan menuju kamar yang di tempati Candra-Nina.


Tapi Harum tidak bodoh, dia tidak mau mengetuk pintu kamar itu sendiri karena yakin nanti Nina atau Candra akan mengintip terlebih dulu dari lubang pintu. Maka dari itu, Harum pun memanggil karyawan service room yang kebetulan baru keluar dari kamar yang bersebelahan dengan kamar Candra-Nina dan meminta karyawan service room itu mengetuk pintu.


Awalnya karyawan service room itu tidak mau membantu Harum, tapi setelah Harum memohon dengan sangat sambil menangis dan berjanji tidak akan membuat keributan, akhirnya si karyawan service room itu pun mau membantu Harum.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2