
Warung Harum.
Sampailah mereka di warung Harum.
Karena sudah larut malam, jadi suasana sekitaran warung Harum sudah sepi.
Candra dan Nina pun masuk dari pintu belakang.
"Mas ngapain bawa Nina kesini?" tanya Nina.
"Bukannya tadi kamu bilang kangen sama Mas?"
"Iya tapi kenapa harus ke warungnya Mbak Harum? Gak bahaya kah?"
"Justru karena tempat ini yang paling aman buat kita berduaan makanya Mas bawa kamu kesini." jawab Candra.
Setelah mengunci kembali pintu belakang, Candra langsung menarik tangan Nina ke bagian depan.
Sesampainya di bagian depan warung, tanpa menghidupkan lampu warung dan hanya mengandalkan senter hape Candra, Candra yang sudah tidak tahan ingin melampiaskan hasratnya langsung mendorong Nina ke tembok lalu mencium bibir Nina dengan brutal.
Nina pun membalas ciuman Candra.
Setelah beberapa menit, Candra melepas sepihak ciuman mereka untuk membuka hoodie, kaos dan celana tidur yang Nina pakai. Setelah melepas semua pakaian yang Nina pakai, giliran Candra melepas pakaian yang dia pakai.
"Sini." Candra menarik tangan Nina dan membawa Nina ke meja kemudian mendudukkan Nina di meja.
Setelah Nina duduk di meja, Candra lanjut memberi sengatan-sengatan kenikmatan di tubuh Nina.
Di rasa cukup memberi sengatan di tubuh Nina, Candra pun meminta Nina memberikan sengatan kenikmatan di tubuhnya.
Setelah kurang lebih sepuluh menit pemanasan, hasrat keduanya pun semakin tidak bisa di tahan, mereka pun kembali bercinta dengan berbagai gaya.
💋💋💋
Sepuluh menit kemudian.
"Aaargh..." erangan panjang keluar dari mulut keduanya, tanda kalau mereka berdua sudah sama-sama sampai di puncak kenikmatan.
Setelah semua benihnya tumpah di dalam rahim Nina, barulah Candra menarik mundur wortelnya dari dalam goa lembab Nina kemudian duduk di kursi dan mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Sedangkan Nina, dia masih berbaring diatas meja.
"Mas tolong ambilin tissue dong." pinta Nina saat merasakan ada cairan yang keluar dari goa lembabnya.
__ADS_1
Candra pun berdiri dari duduknya dan mengambil tissue dari meja sebelahnya kemudian memberikan kotak tissue pada Nina kemudian duduk kembali di kursi.
Nina pun membersihkan goa lembabnya.
"Mas..."
"Hemh..."
"Mas Candra puas gak sama Nina?" tanya Nina.
"Ya puas lah. Kalau gak puas gak mungkin sampe keluar, pasti udah mati di tengah jalan." jawab Candra dengan nafas yang belum stabil.
"Kalau dibandingin sama Mbak Harum, Mas Candra lebih puas sama siapa?" tanya Nina.
"Kok nanya nya gitu?" tanya Candra.
"Pengen tau aja Mas." jawab Nina.
"Kalian berdua punya sensasi sendiri jadi gak bisa di bandingin." jawab Candra.
Nina diam sejenak lalu mengganti topik pembicaraan.
"Um... gimana kalau Jumat minggu depan? Soalnya hari Jumat aku ada pertemuan di kota, jadi sekalian kita kesana, gimana?" tanya Candra.
Dengan senang hati Nina menganggukkan kepalanya semangat.
Drt... Drt... Drt...
Tiba-tiba saja ponsel Candra bergetar.
Candra berdiri dari duduknya dan mengambil ponselnya yang dia letakkan di stelling untuk menerangi bagian depan warung.
Harum. Itulah nama yang tertera di layar ponsel.
Mati aku! cicit Candra.
"Siapa Mas?" tanya Nina.
"Harum. Kamu diem yah jangan bersuara." jawab Candra.
Candra pun menjawab telepon Harum.
__ADS_1
"Halo Sayang." jawab Candra.
"Kamu dimana Mas?" tanya Harum.
"Ummm... lagi di luar, nyari makan." jawab Candra.
"Kok gak bangunin aku?"
"Aku udah bangunin kamu tadi, tapi kamu gak bangun-bangun, jadi aku pergi sendiri deh." jawab Candra.
"Terus dapet makanannya?" tanya Harum.
"Gak dapet. Gak ada warung makan yang buka." jawab Candra.
"Kalau gitu eli mie instan aja Mas, nanti biar aku masakin." balas Harum.
"Iya, ini juga lagi nyari warung kelontong yang buka. Ya udah yah, aku jalan lagi, cari warung kelontong yang buka." balas Candra.
"Ya udan hati-hati yah Mas. Oh iya sekalian kerupuk-kerupuknya Mas, gak enak makan mie instan gak pake kerupuk." pesan Harum.
"Oke." jawab Candra lalu menutup telepon Harum.
"Ayo pulang." ajak Candra sambil berjalan mengambil bajunya.
Tapi saat Candra melewati meja yang di tempati Nina, Nina langsung memeluk Candra.
"Nina masih pengen berduaan sama Mas Candra." rengek Nina.
"Gak bisa Nin, Harum bangun dan sekarang lagi nunggu Mas dirumah." tolak Candra.
"Tapi Nina masih kangen Mas. Kita udah dua hari gak ketemuan! Mas Candra juga gak pernah muncul di lokasi gotong royong." balas Nina.
"Tahan yah Sayang, nanti di kota, sepenuhnya waktu Mas milik kamu. Jadi kalau kamu masih mau menjalin hubungan dengan Mas, kamu harus bisa ngerti posisi Mas. Oke." balas Candra.
Nina diam sejenak, lalu tak lama menganggukkan kepalanya.
"Ayo cepet pake baju kamu, kita pulang sekarang." ucap Candra sambil melepaskan tangan Nina dari tubuhnya lalu mengambil pakaiannya dan memakainya. Begitu juga dengan Nina, dia pun memakai pakaiannya walau hatinya masih sangat ingin berduaan dengan Candra.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1