
Keesokan paginya.
Pukul 09.00
Selesai sarapan, Bu Darmi langsung menyuruh Harum dan Pak Danu pindah keruang tengah. Bu Darmi melarang suaminya keluar mencari rejeki sebelum Harum dan Pak Danu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Dan disinilah Pak Danu, Bu Darmi dan Harum sekarang berada, di ruang tengah. Bu Darmi dan Pak Danu duduk bersama di sofa panjang sedangkan Harum duduk sendiri di sofa sebelah sofa mereka.
"Sekarang cerita sama Ibu, apa yang sebenarnya terjadi!" ucap Bu Darmi to the point.
Harum dan Pak Danu saling tatap sebentar lalu tak lama Harum menundukkan kepalanya, sedangkan Pak Danu menghela nafasnya kasar.
"Kalian berdua kenapa sih? Kok kompak tutup mulut gini? Pasti ada yang gak beres ini kan! Ayo jujur sama Ibu, ada apa ini!" kesal Bu Darmi.
"Pak, Bapak bilang mau cerita pagi ini, sekarang cepetan cerita!" desak Bu Darmi.
Lagi dan lagi Pak Danu menghela nafasnya kasar terlebih dulu sebelum dia menjawab rasa penasaran istrinya.
"Candra selingkuh Bu." jawab Pak Danu.
Mata Bu Darmi membulat lebar.
"Gak mungkin! Bapak pasti becanda kan?! Mana mungkin orang sebaik dan sealim Candra bahkan Candra terlihat sayang banget sama Harum bisa selingkuhin Harum! Gak mungkin Pak! Jangan becanda ah!" ucap Bu Darmi menolak percaya.
__ADS_1
"Sayangnya Bapak lagi gak becanda Bu. Bapak serius! Bapak juga shock pas Harum cerita kalau Candra selingkuh dan Harum datang ke kota untuk mergokin Candra dan selingkuhannya." balas Pak Danu.
"Bener ini Rum?" tanya Bu Darmi minta Harum mengkonfirmasi kata-kata Pak Danu.
Bukannya menjawab, Harum malah menangis.
"Rum, jawab Ibu Rum! Yang di bilang Bapak mu itu gak bener kan?" tanya Bu Darmi, dia masih berharap kalau semua ini hanyalah bohong.
"Yang di bilang Bapak bener Bu." jawab Harum sambil menangis.
Tubuh Bu Darmi langsung lemas seketika mendengar jawaban Harum. Dia tidak percaya kalau menantu yang sangat dia banggakan dan sangat dia percaya adalah sosok laki-laki setia malah menghancurkan rumah tangga dengan perselingkuhan.
"Kemaren Harum ikutin Candra ke kota dan mergokin Candra dan selingkuhannya di kamar hotel." ucap Pak Danu.
Makin lemas saja tubuh Bu Darmi mendengar itu.
Dan pertanyaan Bu Darmi itulah yang sangat tidak ingin Harum dan Pak Danu dengar. Bisa tambah syok Bu Darmi kalau tau menantu kesayangannya selingkuh dengan keponakannya sendiri.
Pak Danu dan Harum saling pandang. Harum menggelengkan kepalanya untuk memberi kode pada Pak Danu agar tidak memberitahu siapa selingkuhan Candra.
"Kenapa kalian diem? Apa Ibu kenal orangnya? Berarti dari kampung kita? Yang mana orangnya? Apa si Afika yang janda bohay itu?" tanya Bu Darmi.
"Bukan Bu, Candra gak selingkuh dengan janda." jawab Pak Danu.
__ADS_1
"Kalau bukan dengan janda berarti dengan gadis? Siapa anak gadis yang udah gatel godain Candra?" tanya Bu Darmi lagi, nadanya mulai meninggi. Ada tiga nama anak gadis yang ada di otaknya, dan menurut Bu Darmi tiga anak gadis ini cukup gatal di kampung mereka.
Harum terus menggelengkan kepalanya meminta Pak Danu untuk tidak memberitahu siapa selingkuhan Candra. Tapi sayangnya Pak Candra sudah memantapkan hatinya untuk memberitahu istrinya siapa selingkuhan Candra. Walau tau itu akan melukai hati Bu Darmi, tapi hati Harum jauh lebih sakit saat ini.
"Siapa Rum, jawab Ibu! Siapa selingkuhan Candra!" desak Bu Darmi, tapi Harum tetap diam.
"Pak, jawab dong Pak! Bapak pasti tau kan siapa selingkuhan Candra itu!" karena tak mendapat jawaban dari Harum, Bu Darmi pun mendesak suaminya.
Pak Danu menghela nafasnya kasar.
"Nina, Bu." jawab Pak Danu.
Mata dan mulut Bu Darmi membulat lebar mendengar nama Nina disebut. Tapi Bu Darmi masih berpikir positif.
"Ni-Ni-Nina siapa Pak?" tanya Bu Darmi.
"Nina keponakan kita Bu, anak Mbak Esti di Jebres." jawab Pak Danu.
Bu Darmi sontak memegang dadanya yang tiba-tiba saja terasa ngilu.
"Gak mungkin Pak! Gak mungkin Nina jadi selingkuhannya Candra! Gak mungkin itu Pak!" teriak Bu Darmi menangis meraung-raung, dia masih tak percaya kalau keponakan kesayangannya jadi selingkuhan menantu kebanggaannya.
Kalau Bu Darmi saja sekecewa itu, lalu bagaimana dengan Harum? Sudah pasti rasa kecewa dan sakit hati Harum tak bisa di ukur dengan angka.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...