Kenapa Harus Sepupuku, Mas?

Kenapa Harus Sepupuku, Mas?
KHSM BAB 43


__ADS_3

Rumah.


Sesampainya di rumah, Harum langsung berlari menuju kamarnya lalu mencari hoodienya dan mencium bau hoodienya.


"Ini bukan bau parfume ku, bukan juga bau pewangi pakaian yang biasa aku pakai. Ini pasti bau parfume selingkuhan Mas Candra." cicit Harum.


Tubuh Harum lemas, sangking lemasnya kakinya tidak sanggup menopang tubuhnya, dia pun terduduk di lantai.


"Siapa perempuan itu? Siapa perempuan yang sudah berani merusak rumah tangga ku? Aku harus cari tau!" cicit Harum.


Harum menenangkan dirinya sejenak sekaligus mengumpulkan kekuatannya agar bisa kembali berdiri. Dia harus tegar, dia harus pura-pura tidak tau untuk mencari tau siapa selingkuhan suaminya, dia harus bersikap biasa saja dengan Candra agar Candra bisa semakin menunjukkan belangnya.


Setelah kekuatannya terkumpul, Harum pun kembali ke warung.


💋💋💋


Sekolah.


"Nin, anting mu yang satu kemana?" tanya Arsy saat melihat di telinga Nina hanya ada satu anting.


Nina pun memegang kedua telinganya dan benar saja satu anting di telinga kirinya sudah tidak ada.


"Loh kok gak ada?" Nina kebingungan.


"Lepas kali." ucap Arsy.


"Mungkin. Tapi dimana? Haduh... bisa ngomel Ibu ku ini kalau anting ku ilang!" balas Nina.

__ADS_1


"Coba ingat-ingat lagi. Mungkin nyangkut di baju yang kamu pake semalam atau nyangkut di handuk atau lepas di tempat tidur." ucap Arsy.


Nina mencoba mengingat-ingat kapan dia merasa kedua antingnya masih utuh di telinganya.


Kayaknya semalam anting aku masih utuh deh. Apa jangan-jangan nyangkut di hoodienya Mbak Harum pas aku buka hoodie? Atau jangan-jangan lepas di warung pas Mas Candra lepas hoodie yang aku pakai? Mati aku kalau sampai anting itu nyangkut di hoodienya Mbak Harum atau jatuh di warung.


Gumam Nina dalam hati.


Nina pun mengambil ponselnya lalu mengirim pesan ke Candra.


[Nina] : Mas...


[Candra] : Ya. Kenapa?


[Nina] : Anting aku lepas satu Mas.


[Candra] : Terus masalahnya apa? Kamu mau Mas beliin anting baru? Nanti Mas beliin anting baru kalau kita di kota yah.


[Candra] : Serius kamu?! Kok kamu baru ngasih tau sekarang? Kenapa langsung kasih tau semalam?


[Nina] : Nina baru nyadar sekarang Mas, itupun di kasih tau Arsy. Tolong cariin Mas.


[Candra] : Kamu tuh teledor banget sih! Kalau sampai Mbak mu lihat anting itu di hoodie atau di warungnya habis aku!


[Nina] : Kok jadi nyalahin Nina sih?


[Candra] : Terus mau salahin siapa? Siapa suruh kamu pake anting! Bukannya disimpen aja! Udah Mas cari dulu antingnya.

__ADS_1


Nina tak lagi membalas pesan Candra. Perasaannya sedih bercampur kesal dengan Candra.


"Kamu chat siapa?" tanya Arsy.


"Chat Ibu ku, kasih tau kalau anting aku sebelah ilang." jawab Nina.


"Ibu mu marah?" tanya Arsy dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Nina.


"Udah, udah, paling juga Ibu mu marah cuma sebentar gak bakalan lama. Dulu juga aku pernah ilangin cincin yang dibelikan Bapak ku, Ibu ku marah-marah dia pikir aku jual, tapi marahnya gak lama kok, cuma sehari dua hari, eh seminggu kemudian di beliin cincin baru." ucap Arsy menenangkan Nina.


Tapi ini bukan tentang anting, masalahnya tidak sesimple itu.


💋💋💋


Rumah Candra-Harum.


Setelah mendapat pesan dari Nina, cepat-cepat Candra pulang ke rumah. Sangking buru-burunya, Candra sampai meminjam motor teman kantornya agar bisa cepat sampai di rumah.


Candra pulang kerumah setengah jam setelah Harum pulang kerumah untuk mengecek hoodie. Jadi saat Candra tiba dirumah, Harum sudah tak ada lagi dirumah.


Sama seperti Harum begitu sampai di rumah tadi, sesampainya di rumah Candra langsung berlari memasuki rumah lalu ke kamar dan mengambil hoodie Harum yang semalam Nina pakai lalu mencari anting Nina, manatau saja benar nyangkut di hoodie. Tidak ada, Candra tidak menemukan anting itu di hoodie.


"Apa jangan-jangan jatuh di warung yah?" gumam Candra.


"Aku harus ke warung sekarang, jangan sampai Harum menemukan anting itu duluan." gumam Candra lagi.


Candra pun keluar dari rumah dan pergi ke warung Harum.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2