Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 58


__ADS_3

Setelah bicara dengan Gandhi, barulah Yunda keluar dari ruang kerja Gandhi. Setelah Yunda keluar, tanpa menunggu nanti-nanti atau besok-besok, Gandhi langsung menghubungi pengacara Batara untuk meminta tolong menangani masalah Harum dan pengacara Batara dengan senang hati mau menangani masalah Harum.


"Bay..." panggil Gandhi setelah selesai bicara dengan pengacara Batara di telepon.


"Ya Pak." jawab Bayu sambil melihat kearah Gandhi.


"Besok kamu temenin Bang Batara yah ke Solo untuk temui Harum." ucap Gandhi.


"Loh kok aku, Pak?!" protes Bayu.


Karena besok hari Minggu, hari dimana dia sudah menjadwalkan harinya untuk rebahan sepanjang hari. Maklum saja seminggu ini tubuhnya sudah dipakai untuk lembur, lembur dan lembur.


"Terus aku mau nyuruh siapa? Mang Teja? Kan asisten saya kamu, makanya saya suruh kamu." balas Gandhi.


"Tapi besok kan hari Minggu, saya sudah ada janji." balas Bayu.


"Janjian dengan siapa? Kasur, bantal dan guling?" sindir Gandhi.


"Cih... memangnya kenapa kalau iya." decih Bayu.


"Lama-lama hamil tuh guling kamu bikin!" sindir Gandhi lagi.


Bayu memutar bola matanya malas.


"Pokoknya besok kamu temenin Bang Batara ke Solo, sekalian lah kamu healing, cuci mata, kalau perlu minta Harum kenalkan sama temennya, manatau ada temennya Harum yang berjodoh sama kamu. Lihat tuh temen-temen kamu udah pada nyari TK tuh buat anak-anaknya." kata Gandhi.

__ADS_1


"Cih... iya, iya besok aku akan kesana." balas Bayu.


💋💋💋


Solo


Sedangkan di Solo, saat ini Candra masih berusaha meminta maaf pada Harum. Saat ini Candra sedang menunggu Harum keluar dari rumah, dia menunggu Harum di dalam mobil yang dia parkirkan di depan rumah orangtua Harum.


"Dia masih disana?" tanya Pak Danu pada Harum yang sedang mengintip dari jendela.


"Iya Pak." jawab Harum.


"Kamu mau temui dia?" tanya Pak Danu lagi.


"Terus gimana, kamu udah dapet pengacaranya?" tanya Pak Danu.


"Belum Pak, tapi Harum udah minta bantuan Yunda minta Yunda ngomong sama suaminya untuk cariin pengacara yang bagus buat bantu perceraian Harum." jawab Harum.


"Oh, bagus lah." balas Pak Danu.


"Harum lihat Ibu dulu yah Pak." pamit Harum dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Pak Danu.


Harum pun berdiri dari duduknya lalu berjalan ke kamar orangtuanya untuk melihat keadaan Ibunya. Bu Darmi terlihat lebih terpukul ketimbang Harum.


Sesampainya di kamar orangtuanya, Harum melihat Ibunya sedang berbaring ditempat tidur dengan posisi membelakangi pintu, Harum juga mendengar suara isak tangis sang Ibu.

__ADS_1


Harum pun berjalan mendekati Bu Darmi. Merasakan Harum berjalan mendekatinya, cepat-cepat Bu Darmi menghapus air matanya.


Seaampainya di dekat sang Ibu, Harum mendaratkan bokongnya di tepi ranjang di dekat Ibunya.


"Udah lah Bu, gak usah nangis-nangis lagi, gak usah dipikirin. Harum baik-baik aja kok Bu." ucap Harum.


"Ini bukan cuma tentang perselingkuhan Candra, Rum. Tapi ini tentang hubungan keluarga Ibu dan keluarga Nina. Ibu bener-bener kecewa sama Nina, apa Ibu harus memutus hubungan keluarga kita dengan keluarga Nina hanya karena masalah ini?" balas Bu Darmi.


"Sebenarnya Harum gak berharap hubungan keluarga kita putus hanya karena masalah ini. Kalau Ibu mau marah sama Nina, yah sama Nina aja gak usah bawa-bawa keluarganya, karena Bude Esti pasti juga gak mau anaknya menjadi perusak rumah tangga orang lain." balas Harum.


"Tapi orangtua Nina tetap harus di kasih tau tentang kelakuan Nina, kita gak boleh nutupin ini dari keluarga, Ibu gak mau hanya kamu aja yang jadi bahan omongan keluarga, tapi keluarga besar kita harus tau kalau Nina lah penyebab hancurnya semua ini." balas Bu Darmi.


"Ini semua salah Ibu, Rum, yang sudah memberikan celah untuk Nina mendekati Candra." kata Bu Darmi sambil menangis


"Jangan menyalahkan diri sendiri Bu, semua ini udah garis takdir Harum." balas Harum sambil mengusap air mata Bu Darmi.


Cukup lama Harum berada di kamar orangtuanya karena harus menguatkan sang Ibu.


Selagi Harum berada di kamar bersama Bu Darmi, Pak Danu keluar dari rumah dan menghampiri Candra yang berada didalam mobil.


Melihat Pak Danu menghampirinya, Candra pikir hati Pak Danu melunak dan mengizinkannya untuk bertemu dengan Harum. Tapi nyatanya, Pak Danu mendatanginya hanya untuk mengusir Candra. Karena Pak Danu mengusirnya dengan suara keras, mau tidak mau Candra pun pergi dari depan rumah orangtua Harum karena tidak mau suara Pak Danu membuat warga sekitar keluar dari rumah mereka.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2