Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 44


__ADS_3

Warung Harum.


Kini Candra sudah sampai di warung Harum. Dia masuk dari pintu depan, sedangkan Harum ada di bagian belakang bersama karyawan wanita. Sedangkan karyawan laki-laki sedang sibuk membersihkan bagian depan.


"Eh Pak Candra." sapa Irwan.


"Istri saya mana Wan?" tanya Candra.


"Ada di belakang, Pak." jawab Irwan.


"Oh." balas Candra.


Candra pun memasuki warung sambil matanya melihat ke lantai untuk mencari anting Nina.


Kayaknya ini warung udah di sapu deh. gumam Candra dalam hati.


Candra terus berjalan sampai di dapur.


Melihat ada yang berjalan ke dapur, Harum yang sedang duduk melihat karyawannya sedang menyiapkan bumbu dapur untuk persiapan besok langsung menoleh ke arah Candra dan langsung melempar senyuman pada Candra dan yang pastinya senyuman palsu.


"Mas Candra? Kok kesini Mas?" tanya Harum.


"Mau sidak kamu, apa bener kamu cuma lihatin karyawan kamu atau malah ikut kerja." jawab Candra.


"Ish kamu, gak percayaan banget sama istri mu ini Mas." balas Harum.


"Mas udah makan siang belum?" tanya Harum.


"Udah tadi. Kamu?" jawab Candra lalu bertanya balik pada Harum.


"Udah Mas." jawab Harum berbohong. Padahal Harum belum ada makan, dia tidak selera makan karena memikirkan suaminya yang dia curigai selingkuh.


"Emangnya Mas Candra gak ada kerjaan makanya kesini? Di cariin Pak Camat loh nanti." tanya Harum.

__ADS_1


"Ada. Tapi kan keluar sebentar gak pa-pa lah, demi mastiin kamu gak kecapean." jawab Candra.


Mata Candra berkeliling melihat ke arah lantai.


"Ini warung udah kamu bersihin belum?" tanya Candra.


"Ya udah lah Mas. Masa iya mau di buka lagi gak di bersihin warungnya." jawab Harum.


"Pasti kotor banget yah tadi warungnya?" tanya Candra. Dia mencoba memancing untuk mengetahui apa ada anting yang mereka temukan.


"Ya kotor debu lah, Mas." jawab Harum.


"Oh." balas Candra.


Harum gak ada bahas soal anting, berarti dia gak nemuin anting di warung ini. Kemungkinan anting Nina jatuh waktu Nina buka hoodie di simpang dua. gumam Candra.


Huuft... berarti aman lah. gumam Candra lagi.


"Ya udah lanjut aja siap-siapnya, aku balik ke kantor dulu, tapi ingat yah kamu gak boleh ikut kerja, kamu lihat-lihat aja." pamit Candra.


"Edah, Juli, Ramlah, larang istri saya yah kalau dia mau ikut-ikutan kerja." ucap Candra mengingatkan ketiga karyawan wanita Harum.


"Siiip Pak." balas Edah.


"Aku balik ke kantor yah." pamit Candra.


Cup. Sambil mengecup kening Harum dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Harum.


Candra pun pergi meninggalkan Harum.


Setelah Candra pergu, Harum mengelap keningnya yang baru saja di kecup Candra. Jika dulu Harum senang dengan perlakuan Candra yang romantis, sekarang Harum malah merasa najis dengan sikap Candra yang sok romantis dan sok perhatian padanya.


Munafik!!! maki Harum dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Candra, setelah beberapa meter dari warung Harum, Candra menepikan motornya sebentar untuk menghubungi Nina.


"Halo Mas. Gimana, ketemu gak antingnya?" tanya Nina.


"Gak ketemu. Di hoodie dan di warung juga gak ada. Mungkin anting mu jatuhnya waktu kamu buka hoodie di simpang dua." jawab Candra.


"Mungkin kali yah Mas." balas Nina.


"Kamu tuh bikin kaget-kaget aja!" balas Candra.


"Ya maaf Mas." balas Nina.


"Udah gak usah di pikirin. Nanti aku beliin anting yang baru pas kita di kota nanti, oke." balas Candra.


"Bener yah Mas?"


"Iya. Udah yah Mas tutup dulu. Mas lagi di jalan ini dari warung Mbak mu."


"Ya udah, hati-hati yah Mas."


Candra pun menutup teleponnya lalu lanjut mengendari motornya ke kantor.


💋💋💋


Hari-hari berlalu, satu minggu sudah Harum berusaha keras untuk bersikap biasa saja pada Candra, agar Candra merasa leluasa bisa bertemu selingkuhannya, tapi Candra tidak menunjukkan gelagat yang aneh.


Bahkan ponselnya pun sering di letakkan begitu saja kalau Candra ada dirumah, seolah tak ada yang perlu di khawatirkan. Candra tak pernah lagi keluar rumah tengah malam seperti minggu lalu.


Karena Candra tidak berperilaku aneh, Harum pun mencoba untuk mempercayai Candra, dia berusaha melupakan tentang anting, tissue bau bayclin dan informasi dari tetangga sebelah warungnya dan mengganggap kalau wanita yang Candra bawa ke warung itu hanya wanita sekedar jajanan Candra saja.


Walau sebenarnya sulit sekali Harum melupakan itu dan mengikhlaskan Candra jajan di luar, tapi demi keutuhan rumah tangganya dan karena rasa cintanya yang besar untuk Candra, Harum harus bisa melakukan itu.


Tapi nyatanya, saat Harum sudah ikhlas dan berusaha memaafkan dengan kelakuan nakal suami dan tidak lagi mencari bukti-bukti, tuhan malah kembali memberikan petunjuk pada Harum.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2