Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 69


__ADS_3

Pukul 14.00


Kini Indah dan Bu Esti sudah berada di desa tempat Nina KKN.


Setelah mengetahui masalah itu, Bu Esti dan Indah memutuskan untuk menyusul Nina dan menyeret Nina untuk meminta maaf pada Bu Darmi dan keluarganya, sekalian Bu Esti juga ingin meminta maaf pada Bu Darmi dan Harum secara langsung atas apa yang sudah anaknya lakukan.


Kedatangan Bu Esti dan Indah tidak di ketahui Nina.


Sesampainya di posko, posko masih ramai dengan mahasiswa yang KKN. Nampaknya beritan tentang Nina yang menjadi selingkuhan Candra belum kedengaran oleh para warga, karena buktinya Nina masih bisa beraktifitas seperti biasanya.


Kalau Candra, hari ini dia tidak masuk kerja, dia izin dengan alasan ada acara keluarga padahal sekarang dia sedang pergi kerumah orangtuanya untuk meminta bantuan orangtuanya membujuk Harum dan keluarganya.


"Selamat siang dek." Indah menyapa salah satu mahasiwa KKN yang sedang main gitar di teras.


"Ya selamat siang Mbak, ada apa yah?" balas mahasiswa itu.


"Nina ada?" tanya Indah.


"Ada Mbak, sebentar saya panggilin dulu." jawab mahasiswa itu.


"Gak usah dek, biar kami aja yang masuk. Saya ini Mbaknya Nina dan ini Ibu saya, Ibunya Nina juga." ucap Indah.

__ADS_1


"Oh..." mahasiswa itu membulatkan mulutnya.


"Kalau gitu silahkan masuk Mbak, Bu." ucap mahasiswa itu lagi.


Mahasiswa itu pun berdiri dari duduknya lalu masuk lebih dulu kedalam posko sambil memanggil-manggil Nina.


Baru juga Indah dan Bu Esti sampai di ruang tamu, Nina sudah keluar dari dalam kamar.


"Ibu... Mbak Indah..." cicit Nina, wajahnya langsung pucat begitu melihat Ibu dan kakaknya.


Dengan langkah panjang Bu Esti langsung berjalan mendekati Nina. Teman-teman Nina yang ada disitu mengira kalau Bu Esti mendekati Nina ingin memeluk Nina, padahal...


PLAAAAK...


Sontak semua mata teman-teman Nina yang melihat itu langsung membulat selebar-lebarnya. Dan dalam hati mereka juga bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Ibunya Nina datang-datang langsung menampar Nina.


Tak perlu Nina tanya kenapa Ibunya sangat marah dengan dirinya, Nina sudah tau alasannya.


"Dasar anak kurang ajar kamu! Ibu sekolahin kamu tinggi-tinggi biar jadi perempuan bener, biar jadi perempuan yang punya harga diri tinggi, kamu malah menurunkan harga diri kamu! Malah kamu obral lagi!" bentak Bu Esti.


Nina hanya diam sambil menangis dan memegangi pipinya yang panas dan perih.

__ADS_1


"Sekarang kamu ikut Ibu, kita kerumah Bu Lik mu, kamu harus minta maaf dan bersujud mencium kaki Bu Lik, Pak Lik dan Mbak mu!" ucap Bu Esti sambil menjambak rambut Nina.


"Aaargh... Ibu lepas, sakit Bu!" teriak Nina kesakitan.


"Sakit, sakit, sakit! Sakit ini gak seberapa di banding sakit hati Ibu sama kamu! Apalagi sakit hati Harum dan keluarganya sama kamu!" balas Bu Esti.


"Ayo cepat ikut Ibu, kita ke rumah Bu Lik mu!" paksa Bu Esti lagi masih sambil menjambak rambut Nina.


"Aaargh... ibu, lepas dulu Bu, sakit Bu." mohon Nina sambil menangis.


Melihat Nina di jambak dan diseret Ibunya keluar dari posko, tidak ada satu pun teman-teman Nina yang membantu Nina, mereka hanya menonton sambil berbisik-bisik satu sama lain.


Begitu sudah sampai di teras, tiba-tiba saja Nina pingsan.


Melihat anaknya pingsan, Bu Esti pun panik. Dia pun meminta bantuan teman-teman Nina untuk membawa Nina masuk lagi ke dalam kamar.


Bu Esti pikir, Nina pingsan karena dirinya yang sudah keterlaluan menjambak dan menyeret Nina, tapi setelah mengetahui dari teman-teman Nina kalau dari kemaren Nina hanya sedikit makannya dan terus muntah-muntah, perasaan Bu Esti langsung tidak enak.


Bu Esti pun meminta teman-teman Nina untuk memanggil mantri atau bidan desa untuk memeriksa keadaan Nina.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2