
"Kami yakin dengan keputusan kamu Nin? Kamu loh yang rugi dalam hal ini. Kalau sebagai laki-laki, aku sih senang-senang saja, malah aku untung." ucap Candra terang-terangan.
Nina menganggukkan kepalanya.
"Nina yakin Mas. Mas memperlakukan Nina dengan baik, Mas memberikan kasih sayang dan perhatian Mas untuk Nina aja, Nina sudah sangat senang." jawab Nina.
Candra hanya menghela nafasnya.
"Oke kalau kamu mau begitu. Tapi ingat, jangan pernah menuntut tanggung jawab sama Mas dan jangan sampai Mbak mu tau hal ini, kalau sampai Harum tau hubungan gelap kita, jangan harap Mas bisa bersikap baik sama kamu! Paham kamu! Kita harus merahasiakan hubungan kita ini dengan baik." kata Candra lagi dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Nina.
"Dan satu lagi, di depan Harum kamu harus bersikap biasa saja dan tidak boleh cemburu kalau aku sedang memanjakan istri ku!" ucap Candra lagi dan kembali di jawab dengan anggukkan kepala oleh Nina.
"Ya udah sekarang kamu pulang. Bawa saja motor Harum." ucap Candra lalu berdiri dari duduknya kemudian mengambil kunci motor dari dalam kamar.
"Ini kuncinya." ucap Candra sambil memberikan kunci motor.
Nina pun mengambil kunci itu dari tangan Candra lalu berdiri dari duduknya.
Candra pun membantu mengeluarkan motor dari dalam rumah.
Tapi baru juga Candra melepas standar dua, tiba-tiba saja Nina menutup pintu rumah lalu menguncinya.
"Kok di tutup pintunya Nin?!" protes Candra.
Nina tak peduli dan malah berjalan mendekati Candra dan langsung memeluk Candra.
"Nina belum mau pulang Mas, Nina mau sama Mas Candra lebih lama." ucap Nina.
__ADS_1
"Tapi kamu harus pulang sekarang Nin, Mas mau ke rumah Bu Lik mu." jawab Candra.
"Tapi Mas Candra kan udah janji akan memperlakukan Nina sama seperti Mas memperlakukan Mbak Harum. Sekarang Nina pengen disayang Mas Candra." balas Nina.
Tanpa Candra duga-duga, Nina langsung menarik tengkuknya dan mencium bibirnya.
Candra pun terbawa suasana. Hasrat kelaki-lakiannya yang sedang tidur pun bangkit minta di puaskan.
Kaki Candra pun menurunkan standart satu agar motor bisa berdiri tanpa harus dia pegang lagi.
Setelah motor di standart satu, Candra pun langsung menggendong Nina seperti anak koala dengan bibir yang masih bertautan.
Candra membawa Nina ke ruang tengah. Sesampainya di ruang tengah, Candra duduk di sofa dengan posisi Nina berada di atas pangkuannya.
Candra melepas tautan bibir mereka secara sepihak dan menurunkan ciumannya ke leher Nina sambil tangannya melepas kaos yang Nina pakai.
Desa.han-des.ahan seksi pun keluar begitu saja dari mulut Nina saat Candra melahap dan memainkan lidahnya di gundukan kenyal Nina.
Hasrat keduanya makin tidak bisa di bendung. Candra berhenti melahap gundukan kenyal Nina, lalu mendudukkan Nina di sebelahnya kemudian membuka baju dinasnya.
Kini Candra sudah polos, tak ada sehelai benang pun menempel di tubuhnya. Setelah melepas semua pakaiannya, Candra pun meminta Nina untuk memberi sengatan-sengatan kenikmatan di tubuhnya dimulai dari leher sampai ke wortel lokalnya.
Desa.han, racauan dan erangan pun keluar begitu saja dari mulut Candra.
Setelah beberapa menit Nina menge.mut wortel lokalnya, Candra pun mengangkat wajah Nina dan mendudukkan Nina di sofa. Lalu membuka bagian bawah Nina. Sekarang gantian, Candra lah yang memberikan sengatan-sengatan kenikmatan di tubuh Nina, dari leher sampai di goa lembab milik Nina.
Puas lidahnya bermain di goa lembab, gantian sekarang jarinya yang dia ajak bermain di dalam goa lembab.
__ADS_1
Erangan, desa.han dan racauan tak henti-henti keluar dari mulut Nina saat jari tengah Candra mengob.el-ngo.bel goa lembabnya.
"Sssh... ah... Mas... stttop, Nina mau kencing dulu Mas." ucap Nina sambil berusaha menarik tangan Candra.
Bukannya berhenti, Candra malah semakin cepat dan kasar memainkan jarinya di dalam goa lembab Nina.
Satu menit kemudian...
"Aaargh..." erangan panjang keluar dari mulut Nina. Dia sudah sampai di puncak kenikmatan.
Candra tersenyum tipis melihat Nina mengerang.
"Gimana enak kan?" tanya Candra sambil mengeluarkan jarinya dari dalam goa kenikmatan dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Nina. Ini pertama kalinya Nina merasakan sesuatu yang sangat enak.
"Itu namanya kli.maks, Nin." ucap Candra.
"Jangan lemes dulu. Permainan kita belum selesai. Mas akan mengajak kamu merasakan kli.maks berkali-kali." kata Candra lagi.
Candra pun menggendong Nina dan membawa Nina ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan, Candra membaringkan Nina diatas meja makan lalu membuka kaki Nina lebar-lebar kemudian memasukkan wortel lokalnya ke dalam goa lembab Nina.
"Aaargh..." erang Nina saat wortel Candra yang tidak terlalu besar tapi cukup panjang itu menancap di goa kenikmatannya.
Dan di waktu menjelang sore itu, Candra dan Nina pun kembali bercinta. Mereka sudah tidak peduli akan dosa yang penting kebutuhan mereka sama-sama terpenuhi.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1