Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 64


__ADS_3

Melihat Nina sudah masuk ke dalam rumah, semua orang yang ada dalam mobil, kecuali supir travel pun keluar dari dalam mobil.


"Jalannya pelan-pelan aja yah, dan kita jangan langsung terobos masuk." ucap Bayu memberi arahan pada orangtua Harum dan Harum dimana emosi mereka sudah meledak-ledak sebelum mereka berjalan memasuki area rumah.


Orangtua Harum dan Harum pun menganggukkan kepalanya.


Sesampainya di teras rumah, Bayu menyuruh orangtua Harum dan Harum berhenti dulu, sedangkan Bayu mengintip ke dalam.


Setelah beberapa menit mengintip keadaan di dalam, Bayu pun kembali mendekati orangtua Harum, Harum dan pengacara Batara.


"Gimana Pak? Mereka sedang apa?" tanya Bu Darmi dengan suara berbisik.


"Kayaknya mereka lagi debat di dalam." jawab Bayu.


"Gak ada pintu lain lagi kah selain pintu depan ini?" tanya Bayu pada Harum.


"Ada pintu samping yang mau masuk ke dapur. Tapi gak tau terkunci apa gak." jawab Harum.

__ADS_1


"Kita lihat dulu kalau gitu, nanti kita masuk dari situ aja." ucap Bayu dan disetujui oleh Harum.


Harum dan Bayu pun berjalan ke samping rumah dan diikuti orangtua Harum dan pengacara Batara.


Saat berjalan menuju pintu samping, kerena melewati jendela yang bisa melihat ke dalam ruang tengah, mereka pun berjalan membungkuk agar Candra dan Nina tidak melihat kedatangan mereka.


Namun tiba-tiba saja Harum berhenti di tengah jalan. Dia berhenti karena mendengar perkataan Nina yang menggelitik hatinya.


Ya kalau Mbak Harum udah gak mau sama Mas, kan masih ada aku Mas, kita bisa mulai hubungan kita yang baru.


Bukan hanya Harum yang mendengar perkataan Nina itu, tapi orangtua Harum, Bayu dan pengacara Batara juga bisa mendengar perkataan Nina.


Saat Harum berhenti, Bayu tetap meneruskan langkahnya ke pintu dan mengecek pintu itu. Sedangkan pengacara Batara tetap bersama Harum dan kedua orangtua Harum yang sedang menguping pembicaraan Candra dan Nina, tak lupa pengacara Batara merekam pembicaraan Candra dan Nina di ponselnya.


Sesampainya di pintu samping, ternyata pintu itu terkunci


Walau pintu terkunci, tapi jendela yang ada disamping pintu tidak di kunci, Bayu pun memasukkan tangannya untuk mera.ba tempat kunci yang ada di balik pintu. Untungnya ada kunci yang menyangkut di lubang kunci. Dengan sangat pelan agar tak menimbulkan suara, Bayu pun memutar kunci itu dan pintu pun terbuka.

__ADS_1


Setelah pintu terbuka barulah Bayu masuk ke dalam dapur dengan langkah perlahan.


"Ayo pintu sudah terbuka." ajak pengacara Batara saat Bayu berhasil membuka pintu samping. Perekam suara untuk merekam pembicaraan Candra dan Nina pun dia jeda.


Harum dan kedua orangtuanya yang sedang pasang telinga mendengar pembicaraan Candra dan Nina pun meneruskan langkah mereka dengan langkah mengendap-endap seperti pencuri menyusul Bayu yang sudah masuk ke dapur dan sudah mengeluarkan ponselnya merekam video Nina yang saat ini sedang memeluk Candra.


Melihat itu, jelas saja Bu Darmi makin emosi. Dengan emosi yang sudah sampai di ubun-ubun, Bu Darmi hendak melabrak Nina dan Candra tapi dengan cepat pengacara Batara menahan tangan Bu Darmi.


"Sabar Bu, sebentar lagi, momennya belum pas." ucap pengacara Batara. Karena saat ini Candra dan Nina sedang dorong-dorongan.


"Ta-"


Gedebuk. Suara orang jatuh.


Sontak Bu Darmi dan pengacara Batara menoleh ke arah Candra dan Nina yang saat ini sudah di lantai.


Bu Darmi pun mengurungkan niatnya untuk melabrak Candra dan Nina dan menunggu momen yang tepat seperti yang di katakan pengacara Batara.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2