
Kini mobil travel yang membawa Bayu, pengacara Batara dan satu anak buah pengacara Batara pun sudah sampai di depan rumah orangtua Harum.
Harum tidak tau kalau hari ini asisten pribadi suami sahabatnya dan pengacara yang diminta Harum akan datang, karena Yunda tidak memberitahu dirinya. Jangankan memberitahu, Yunda pun belum memberitahu Harum apakah Gandhi mau membantunya atau tidak.
"Yang ini Pak rumahnya?" tanya anak buah Felix, anak buah pengacara Batara pada supir.
"Dari alamatnya sih bener Pak yang ini." jawab si supir.
Bayu, pengacara Batara dan Felix pun keluar dari mobil. Bersamaan dengan keluarnya mereka dari dalam mobil, Pak Danu juga keluar dari rumah.
Bayu pun mendekati Pak Danu. Bayu tidak mengenali Pak Danu, yang dia kenal hanya Harum, karena pernah beberapa kali bertemu.
"Selamat siang Pak." sapa Bayu.
"Iya selamat siang. Ada apa yah?" tanya Pak Danu.
"Apa benar ini rumah orangtua Harum?" tanya Bayu.
"Iya, saya Bapaknya Harum. Bapak-bapak ini siapa yah? Dan ada keperluan apa?" tanya Pak Danu.
"Oh, saya Bayu, Pak dan ini pengacara Batara, kalau yang ini pengacara Felix. Kedatangan kami kesini untuk membantu Harum mengurus perceraiannya." jawab Bayu.
"Oh..." Pak Danu membulatkan mulutnya.
"Saya pikir siapa. Mari masuk bapak-bapak." ucap Pak Danu lalu membuka pintu rumah lebar-lebar dan mempersilahkan tiga orang itu masuk kedalam rumah kemudian mempersilahkan tiga orang itu duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Setelah itu Pak Danu pun berjalan menuju kamar Harum.
"Rum... Harum... Ini Rum pengacaranya sudah datang." ucap Pak Danu.
Mendengar itu Harum langsung keluar dari dalam kamar.
"Pengacara apa, Pak?" tanya Harum.
"Ya pengacara yang akan membantu mu mengurus perceraian mu dengan Candra." jawab Pak Danu.
"Masa sih? Tapi Yunda belum ada ngabarin Harum. Kok tiba-tiba udah nongol aja pengacaranya?" tanya Harum tak percaya.
"Ya mana Bapak tau, Rum. Udah sana temui pengacaranya, biar Bapak buatkan minuman untuk mereka." jawab Pak Danu.
Pak Danu pun berjalan menuju dapur, sedangkan Harum, dia masuk lagi ke kamar untuk merapihkan penampilannya yang semraut. Bu Darmi yang penasaran pun sampai keluar dari kamar. Dia melirik sebentar kearah ruang tamu lalu menyusul suaminya di dapur.
"Pengacara yang akan bantu Harum cerai dengan Candra." jawab Pak Danu.
"Oh." balas Bu Darmi.
"Sini Ibu buatkan teh." ucap Bu Darmi.
"Gak usah-gak usah, biar Bapak aja. Ibu kan masih sakit, jadi Ibu tunggu aja di ruang tamu." tolak Pak Danu.
"Ya sudah, Ibu ke ruang tamu dulu kalau gitu." balas Bu Darmi dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Pak Danu.
__ADS_1
Tapi Bu Darmi tidak langsung pergi ke ruang tamu, dia menghampiri Harum yang masih di dalam kamar terlebih dulu. Setelah Harum selesai merapihkan penampilannya, barulah Harum dan Bu Darmi pergi ke ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu, orang yang pertama Harum lihat adalah Bayu.
"Eh... Pak Bayu." sapa Harum dengan senyuman tipis.
Bayu pun membalas dengan anggukkan kepala dan senyuman tipis juga.
"Apa bapak-bapak ini pengacara yang akan membantu mengurus perceraian saya?" tanya Harum pada pengacara Batara dan pengacara Felix.
"Iya betul. Saya Batara dan ini asisten saya, Felix." jawab pengacara Batara sambil berdiri dari duduknya lalu bersalaman dengan Harum.
Begitu juga dengan Felix, dia juga berdiri dari duduknya lalu bersalaman dengan Harum.
Setelah bersalaman, mereka pun duduk lagi.
"Saya kaget loh, soalnya Yunda belum ada ngomong apa-apa sama saya." ucap Harum.
"Pak Gandhi yang larang Bu Yunda untuk kasih tau." jawab Bayu.
"Oh..." Harum membulatkan mulutnya.
Tak lama Pak Danu pun muncul di ruang tamu dengan nampan yang berisi tiga gelas teh dan dua toples kue kering di tangannya.
Setelah Pak Danu meletakkan gelas teh dan toples kue kering, mereka pun langsung membahas tentang masalah Harum. Harum mulai bercerita, mulai dari saat dia keguguran dan setelah pulang dari rumah sakit tinggal di rumah orangtuanya, kemudian menceritakan penemuan tissue bau bayclin dan anting di warungnya, lalu menceritakan pesan masuk di email dari aplikasi booking hotel dan isi chat Candra dengan Nina dimana nama Nina diganti dengan nama Mas Karyo, sampai akhirnya dia menceritakan saat dia memergoki Candra dan Nina di hotel dengan penampilan mereka yang sudah kacau.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...