Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 37


__ADS_3

TRING. Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Candra.


Candra pun mengambil ponselnya yang ia letakkan diatas meja. Melihat ada pesan masuk ke ponselnya dari Nina, Candra melirik Harum terlebih dulu sebelum membuka pesan dari Nina. Melihat Harum sedang sibuk dengan ponselnya juga sambil makan, barulah Candra membuka pesan dari Nina.


[Nina] : *sceenshot status whatsapp Harum*


Enak yah makan ayam bakar sama istri. Aku gak diajak?


Candra pun membalas pesan dari Nina.


[Candra] : Kenapa, kamu cemburu? Ingat gak boleh cemburu!


Tak sampai satu menit Nina membalas pesan Candra.


[Nina] : Gak, aku gak cemburu kok. Tapi aku juga pengen makan ayam bakar berdua sama Mas kayak Mbak Harum.


[Candra] : Kapan-kapan yah.


[Nina] : Bener yah Mas?


[Candra] : Iya. Udah yah jangan chat-chat lagi. Nanti Harum curiga.


[Nina] : Ok.


Candra tak lagi membalas pesan Nina dan kembali meletakkan ponselnya diatas meja.


Setengah jam kemudian.


Candra dan Nina sudah selesai makan dan bersiap untuk pulang.


"Mas..."


"Hemh..."


"Kita pesen satu untuk Nina yah Mas." ucap Harum.


"Terus siapa yang bawa kesana?" tanya Candra.


"Ya kita lah. Sekalian ambil motor." jawab Harum.

__ADS_1


"Terus yang bawa motor siapa dari poskonya Nina ke rumah?"


"Ya aku lah." jawab Harum.


"Gak usah. Besok aja aku suruh orang anter motor kamu ke rumah." balas Candra.


"Oh ya udah. Tapi ayam bakar untuk Nina nya tetap di pesen kan?" tanya Harum.


"Boleh aja, asal jangan kita yang nganter. Coba tanya sama pelayannya bisa dianter gak." jawab Candra.


Candra malas bertemu dengan Nina.


Harum pun memanggil pelayan dan menanyakan apa warung ayam bakar tempat mereka makan ini menerima sistem antar. Dan untungnya bisa. Karena bisa diantar, Harum pun memesan satu ayam bakar untuk Nina.


Karena ayam bakar untuk Nina pihak warung makan yang mengantar, jadi setelah mereka membayar tagihan makanan, mereka pun langsung pulang.


Begitu di dalam mobil, Harum pun menghubungi Nina untuk memberitahu Nina kalau mereka sudah memesan ayam bakar untuk Nina dan teman-temannya.


Tak sampai satu jam ayam bakar untuk Nina pun sampai di posko.


Teman-teman Nina nampak senang melihat kiriman ayam bakar dari Harum, tapi tidak dengan Nina. Dia maunya makan ayam bakar langsung di tempatnya berdua dengan Candra, dia tidak mau hanya sekedar kiriman ayam bakar.


💋💋💋


Sudah dua hari Harum kembali tidur di rumahnya bersama Candra dan itu artinya sudah dua hari juga Nina tidak berduaan dengan Candra. Jangan kan berduaan, mengobrol secara langsung dan bahkan bertemu pun tidak. Candra sengaja sembunyi di kantornya dan tidak keluar-keluar dari kantor agar tidak bertemu dengan Nina dengan alasan pada Nina kalau dirinya sangat sibuk. Meski begitu, mereka tetap aktif berkirim pesan.


TRING. Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Candra.


Candra yang sedang fokus di layar laptop pun menoleh ke arah ponselnya yang ia letakkan disamping laptop. Melihat nama Nina, Candra menghela nafasnya kasar.


Pasti mau nagih makan ayam bakar lagi deh. gumam Candra dalam hati. Karena sejak Candra dan Harum makan ayam bakar, Nina selalu menanyakan kapan Candra membawanya makan ayam bakar.


Candra membuka pesan dari Nina.


[Nina] : Mas...


[Candra] : Ya.


[Nina] : Kok Ya aja? Sayangnya mana?

__ADS_1


[Candra] : Ya Sayang. Kenapa?


[Nina] : Nina kangen.


[Candra] : Terus mau gimana?


[Nina] : Ayo lah keluar makan ayam bakar.


Candra menghela nafasnya kasar.


"Tuh kan bener." cicit Candra.


[Candra] : Gak bisa Nin, Harum ada dirumah. Lagian kalau kita makan ayam bakar disana, orang-orang kan kenal sama aku, nanti mereka ada yang laporan sama Harum, gimana?


[Nina] : Kalau gitu kita ke tempat lain yang gak ada orang kenal sama Mas Candra.


[Candra] : Mau kemana? Kalau masih di desa ini, yah udah pasti orang-orang kenal sama aku.


[Nina] : Tapi aku pengen makan berdua sama Mas Candra. Mas Candra kan udah janji sama aku akan memperlakukan aku sama seperti Mas memperlakukan Mbak Harum.


Lagi, lagi Candra menghela nafasnya kasar.


Candra pun berpikir bagaimana caranya agar dia bisa makan berdua dengan Nina seperti yang Nina mau.


[Candra] : Ya udah gini, gimana kalau kita pergi ke kota. Disana kan gak ada yang kenal aku.


[Nina] : Beneran Mas? Kapan?


[Candra] : Nanti, aku cari waktu dulu.


[Nina] : Hish!!! Gak pasti dong! Aku pikir weekend ini.


[Candra] : Kalau bisa weekend ini yah weekend ini, tapi kalau gak bisa kamu jangan marah yah, pokoknya pasti kita pergi tapi aku harus cari waktu yang tepat. Oke.


[Nina] : Oke lah, aku nurut sama Mas aja.


Candra tak lagi membalas pesan Nina. Dia pun mengambil kalender dan mencari waktu yang tepat untuk pergi ke kota berdua dengan Nina.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2