Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 24


__ADS_3

Selesai makan malam, Candra berpindah keruang tengah sedangkan Nina mencuci piring kotor yang tadi mereka pakai makan.


Selama di ruang tengah, pikiran Candra tak henti-hentinya berpikiran kotor tentang Nina.


Memang benar yah kata orangtua dulu-dulu, kalau ada dua orang lawan jenis berduaan di dalam ruangan, pasti ada setan yang akan menghasut salah satu dari dua orang itu. Dan itulah yang terjadi pada Candra.


Sesetia-setianya laki-laki dengan pasangan, pasti pernah membayangkan hal-hal mesum dengan wanita lain yang bukan pasangannya. Jangan suruh laki-laki mengakui hal itu, karena sudah pasti tidak akan ada yang mengaku. Hanya saja, ada sebagian laki-laki yang imannya kuat dan sebagian lagi imannya lemah.


Bagi yang imannya kuat, mereka hanya sekedar membayangkan tidak akan pernah merealisasikannya tapi bagi yang imannya lemah, mereka akan mencari donat yang lain sekalipun donat itu sudah jamuran.


Selesai mencuci piring, barulah Nina menyusul Candra ke ruang tengah sambil membawakan secangkir teh jahe yang dia buat sendiri.


Mendengar suara langkah kaki Nina dari arah dapur, Candra pun berhenti dari khayalan mesumnya dan pura-pura mengganti channel televisi.


"Ini Mas aku buatin teh jahe." ucap Nina sambil meletakkan cangkir itu diatas meja.


Posisi Nina yang setengah membungkuk tanpa Nina sadari itu membuat belahan dadanya kelihatan dan Candra melihat itu dengan jelas.


Walau hanya sekilas, tapi itu berhasil membuat hasrat kelaki-lakian Candra makin meronta-ronta. Setan mesum makin menjadi-jadi membisikkan perintah-perintah sesat pada Candra.


"Oh iya, makanan yang tadi udah Nina masukin ke kulkas, jadi Mas Candra besok tinggal panasin aja." kata Nina setelah meletakkan gelas ke meja.


"Oh... iya, makasih yah Nin." jawab Candra berusaha menahan hasratnya.


Sangking keras usahanya menahan hasrat, wajah Candra sampai memerah dan itu terlihat jelas oleh Nina.


"Mas Candra kenapa? Kok mukanya merah gitu?" tanya Nina sambil duduk di sebelah Candra dan hendak menempelkan punggung tangannya ke kening Candra tapi dengan cepat Candra menahan tangan Nina.

__ADS_1


"Gak, gak pa-pa kok. Cuma lagi kepanasan aja." jawab Candra.


"Beneran?" tanya Nina.


"Iya Nin." jawab Candra dengan tatapan penuh hasrat menatap Nina.


Nina membalas tatapan Candra yang menurutnya sangat aneh.


"Mas... kok ngeliatinnya gitu?" tanya Nina.


Tanpa Nina sangka-sangka Candra langsung menarik pinggang Nina dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Nina.


Setan mesum sudah berhasil menghancurkan benteng kesetiaan Candra untuk Harum.


Mendapat ciuman mendadak dari Candra, sontak Nina kaget dan langsung mendorong tubuh Candra.


"Mas Candra apa-apaan sih? Sadar Mas!" teriak Nina.


Meski Nina terobsesi ingin memiliki pasangan seperti Candra tapi tidak sekalipun ada dalam pikiran untuk menjadi selingkuhan Candra.


"Gak usah munafik Nin! Mas tau sebenarnya kamu suka kan sama Mas." balas Candra.


"Mas ngomong apaan sih! Ya gak lah! Mana mungkin Nina suka sama suaminya sepupu Nina sendiri! Sadar Mas, sadar!" jawab Nina.


"Jangan bohong Nin! Dari sorot mata kamu aja kelihatan jelas kok! Mas juga tau kalau tadi pagi kamu foto Mas diem-diem kan? Untuk apa coba itu kalau bukan untuk kamu pandang-pandang dan kamu khayalkan sebelum tidur. Dan Mas juga tau kalau kamu melakukan ini semua karena ingin mendapat perhatian dari Mas kan?" Jujur aja Nin, jujur!" balas Candra.


Nina terdiam sambil menatap mata Candra yang juga sedang menatapnya.

__ADS_1


Saat Nina diam, Candra mendekatkan wajahnya ke telinga Nina.


"Kalau kamu memang suka sama Mas, jangan nolak Mas, Nin, jadi lah milik Mas." bisik Candra.


Bisikan Candra berhasil membuat semua bulu-bulu yang tumbuh di tubuh Nina berdiri, tubuhnya seperti tersengat listrik mendengar suara Candra yang berat dengan sedikit desa.han yang terdengar sangat seksi di telinga Nina.


Nina pun terhipnotis dengan suara Candra.


"Kalau Nina jadi milik Mas, terus Mbak Harum?" tanya Nina.


"Jangan pikirin Harum! Pikirkan saja perasaan mu untuk Mas. Mas kesepian Nin dan Mas butuh kamu untuk menemani Mas." jawab Candra masih berbisik dan mendusel-dusel telinga Nina.


Nina kembali diam. Dia malah menikmati duselan hidung Candra di telinganya.


Karena Nina tidak merespon, Candra pun menurunkan duselan hidungnya ke leher Nina.


Nina yang baru pertama kali mendapat sentuhan seperti itu jelas saja tubuhnya langsung menggeliat.


Merasakan tubuh Nina menggeliat, bukannya berhenti Candra malah mengganti duselan hidung dengan kecupan-kecupan di leher Nina hingga suara desa.han keluar dari mulut Nina.


Mendengar suara desa.han Nina, Candra berhenti menciumi leher Nina dan beralih mencium bibir Nina.


Setan mesum sudah berhasil merasuki tubuh Candra dan Nina. Perse.tubuhan terlarang itu pun tak bisa mereka elakkan lagi.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2