
Warung Harum.
Kini Harum sudah sampai di warungnya. Para karyawannya sudah menunggu di pintu belakang warung, karena mereka tidak memegang kunci warung.
"Kalian udah lama disini?" tanya Harum.
"Lumayan lah Mbak." jawab Edah.
"Maaf yah." balas Harum.
Harum pun membuka pintu warung.
"Memangnya Mbak Harum udah sehat?" tanya Edah.
"Udah, nih buktinya udah bisa jalan." jawab Harum.
"Terus Pak Candra gimana? Di bolehin sama Pak Candra, Mbak?" tanya Juli, karyawan Harum yang lainnya.
"Ya boleh lah. Kalau gak boleh kan gak mungkin aku berani buka warung. Gak berkah nanti usahanya kalau gak ada ridho dari suami." jawab Harum.
Pintu warung terbuka, Harum masuk lebih dulu ke dalam.
"Juli, Ramlah sama Irwan bersihin depan yah, sekalian stellingnya di cuci, jangan cuma di lap. Edah sama Anto bersihin bagian belakang." ucap Harum membagi tugas kelima karyawannya.
Juli dan Ramlah pun bergegas mengambil sapu untuk menyapu bagian depan sedangkan Irwan mengambil kunci untuk membuka rolling door di depan untuk mencuci stelling makanan.
Begitu juga dengan Edah dan Anto yang bergegas mengambil peralatan kebersihan untuk membersihkan bagian belakang.
__ADS_1
Harum meninggalkan Edah dan Anto dan pergi ke depan.
"Kok banyak tissue di meja? Terakhir buka kalian gak bersihin warung yah?" tanya Harum saat melihat Juli sedang memungut tissue di meja.
"Bersihin kok Mbak." jawab Juli.
"Terus itu tissue dari mana?" tanya Harum.
Juli dan Ramlah saling pandang lalu sama-sama mereka menggedikkan bahunya.
"Udah cepet bersihin. Aku mau nulis list yang harus di belanjain, habis itu kita ke pasar yah beli bahan buat besok." ucap Harum tak mau ambil pusing perkara tissue.
Juli pun lanjut memasukkan tissue ke dalam plastik dan Harum duduk di salah meja yang kosong.
"Hish baunya kok kayak bayclin." celetuk Juli.
"Coba ku cium." ucap Harum penasaran.
Harum pun mencium tissue itu dan benar saja tissue itu berbau aneh. Kalau orang yang tidak tau akan mengatakan itu adalah bau bayclin tapi bagi yang sudah tau, bau aneh itu adalah bau cairan kental laki-laki.
Ya, tissue itu adalah tissue yang dipakai Nina untuk membersihkan cairan kental Candra dari goa dagingnya.
"Bau bayclin kan Mbak." ucap Juli.
Kok bisa ada tissue bau spe.r.ma disini? gumam Harum dalam hati. Perasaannya mulai tidak enak.
"Gak ah, hidung kamu aja yang salah." jawab Harum tak mau membuat karyawannya panik dan berasumsi macam-macam.
__ADS_1
"Udah, udah, cepet bersihin." perintah Harum.
Juli pun lanjut memungut tissue-tissue itu dan Harum kembali ke meja yang ingin dia duduki tadi.
Belum juga tanda tanya Harum tentang tissue berbau bayclin itu hilang, tiba-tiba saja Ramlah menemukan sesuatu dari lantai.
"Mbak ini anting siapa?" tanya Ramlah sambil berjalan mendekati Harum lalu memberikan anting yang hanya sebelah itu pada Harum.
Harum mengambil anting itu dari tangan Ramlah.
Kok bisa ada anting disini? gumam Harum dalam hati perasaannya mulai tidak enak.
"Kalian bener bersihin warung pas terakhir kita buka?" tanya Harum sekali lagi.
"Beneran loh Mbak, kan Mbak lihat sendiri kita bersih-bersih." jawab Ramlah.
Apa jangan-jangan ada maling yang masuk yah selama warung gak buka? gumam Harum dalam hati.
Gak, gak, gak mungkin! Kalau memang di masukin maling harusnya pintu rusak. Ini pintu gak ada yang rusak kok. gumam Harum lagi berusaha berpikiran positif.
"Ya udah lah gak usah di pikirin, mungkin ini anting salah satu pembeli yang gak sengaja jatuh terus gak ikut ke sapu waktu kalian bersih-bersih. Udah lanjut lagi bersih-bersih." ucap Harum.
Ramlah pun lanjut menyapu dan Harum pun duduk di kursi makan sambil terus memandangi anting itu dengan sejuta tanya dalam pikirannya.
Kayaknya aku pernah lihat anting ini deh, tapi dimana yah? gumam Harum setelah lama memandang anting itu. Ia mencoba mengingat-ingat dimana dia pernah melihat anting itu tapi sayangnya tidak berhasil.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...