Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 52


__ADS_3

Pukul 03.00 dini hari.


Pak Danu dan Harum baru saja sampai di rumah.


Mendengar suara mobil suaminya, Bu Darmi yang sedang tidur sampai terbangun, karena mobil Pak Danu terparkir tepat di depan jendela kamarnya.


Bu Darmi pun melihat jam di ponselnya terlebih dulu sambil mengumpulkan roh nya. Setelah semua rohnya masuk kembali ke tubuhnya barulah Bu Darmi turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar untuk membukakan pintu. Disini Bu Darmi tidak tahu kalau suaminya pulang bersama Harum.


Ceklek.


Baru saja Bu Darmi membuka pintu, Pak Danu sudah di depan pintu dengan Harum di belakangnya.


"Loh kok Bapak sama Harum? Bapak singgah di rumahnya Harum dini hari gini?" tanya Bu Darmi.


Pak Danu tak menjawab, dia terus berjalan memasuki rumah dengan diikuti Harum dari belakang. Bu Darmi pun cepat-cepat menutup pintu lagi lalu menyusul Pak Danu dan Harum yang sudah sampai ruang tengah.


"Bapak mu kerumah mu tadi Rum? Atau gimana? Kok kalian bisa sama?" tanya Bu Darmi masih penasaran.


"Kamu istirahat aja Rum, besok aja kita bicara lagi." ucap Pak Danu pada Harum dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Harum.

__ADS_1


"Bu, Harum ke kamar dulu yah." pamit Harum lalu cepat-cepat masuk ke kamarnya.


"Eh... kok ini gak ada yang jawab pertanyaan Ibu sih? Kalian berdua kenapa sih? Jangan bikin Ibu penasaran deh!" omel Bu Darmi.


"Udah jam tiga ini, udah tidur! Besok aja kita ngobrolnya, Bapak juga udah capek banget ini." balas Pak Danu sambil menarik tangan istrinya dan membawanya ke kamar.


Sesampainya di kamar, Bu Darmi masih saja penasaran. Feelingnya mengatakan ada yang tidak beres.


"Ada apa sih Pak? Harum kenapa? Harum berantem sama Nak Candra?" tanya Bu Darmi.


"Udah lah Bu, besok pagi aja ngobrolnya, Bapak capek banget ini! Udah tidur, tidur!" jawab Pak Danu sambil mengganti bajunya.


"Mana bisa lagi Ibu tidur Pak! Apalagi dalam keadaan penasaran begini! Cepet Pak kasih tau Ibu ada apa ini? Kok bisa Bapak bawa Harum pulang kesini?" desak Bu Darmi.


Pak Danu pun naik ke tempat tidur.


"Iih... Bapak, kok malah tidur sih! Cerita dulu!" desak Bu Darmi sambil menarik-narik tangan suaminya.


"Iish Ibu! Bapak ngantuk Bu, kalau Ibu gak bisa tidur lagi ya udah sana ngeronda sama Mbak Kunti, jangan ganggu Bapak." balas Pak Danu sambil melepas tangan Bu Darmi.

__ADS_1


"Hish! Nyebelin!" gerutu Bu Darmi, mau tak mau Bu Darmi pun membiarkan suaminya tidur. Tapi Bu Darmi tetap tidak putus asa, tak dapat info dari suaminya, yah dia bisa tanya langsung ke Harum.


Bu Darmi pun hendak keluar dari kamar untuk pergi ke kamar Harum.


"Jangan ganggu Harum, Bu! Kasihan dia, biarkan dia tidur!" cegah Pak Danu yang tau kalau istrinya itu pasti ingin bertanya pada Harum.


"Ya makanya kasih tau Ibu ada apa sebenarnya!" balas Bu Darmi.


"Kalau Bapak bilang besok baru cerita yah besok, jangan di paksa orang harus cerita sekarang juga. Bapak dan Harum juga butuh istirahat, apalagi Harum, dia perlu menenangkan hati dan pikirannya sekarang." jawab Pak Danu tegas.


Karena Pak Danu sudah mode tegas, Bu Darmi pun diam seketika. Bu Darmi pun mengurungkan niatnya untuk mendatangi kamar Harum dan naik ke tempat tidur dengan isi kepala yang penuh dengan hal-hal negatif tentang pernikahan anaknya.


Sedangkan di kamarnya, Harum tak bisa tidur. Apa mungkin seorang istri bisa tidur nyenyak kalau isi kepalanya di penuhi dengan penampakan Candra dan Nina yang berantakan dalam kamar hotel?


Berusaha memejamkan mata pun percuma, karena yang muncul saat matanya terpejam adalah wajah Candra dan Nina, Harum membayangkan Candra dan Nina bercinta dengan penuh gairah saat matanya terpejam.


"Kenapa harus sepupuku, Mas? Kalau bukan sepupuku, mungkin gak akan sesakit ini rasanya!" lirih Harum sambil menahan tangis pilu.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


** maaf yah dua hari aku gak up, karena lagi banyak kerjaan di dunia nyata. Maklumlah aku manusia sok sibuk 🤭 **


__ADS_2