Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 71


__ADS_3

Tak sampai sepuluh menit, tiba-tiba terdengar suara teriakan Mbak Indah dari dalam kamar mandi.


"Ibuuuuuu!!!!" teriak Mbak Indah lalu membuka pintu kamar mandi.


Sedangkan Nina, dia tetap berada di dalam kamar mandi. Dia menangis karena takut, takut kalau Candra tidak mau bertanggung jawab.


Bu Esty, bidan Desi dan teman-teman Nina pun langsung beranjak dari duduk mereka dan pergi ke dapur.


"Gimana hasilnya Ndah?" tanya Bu Esty.


"Garis dua, Bu." jawab Mbak Indah sambil memberikan lima testpack yang sudah di pakai untuk periksa.


Tubuh Bu Esty lemas seketika, teman-teman Nina juga terkejut mendengar hasil testpack Nina garis dua.


"Coba saya lihat." bidan Desi mengambil testpack dari tangan Mbak Indah.


Benar saja kalau lima testpack itu mengeluarkan hasil dua garis merah. Walau satu garis merah tidak terlalu terang, mungkin karena kehamilan Nina masih sangat muda, tapi bidan Desi meyakini kalau Nina memang sedang hamil.


"Mana anak kurang ajar itu." geram Bu Esty sambil berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Begitu berada di dalam kamar mandi, Bu Esty langsung menjambak rambut Nina.


"Sini kamu anak kurang ajar!" teriak Bu Esty sambil menyeret Nina keluar dari dalam kamar mandi.


"Ibu sekolahin kamu tinggi-tinggi bukan buat bikin malu Ibu! Ibu sekolahin kamu tinggi-tinggi biar jadi orang bener! Biar jadi perempuan yang gak gampang di rendahin sama laki-laki! Eh... kamu malah dengan sukarela ngerendahin diri kamu jadi pelakor! Ngasih leper kamu di cocol gratisan sama kakak ipar mu sendiri! Otak mu dimana Ninaaaaaa!!!!" teriak Bu Esty sambil menjambak-jambak rambut Nina.


Mendengar kata-kata Bu Esti, makin kaget saja teman-teman Nina. Mereka bisa menebak siapa kakak ipar yang Bu Esty maksud.


Sedangkan para tetangga yang mendengar keributan dari posko langsung keluar dari rumah mereka dan pergi ke posko untuk melihat apa yang terjadi.


"Aaarrgh... ampun Bu, ampun Bu, sakit Bu, sakit." teriak Nina kesakitan.


Melihat Nina dianiaya ibunya, bidan Desi langsung turun tangan memisahkan Nina dari amukan Bu Esti.


"Biar aja! Biar jalan otaknya!" balas Bu Esti.


"Sini kamu anak kurang ajar, gak tau diri! Bikin malu keluarga! Sini kamu!" teriak Bu Esti pada Nina yang berlindung di belakang bidan Desi.


"Bu sabar Bu, mungkin anak Ibu udah bikin salah, udah buat malu. Tapi mungkin dia juga gak mau sampai hamil kayak gini Bu." ucap bidan Desi.

__ADS_1


"Itu udah resikonya! Makanya kalau gak mau hamil di luar nikah, jangan mau lepetnya di cocol sebelum nikah!" balas Bu Esti.


"Sini kamu Nina!" teriak Bu Esti sambil meraih Nina tapi dengan cepat bidan Desi menahan Bu Esti.


"Sana pergi dulu kamu." perintah bidan Desi pada Nina.


Nina pun cepat-cepat pergi lalu keluar dari posko, dia menerobos para warga yang sedang menonton keributan antara dirinya dan ibunya.


"Aaargh...." teriak Bu Esti frustasi sambil berjongkok dan menjambak rambutnya begitu Nina berhasil pergi.


"Dosa apa yang sudah hamba-Mu ini perbuat ya Tuhan, sampai-sampai anak hamba mempermalukan hamba seperti ini? Huwaaaaa...." teriak Bu Esti sambil menangis.


"Sabar Bu, sabar." ucap bidan Desi.


"Gimana saya bisa sabar Ibu kalau anak saya jadi perusak rumah tangga sepupunya sendiri, bahkan sekarang hamil anak suami sepupunya. Mau taro dimana muka saya ini." balas Bu Esti.


Sementara bidan Desi dan Mbak Indah lagi menenangkan Bu Esti, saat ini teman-teman Nina dan para warga sedang berbisik-bisik. Para warga menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan dengan jujurnya teman-teman Nina menjawab pertanyaan warga kalau Nina di duga menjadi pelakor dalam rumah tangga Harum dan Candra, bahkan Nina sekarang hamil dan di duga anak Candra.


Dan akhirnya berita tentang perselingkuhan Nina dan Candra serta kehamilan Nina pun menyebar ke satu kampung bahkan sampai ke kantor Candra.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2