Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 66


__ADS_3

Di luar rumah.


Cepat-cepat Candra mengejar Harum lalu menarik tangan Harum.


"Lepas! Jangan pernah sentuh aku lagi!" Harum langsung menyentak tangan Candra lalu kembali meneruskan langkahnya menuju mobil.


"Harum, Harum, tunggu Rum, denger penjelasan aku dulu. Yang tadi kamu lihat itu salah paham, Rum." ucap Candra.


Harum tak peduli, dia tetap terus berjalan dan Candra terus mengejar Harum.


"Rum, tolong Rum, dengerin penjelasan aku dulu." mohon Candra.


Harum pun berhenti dan menghadap Candra.


"Penjelasan apa lagi sih Mas? Semuanya udah jelas. Aku sudah lihat dengan mata kepala aku betapa n@f$unya kamu sama Nina." ucap Harum.


"Yang tadi itu salah paham Rum, tadi itu dia mancing emosi aku, dan aku ngelakuinnya juga gak pake n@f$u, aku emosi tadi ngelakuinnya." balas Candra.


"Rum, tolong kasih aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya, aku cinta sama kamu Rum, aku gak bisa hidup tanpa kamu." kata Candra lagi.


Harum tersenyum kecut.


"Apa kamu bilang Mas, cinta? gak bisa hidup tanpa aku? Buktinya aku baru tinggal di rumah Ibu beberapa hari aja kamu udah selingkuh! Apalagi kalau aku mati, jangan-jangan tanah kuburan aku belum kering kamu udah kawin lagi!" balas Harum.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara Nina, dia yang goda aku. Aku udah nolak dia terus-terusan tapi-"


"Udah lah Mas, gak usah nyalahin siapa-siapa! Kalian berdua tuh sama! Sama-sama murahan, karena mau telanjang di depan orang yang bukan pasangan sah kalian! Kalian berdua tuh sama-sama menjijikkan!" potong Harum.


"Kalau kamu memang cinta sama aku, sekalipun Nina telanjang dan menggoda mu untuk merasakan gumpalan dagingnya dan kerangnya secara gratis, kamu harusnya gak tergoda untuk menikmati gumpalan daging dan kerangnya Nina. Tapi nyatanya, kamu malah menikmatinya dan ketagihan dengan gumpalan daging dan kerangnya Nina! Itu artinya, kamu gak cinta sama aku!" kata Harum lagi.


"Aku akui aku salah Rum, aku cuma laki-laki biasa aku juga bisa khilaf, apalagi Nina datang menggoda aku saat aku kesepian dan semua terjadi begitu saja. Dan sekarang aku menyesali semuanya, aku mohon Rum, kasih aku kesempatan memperbaiki semuanya, aku janji ini yang pertama dan terakhirnya aku mencurangi kamu. Aku mohon Rum, kasih aku kesempatan satu kali lagi." balas Candra.


"Cih! Udah ketahuan baru nyesel! Seandainya tidak ketahuan, kamu akan terus melanjutkan hubungan mu sama Nina kan? Atau jangan-jangan kalian udah berencana nikah siri tanpa sepengetahuan aku? Iya kan?!" balas Harum.


"Gak Rum, gak! Bagi aku, istri aku itu cuma kamu. Aku sama sekali gak kepikiran mau nikahin Nina." balas Candra.


"Udah lah Mas, apapun alasan mu tekad ku udah bulat, aku ingin kita bercerai! Aku gak sudi menerima kembali barang ku yang sudah diambil dan di pakai orang lain! Bagiku barang milik ku yang sudah diambil dan dipakai orang lain, sudah aku anggap sebagai sampah. Dan sampah tempatnya ada di tempat sampah, tidak layak untuk aku pelihara!" balas Harum.


Setelah mengatakan itu Harum meneruskan langkahnya menuju mobil, dan Candra kembali mengejar Harum lalu menarik tangan Harum.


"Lepas Mas! Udah aku bilang gak mau yah gak mau!" bentak Harum sambil berusaha melepaskan tangan Candra dari tangannya. Tapi Candra malah makin kuat menggenggam tangan Harum.


"Lepas gak Mas!" bentak Candra lagi.


"Gak mau, aku gak akan pernah ngelepasin kamu sampai kamu mau kasih aku kesempatan sekali lagi." jawab Candra.


"Gak! Gak akan pernah ada kata maaf untuk pengkhianat semacam kamu! Apalagi kamu selingkuhin aku dengan sepupu aku sendiri! Rasanya sakit Mas, sakit!" balas Harum. Tangis Harum pun pecah begitu saja.

__ADS_1


"Kamu tau aku cinta sama kamu, tapi kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku? Aku tau aku banyak salah sama kamu, tapi gak gini cara kamu membalas semua kesalahan aku!" kata Harum lagi, masih sambil menangis.


"Sekarang aku tanya sama kamu, kalau seandainya masalahnya di balik, aku yang selingkuh dan bercinta dengan sepupu kamu, apa kamu mau memaafkan aku sekalipun kamu masih mencintai aku?" tanya Harum.


Candra terdiam.


"Gak mau kan? Kalau kamu gak mau memaafkan kesalahan aku, kenapa sekarang kamu memaksa aku untuk memaafkan kesalahan kamu?" kata Harum lagi.


Setelah mengatakan itu cepat-cepat Harum berlari mendekati mobil.


Candra ingin mengejar, tapi kali ini dia dihalangi oleh Pak Danu.


Pak Danu menarik baju Candra dan saat Candra berbalik, Pak Danu langsung melayangkan tinjunya ke wajah Candra.


Bugh...


Dengan sekuat tenaga Pak Danu meninju Candra sampai Candra terhuyung ke belakang.


"Jangan pernah mendekati Harum lagi! Saya tidak akan pernah membiarkan Harum menerima kamu lagi!" ucap Pak Danu, setelah itu Pak Danu meneruskan langkahnya menuju mobil diikuti Bu Darmi.


"Daripada ngejar Harum, mending kamu lanjutin yang tadi. Tenang aja, gak akan ada yang ganggu kalian lagi kok." sindir Bayu saat Bayu lewat di hadapan Candra. Setelah mengatakan itu, Bayu pun meneruskan langkahnya.


"Kita bertemu di pengadilan." kata pengacara Batara begitu dia juga lewat di depan Candra.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2