
Lelah memikirkan soal anting dan tissue yang tak juga mendapat titik temu, Harum pun memilih menutup buku tentang masalah tissue yang bau bayclin dan anting dari pada dia stress karena dua hal itu.
Setelah Juli dan Ramlah selesai membersihkan, Harum pun menyuruh Juli dan Ramlah pergi ke pasar untuk belanja. Semua belanjaan yang harus di beli sudah Harum tulis dalam selembar kertas.
Selagi menunggu Juli dan Ramlah pergi ke pasar, Harum ikut membersihkan warungnya, dia menyapu-nyapu daun kering yang ada di halaman.
"Eh... Mbak Harum..." sapa pemilik ruko yang ada di sebelahnya.
"Iya Ibu." balas Harum. Dia pun berhenti menyapu.
"Udah sehat Mbak Harum?" tanya si ibu itu.
"Sudah Bu." jawab Harum.
"Syukurlah." balas si Ibu.
"Udah mau buka lagi warungnya Bu?" tanya si Ibu.
"Iya Bu. Mungkin besok udah mulai buka lagi, hari ini bersih-bersih dulu." jawab Harum.
"Pantes semalem kesini. Ternyata mau buka lagi toh." ucap si ibu.
Deg. Tubuh Harum langsung membeku mendengar ucapan si ibu. Perasaan tak enak yang sudah dia buang jauh-jauh kembali menghantui hati dan pikirannya.
"Maksud Ibu gimana?" tanya Harum.
"Loh, tadi malem Mbak Harum sama suami kan yang kesini?" tanya si ibu balik.
Harum menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Loh, kalau bukan Mbak Harum dan suami, terus siapa dong?" tanya si ibu.
"Kok Ibu yakin banget kalau itu saya dan suami saya?" tanya Harum.
"Saya kan kenal motor Mbak Harum. Di plat nomor ada inisial HS." jawab si Ibu.
"Ibu lihat motor saya disini?" tanya Harum masih tak percaya.
Pikirannya langsung tertuju pada Candra. Karena semalam Candra yang keluar membawa motor Harum.
"Iya, di parkir di belakang." jawab si Ibu.
"Jam berapa?" tanya Harum untuk mencocokkan dengan jam keluar Candra.
"Kalau gak salah jam sebelas atau setengah dua belas gitu lah." jawab si Ibu.
"Kan semalam saya baru pulang dari rumah mertua saya, terus saya lihat kok ada motor Mbak Harum disini, tapi anehnya lampu di dalam gak nyala. Saya pikir mungkin lampunya putus kali, jadi saya gak ambil pusing lah, saya masuk lah ke ruko saya. Gak lama setelah saya masuk saya denger tuh suara pintu belakang, saya intip dari jendela kamar saya diatas, saya lihat ada dua orang pake hoodie hitam couple keluar dari dalam terus pergi naik motor Mbak Harum, yah saya pikir itu Mbak Harum sama suami." kata si Ibu menceritakan kronologinya.
Dari cerita si Ibu, Harum yakin kalau salah satu orang yang memakai hoodie couple itu adalah Candra. Harum juga langsung mengaitkan dengan tissue dan anting. Pikiran-pikiran negatif langsung memenuhi isi kepala Harum.
Jangan-jangan tissue bau bayclin itu ulah Mas Candra dan selingkuhannya?
Jangan-jangan anting itu juga punya selingkuhan Mas Candra?
Jangan-jangan sebelum ini, Mas Candra sudah sering membawa selingkuhannya ke warung ku dan mereka berbuat mesum di warungku?
Sekarang isi kepala Harum penuh tentang perselingkuhan Candra.
"Mbak... Mbak Harum gak pa-pa?" tanya si Ibu karena Harum melamun dan wajahnya pucat.
__ADS_1
"Gak kok Bu, gak pa-pa." jawab Harum sambil senyum terpaksa. Dia mencoba terlihat baik-baik saja.
"Gak usah mikir yang macem-macem dulu Mbak, mungkin saya yang salah lihat. Kan saya lihatnya juga dari atas gak lihat langsung. Coba tanya dulu sama suami Mbak." ucap si Ibu yang mengerti isi kepala Harum.
"Iya Bu. Saya juga gak mikir kalau itu suami saya. Karena semalam di jam yang Ibu bilang tadi, suami saya di rumah dan kami lagi makan mie instan. Sedangkan motor, di pinjem sama stafnya suami saya. Saya mikirnya malah stafnya suami saya yang dateng kesini." jawab Harum.
"Terus stafnya suami Mbak kok bisa punya kunci warung?" tanya si Ibu.
"Kalau kunci warung kan memang saya taro di jok motor." jawab Harum.
"Oh." balas si Ibu.
"Syukurlah kalau bukan suami Mbak Harum. Saya juga mikir gak mungkin lah suaminya Mbak Harum begitu." kata si Ibu lagi.
"Ya udah yah Mbak, saya masuk dulu." pamit si Ibu lalu meninggalkan Harum.
Setelah si Ibu masuk ke rukonya, Harum pun ikut masuk ke warungnya.
"Kalian lanjutin aja yah beres-beresnya, saya tinggal dulu." pamit Harum pada karyawannya.
"Mau kemana Mbak?" tanya Edah.
"Ada urusan penting." jawab Harum lalu cepat-cepat mengambil tasnya kemudian keluar dari warung lewat pintu belakang karena motornya memang terparkir di area belakang.
Harum pun melajukan motornya pergi dari warung menuju rumahnya. Dia ingin memastikan hoodienya. Apakah hoodienya ada atau tidak di lemari karena menurut cerita si Ibu, dua orang itu memakai hoodie couple.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1