
Pukul 20.00
Setelah sepanjang hari memikirkan langkah apa yang harus Harum ambil sekarang, akhirnya Harum pun memutuskan untuk menghubungi Yunda. Dia ingin meminta bantuan Yunda untuk mencarikan pengacara yang bisa membantunya bercerai dengan Candra. Yang pastinya pengacara yang bukan kaleng-kaleng.
(Ini waktu Reesha masih umur satu tahunan yah.)
Tuuut... Tuuut... Tuuut...
Bunyi nada sambung yang menghubungkan ke nomor Yunda.
Tak sampai bunyi nada sambung habis, Yunda pun menjawab telepon Harum.
"Halo Rum." jawab Yunda.
"Halo Yun, gimana kabar, sehat?" tanya Harum basa-basi dulu.
"Sehat. Kamu sendiri gimana?" jawab Yunda kemudian bertanya balik.
"Sehat Yun. Reesha gimana?" tanya Harum.
"Sehat Rum." jawab Yunda.
"Um... Yun, aku boleh minta tolong gak sama kamu." ucap Harum mulai masuk ke inti permasalahan.
"Minta tolong apa Rum, kalau aku bisa tolong pasti aku tolong." balas Yunda.
"Um... bisa gak kamu minta sama suami kamu tolong carikan pengacara untuk ku." ucap Harum.
"Loh untuk apa Rum? Kamu bermasalah sama siapa?" tanya Yunda. Yunda sama sekali tidak kepikiran kalau Harum bermasalah dengan suaminya, karena setau Yunda, suami Harum itu yah laki-laki yang baik, setia dan sangat menyayangi Harum. Pokoknya berbanding terbalik dengan mantan suami Yunda.
"Aku mau gugat cerai Mas Candra, Yun." jawab Harum.
__ADS_1
Mendengar itu Yunda seperti tersambar petir di siang bolong.
"Hah......!!!!! Kok bisa Rum? Memangnya kamu dan Mas Candra kenapa?" tanya Yunda sekaget-kagetnya.
"Mas Candra selingkuh Yun." jawab Harum dengan suara bergetar menahan tangis.
"Serius kamu Rum?" tanya Yunda masih tak percaya.
"Serius Yun. Dia selingkuh sama sepupu aku sendiri lagi, itu yang paling bikin nyesek Yun." jawab Harum, tangisnya pun tak bisa lagi dia tahan karena memang rasanya benar-benar sakit.
Yunda diam sejenak. Dia bisa merasakan apa yang Harum rasakan saat ini.
"Kamu bisa bantu aku kan Yun ngomong sama suami kamu? Aku butuh bantuan untuk cari bukti perselingkuhan Mas Candra, agar gugatan cerai aku di terima." tanya Harum masih sambil menangis.
"Pasti Rum, aku pasti bantu kamu. Nanti aku coba omongin sama Mas Gandhi. Sekarang kamu banyak-banyak doa aja, biar hati kamu di beri kedamaian dan di beri kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini." jawab Yunda.
"Iya Yun, makasih yah." balas Harum.
"Ya udah sekarang kamu istirahat yah, jangan terlalu mikirin masalah ini, nanti kamu stress. Kamu gak boleh kelihatan sedih di depan Mas Candra biar Mas Candra gak besar kepala karena merasa begitu di cintai sama kamu." kata Yunda lagi.
"Iya Yun, aku tau." jawab Harum.
"Ya udah yah, aku tutup teleponnya, aku bicarain ini dulu sama Mas Gandhi, nanti aku kabarin lagi, oke." balas Yunda.
"Um.." balas Harum.
Yunda dan Harum pun menutup teleponnya bersamaan.
💋💋💋
Jakarta.
__ADS_1
Setelah panggilan telepon dengan Harum berakhir, Yunda yang tadinya ada di kamar Reesha langsung keluar dari kamar Reesha dan mencari suaminya di ruang kerjanya.
Ceklek. Tanpa mengetuk pintu, Yunda langsung membuka pintu ruang kerja Gandhi, dimana di dalam ruang kerja itu tak hanya ada Gandhi seorang melainkan ada juga Bayu disana.
"Reesha udah tidur?" tanya Gandhi saat melihat istrinya masuk ke ruang kerja.
Yunda menggelengkan kepalanya sambil berjalan mendekati Gandhi dan Bayu yang duduk disofa. Saat ini Gandhi dan Bayu sedang fokus merancang pelebaran sayap perusahaan baru Gandhi.
"Dia masih main-main sama Sus Indah dan Sus Nur." jawab Yunda sambil mendaratkan bokongnya di sebelah Gandhi.
"Oh." Gandhi hanya membulatkan mulutnya lalu matanya kembali fokus ke laya
"Ummm... Mas." panggil Yunda.
"Iya Sayang." jawab Gandhi lembut.
Mendengar suara Gandhi yang lembut menjawab panggilan Yunda, Bayu yang duduk di hadapan Gandhi dan Yunda, rasa-rasanya Bayu ingin pindah planet saja. Bayu tak sanggup kalau harus menjadi saksi kemesraan Yunda dan Gandhi.
"Ada yang mau aku omongin, Mas." ucap Yunda.
"Apa?" tanya Gandhi sambil menoleh ke arah Yunda.
Melihat raut wajah Yunda yang terlihat cemas, Gandhi malah berpikir kalau saat ini Yunda sedang kebelet pengen gulat ranjang dengannya.
Gandhi tersenyum tipis lalu menangkup wajah Yunda dengan kedua tangannya.
"Tahan sebentar lagi yah, aku selesein ini dulu." ucap Gandhi lalu mengecup bibir Yunda.
"Ekheeeeem!!!" Bayu berdehem sekeras-kerasnya agar Gandhi sadar kalau yang ada di hadapannya itu bujang lapuk bukan vas bunga.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...